Dahlan Iskan Ditahan Kejaksaan


Jumat, 28 Oktober 2016 - 01:21:14 WIB
Dahlan Iskan Ditahan Kejaksaan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jatim, Kamis (27/10). Kejaksaan Tinggi Jawa Timur akhirnya menahan Dahlan Iskan sebagai tersangka penjualan aset saat yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU, sebuah BUMD milik Pemprov Jawa Timur. (ANTARA)

SURABAYA, HALUAN — Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) jawa Timur (Jatim) usai ditetapkan menjadi tersangka kasus penjualan berupa tanah dan bangunan aset PT Panca Wira Usaha (PWU). Dahlan yang merupakan mantan Dirut PT PWU itu kemudian sedikit berkomentar atas penahanannya.

“Sekali-sekali terjadi seseorang yang mengakui dengan setulus hati dengan menjadi direktur utama pe­rusahaan daerah yang dulu seperti itu jeleknya, yang tanpa digaji selama 10 tahun tanpa menerima fasilitas apapun, kemudian harus menjadi tersangka,” jelas Dahlan Iskan kepada war­tawan sebelum memasuki mobil tahanan di Kejati Jatim, Kamis (27/10) seperti dilansir detikcom.

Dahlan mengaku tak terima suap atau pun so­gokan sama sekali. Tetapi menurut dia, dia ditahan hanya karena tanda tangan.

“Bukan karena makan uang, bukan karena men­e­rima sogokan, bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah,” imbuh Dahlan.

Pengacara Dahlan Iskan, Pieter Talaway keberatan dengan penahanan yang dilakukan Kejati Jatim pada kliennya. Menurut Pieter ada prosedur yang dilanggar.

“Seharusnya tidak begitu. Tadi pagi Pak Dahlan itu memenuhi panggilan sebagai saksi. Bukan sebagai ter­sangka,” ujar Pieter da­lam per­bincangan, Kamis (27/10).

Pieter mengatakan klien­nya cukup kooperatif de­ngan memenuhi panggilan sebagai saksi.

Dengan pang­gilan se­bagai saksi, kata Pieter, jaksa bisa menolak permohonan saksi untuk didampingi pe­ngacara.

“Sedangkan kalau ter­sangka kan harus di­dam­pingi pengacara. Pak Dahlan tadi tanpa pendampingan,” ujar Pieter yang sempat me­ngantar Dahlan.

Pieter mengatakan jaksa penyidik baru me­nyam­pai­kan ke Dahlan tentang peru­bahan status menjadi ter­sangka usai pemeriksaan. “Ini kan tidak fair. Seha­rusnya proses penegakan hukum tidak seperti ini,” ujar Pieter.

Dahlan Iskan yang meru­pakan mantan Dirut PT Pan­ca Wira Usaha (PWU), BUMD di Jatim, ditetapkan se­bagai tersangka kasus korup­si. Jaksa menduga ada praktek korupsi pada pelepasan aset PT PWU yang saat itu dipimpin Dah­lan. Namun Dahlan me­ne­gas­kan, ia tidak pernah menerima uang sogokan, ia hanya tanda tangan dalam pelepasan 33 aset PT PWU.  (h/ald)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]