DIANGGARKAN RP200 JUTA

13 Plang Perlintasan KA Dibangun


Jumat, 28 Oktober 2016 - 01:13:42 WIB

PADANG, HALUAN — Anggaran Sebesar Rp200 Juta untuk membangun plang pintu kereta api di perlintasan liar akhirnya bisa direalisasikan. Sebanyak 13 plang perlintasan kereta api mulai dibangun bulan sampai akhir tahun 2016.

Kabid Lalu Lintas Dis­hubkominfo , Djunardi me­nga­takan dana bisa terealisasi setelah ada kesepakatan antara Dishubkominfo dengan pihak PT KAI Divre II Sumbar untuk memakai tanahnya. Disamping itu, PT KAI juga membantu untuk menjaga pintu kereta.

“Kami sudah ada kerjasama dan kesepakatan dengan PT KAI untuk membangun plang kereta api di 13 titik perlintasan liar. Karena tanah tempat plang ini adalah milik PT KAI, maka kami minta kesepakatan mereka dulu agar bisa menggunakan anggaran yang telah di cantukan di APBD untuk membuat plang kereta,” kata Djunardi, Kamis (27/10).

Untuk pembuatan per­tama, Dishub meletakkan plang di jalan Perjuangan Belanti RW 11 Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara dan proses pembuatan plang sudah di­mulai Kemarin.

Direncanakan pembuatan plang ini tersebar di delapan kelurahan. Untuk Kelurahan Lubuk Buaya akan dibangun sebanyak 3 unit, Teluk Kabung 3 unit, Padang Sarai 2 unit, Gunung Pangilun 1 unit, Jati 1 unit, Alai Parak Kopi 1 unit, Pasie Nan Tigo 1 Unit dan Parupuk Tabing 1 unit.

“Setelah kami lakukan sur­vey, ada sebanyak 71 simpang atau perlintasan illegal yang mem­bahayakan pengendara. Namun, yang betul-betul rawan dan kami masukkan dalam kategori zona merah ada 37 perlintasan.

Karena keterbatasan ang­garan, baru 13 yang bisa kami bangun. Selebihnya akan diba­ngun pada anggaran tahun 2017 mendatang,” kata Djurnadi.

Ditambahkan Djurnadi, un­tuk pengoperasian plang ini Dishubkominfo meminta ban­tuan kepada PT KAI dan ma­syarakat untuk menaik-turu­n­kan plang nantinya.

“Petugas yang akan menaik-turunkan plang nantinya ada dari personil kami yang dibantu oleh masyarakat setempat dan petugas dari PT KAI,” tam­bahnya.

Pembuatan plang di zona merah ini diharapkan bisa meminimalisir angka kecela­kaan yang akhir-akhir ini me­ningkat tajam di perlintasan kereta api.

Daerah yang mendominasi dalam kecelakaan kereta api di Kota Padang adalah Kelurahan Lubuk Buaya. Terakhir, Senin (24/10) kecelakaan terjadi di perlintasan kayu Kalek, Koto Tangah yang merenggut jiwa sopir mobil Ayla.

 Lurah Gunung Pangilun, Andi Amir mengaku lega de­ngan adanya pembuatan plang pintu kereta di titik-titik rawan kecelakaan kereta api. Pasalnya, ancaman kereta api yang hilir mudik tanpa pengamanan plang pintu sangat membahayakan pengendara bermotor.

“Walaupun Gunung Pa­ngilun Cuma mendapatkan satu unit plang kereta, tapi sudah membuat nafas sedikit lega. Pasalnya, perlintasan kereta tanpa plang pintu benar-benar membahayakan pengendara yang melintas nantinya. Di tahun besok, mudah-mudahan pembuatan plang ini berlanjut karena akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Andi.

Sebelumnya, Kadis­hub­ko­minfo  Dedi Henidal menga­takan anggaran untuk membuat plang pintu kereta perlintasan illegal sudah ada di tahun 2016 sebanyak Rp 200 juta. Akan tetapi dana ini belum bisa dicairkan karena belum ada kesepakatan dan bentuk kerja­sama antara Pemko Padang dengan PT KAI. (h/mg-ang)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]