RAZIA WNA

Petugas Imigrasi Geledah Hotel Bintang Lima


Jumat, 28 Oktober 2016 - 01:24:59 WIB

PADANG, HALUAN — Petugas Kantor Wilayah Kanwil Hukum Kementerian Hu­kum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Barat dan Kantor Imigrasi Kelas 1 Padang melakukan swee­ping ke hotel bintang lima, Kamis (27/9) malam. Sweeping dilakukan untuk me­meriksa izin Warga Negara Asing (WNA) yang berkunjung ke Kota Padang.

Kakanwil Kemenkumham Sumbar, An­saruddin menyebut, sebelum sidak dila­kukan, pihak Kanwil Kemenkumham mela­kukan video conference dengan Kemen­kumham RI.  Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan arahan dari Menteri Hukum dan Ham RI, Yasonna Hamonangan Laoly. “Gerakan ini merupakan gerakan serentak sesuai arahan menteri. Untuk diketahui, ada bebas visa kepada 168 negara. Dampak dari bebas visa itu dari bulan Januari sampai Oktober 2016 ini, sudah ada 283 tersangka WNA yang menyalahgunakan visa, 1.094 WNA, dan 3.000 WNA yang dideportasi. Itu yang melandasi razia kita kali ini,” papar Ansaruddin.

Khusus untuk wilayah Sumatera Barat sendiri, sebut Ansaruddin lagi bahwa jumlah WNA yang dideportasi tidaklah sebanyak WNA yang ada di luar Sumbar. “Sumbar tidak begitu banyak WNA yang dideportasi, hanya Kabupaten Solok Selatan men­dominasi, Kota Padang tidak banyak

masalah. Negara yang men­domi­nasi WNA nya kena deportasi adalah Cina dan Myanmar, keba­nyakan dari mereka memper­gunakan bebas visa, untuk Eropa dan Amerika Latin sendiri tidak ada masalah,” ungkapnya.

Pantauan Haluan, Tim Penga­wasan Orang Asing (Tim Po­ra) yang langsung dipimpin oleh Ansaruddin dan Kepala Imigrasi Kelas 1 Padang, Esti Winahyu Nurhandayani pertama kali mera­zia Mercure Hotel, di kawasan Purus, Kecamatan Padang Barat. Ada sekitar enam WNA dari ber­bagai negara yang ditanyakan dokumen tinggalnya selama di Indonesia oleh Tim Pora.

Tidak hanya merazia kamar-kamar yang dihuni orang asing, tim juga sempat masuk ke restoran hotel. Salah seorang WNA asal Denmark yang enggan namanya disebutkan mengatakan, dirinya berada di Kota Padang sudah berada satu bulan di Kota Padang karena urusan kerja.

Selain melakukan sidak ke hotel bintang 5, petugas Imigrasi juga sempat mendata sejumlah WNA yang berada di Kafe Bat and Arrow yang berada di kawasan Muaro, Kecamatan Padang Sela­tan. Sekitar 10 WNA di sana didata oleh petugas untuk dike­tahui tujuan dan maksud kun­jungannya  ke Indonesia.

Mantan Kabid Lalintuskim Kanwil Kemenkumham Jawa Ba­rat itu juga mengatakan, di Ho­tel Mercure ditemukan ada yang menggunakan izin tinggal se­mentara, dan visa kunjungan. “Namun, tidak ada yang berma­salah. Jika kami temukan pe­langgaran, maka tindakan yang akan diambil adalah menyelidiki kesalahan WNA tersebut. Kalau nantinya terbukti melanggar kita akan langsung deportasi dan akan masuk ke dalam daftar cekal ke Indonesia. Sejauh ini baru satu ditemukan. WNA asal Malaysia yang sudah lewat batas ting­galnya,” katanya lagi.

Hasil sidak tim dari Kanwil Kemenkumham Sumbar dan Imi­grasi Kelas 1 Padang ke sejumlah tempat penginapan dan tempat hiburan yang ada di Kota Padang ini dijadwalkan akan diumumkan pada hari ini, Jumat (28/10).

Sementara itu, tim Penga­wasan dan Penindakan Imigran (Wasdakkim) Imigrasi Kelas 1 Padang, Andri di sela-sela razia menyebut, bahwa selama ini pi­hak­nya tidak pernah menda­patkan perlawanan atau tindakan yang kurang berkenan dari para imigran yang bermasalah. “Selama ini mereka cukup persuasif dan kooperatif kepada petugas Imi­grasi, dan mereka tidak pernah melakukan perlawanan atau keke­rasan,” tutur Andri. (h/rvo/mg-adl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]