EKS KEPALA KESBANGPOL VS GUBERNUR

PH Tergugat Hadirkan Dua Pengguna WhatsApp


Jumat, 28 Oktober 2016 - 01:26:21 WIB
PH Tergugat Hadirkan  Dua Pengguna WhatsApp SEORANG saksi yang mengaku sebagai anggota grup WA Palanta Awak Basamo, disumpah hakim PTUN Padang, sebelum memberikan keterangan. (ISHAQ)

PADANG, HALUAN — Penasihat Hukum (PH) Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, selaku tergugat dalam perkara 16/G/2016/PTUN-Padang, mengajukan bukti dan saksi tambahan dalam sidang lanjutan gugatan Mantan Kepala Kesbangpol Sumbar, Irvan Khairul Ananda (IKA) terhadap Gubernur Sumbar, atas pencopotan dirinya dari jabatan Kepala Kesbangpol lewat SK No.862/1478/BKD-2016, Kamis (27/10).

Selain mengajukan satu bukti tambahan, Desi Ariati Cs selaku PH tergugat menghadirkan dua saksi tambahan di ruang sidang

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang, antara lain, Novermal yang mengaku sebagai mantan anggota grup WhatsApp (WA) Palanta Awak Basamo (PAB) dan berprofesi sebagai wartawan, serta Rosman Effendi yang me­rupakan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Sumbar sekaligus anggota grup WA ‘Gubernur dan Kepala SKPD Sumbar’.

Sebelumnya diberitakan, Gu­bernur Sumbar mencopot IKA serta lima pejabat lain dari jaba­tan masing-masing pada 22 April 2016. Untuk kasus pencopotan IKA dari jabatan Kepala Kes­bangpol SumbaR, disebut-sebut bermula dari tindakan IKA me­mosting link berita dari por­talberitaeditor.com, berjudul: ”Di Gubernuran, Azan Hanya Boleh Setelah Pejabat Selesai Pidato”, ke dalam grup WhatsApp (WA) Palanta Awak Basamo (PAB).

Saat menjelaskan latar bela­kang, Novermal mengatakan bahwa ia berprofesi sebagai warta­wan pada salah satu surat kabar di Kota Padang, namun saat ini ia juga mengaku menjadi komisaris pada salah satu perusahaan dae­rah, dan tercatat sebagai wartawan non-aktif di surat kabarnya. Sedangkan dalam perkara ini, ia bersaksi sebagai salah satu ang­gota grup WA, tempat penggugat memosting link berita yang ber­buntut panjang tersebut.

Keterangan awal Novermal memancing keberatan dari Wil­son Saputra Cs selaku PH peng­gugat, yang menilai saksi yang mempunyai hubungan tertentu dengan tergugat. Selain itu, Wil­son juga mempertanyakan status saksi sebagai mantan anggota tim sukses tergugat dalam Pemilihan Gubernur yang lalu.

“Saya jadi anggota grup Pa­lanta Awak Basamo setelah di­masukkan oleh seseorang, sekitar dua bulan sebelum penggugat memosting berita itu. Dan saat penggugat memosting berita itu, saya berkomentar bahwa berita seperti itu tidak berimbang. Tang­gapan saya tak digubris peng­gugat. Seingat saya, penggugat memosting link berita itu dua kali, saya tanggapi keduanya tapi tak digubris. Lalu penggugat memosting lagi link berita, berisi tanggapan DPRD tentang berita soal azan itu, saya tanggapi lagi, kali ini baru dijawab penggugat. Katanya, sebaiknya kita menjaga tindakan,” kata Novermal menja­wab pertanyaan Desi Ariati Cs.

Seingat Novermal, anggota grup lain saat itu tidak ikut menanggapi poin dalam berita, namun hanya meminta masalah itu tidak dibahas di grup tersebut. Tapi tanpa tahu sebab, setelah kejadian itu Novermal mengaku dikeluarkan dari grup tersebut oleh admin grup.

“Saya pikir soal berita itu, tidak benar. Mana mungkin gu­bernur melarang azan. Setahu saya yang juga sering meliput kegiatan gubernur, kalau ada azan saat pidato, gubernur itu berhenti. Beliau itu seorang ustad, peng­hulu dan rajin puasa Senin-Kamis,” kata Novermal lagi.

Saat menjawab pertanyaan PH penggugat, Novermal mengaku tidak melakukan upaya konfir­masi ke sumber berita, meskipun ia mengaku kenal dengan Rian D Kincay, pemimpin redaksi Portal Editor yang juga menjadi saksi pada persidangan sebelumnya. Selain itu, ia juga mengaku tidak mengkonfirmasi soal berita terse­but kepada Irvan Khairul Ananda.

“Saat ini saya bukan anggota grup itu lagi karena sudah dike­luarkan, tapi saya menyimpan hasil screenshoot (SS)  kejadian penggugat memosting berita itu. Meskipun saya tidak pernah dipanggil inspektorat untuk dipe­riksa, saya berinisiatif membe­rikan kopi SS itu kepada petugas di BKD Sumbar,” katanya lagi.

Menjawab pertanyaan hakim, Novermal mengaku Grup PAB adalah grup yang beranggotakan orang-orang Minang di dalam dan luar Sumbar, dari berbagai profesi. Di grup tersebut sering terjadi berbagai diskusi dan per­cakapan mengenai hal apa saja yang menyangkut Minangkabau.

Setelah pemeriksaan terhadap Novermal rampung, Rosman Ef­fendi hadir sebagai saksi kedua dari PH tergugat, karena kapa­sitasnya sebagai Anggota Grup WA Gubernur dan Kepala SKPD Sumbar, di mana penggugat juga memosting berita yang sama di grup tersebut.

“Saya tidak ingat apa persisnya berita itu, tapi yang pasti berisi berita soal azan di gubernuran yang dilarang sampai pidato selesai. Sepengetahuan saya, dalam acara di Badiklat atau rapat-rapat, kalau ada azan, gubernur akan berhenti sejenak,” kata Rosman.

Sama seperti Novermal, ke­pada PH penggugat, Rosman Effendi juga mengaku tidak per­nah melakukan kroscek soal berita tersebut kepada Portal Editor ataupun kepada peng­gugat. “Yang saya tahu berita itu linknya diposting saudara peng­gugat. Perkiraan saya di grup itu ada 40 sampai 50 anggota yang membaca. Semua Kepala SKPD Sumbar ada di grup itu,” pung­kasnya.

Setelah mendengarkan ketera­ngan saksi, majelis hakim yang diketuai oleh Andi Noviandri, dengan hakim anggota Akhdiat Sastrodinata dan Lizamul Umam, serta Darman selaku Panitera Pengganti memutuskan menunda sidang hingga 10 November mendatang dengan agenda pem­bacaan kesimpulan dari para pihak. (h/isq)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 15:44:16 WIB

    Kimia Farma Beri Bantuan Masker, SPH dan RS M Djamil: Terimakasih Pak Andre

    Kimia Farma Beri Bantuan Masker, SPH dan RS M Djamil: Terimakasih Pak Andre PADANG, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyerahkan 100 box masker untuk Semen Padang Hospital (SPH) dan RS M Djamil Padang. .
  • Ahad, 28 Juli 2019 - 22:26:19 WIB

    Layani Pemotongan Hewan Kurban, RPH Padang Tetap Buka pada Idul Adha

    Layani Pemotongan Hewan Kurban, RPH Padang Tetap Buka pada Idul Adha PADANG, HARIANHALUAN.COM – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kota Padang, yakni Air Pacah dan Lubuk Buaya dipastikan akan buka pada saat Hari Raya Idul Adha dan tetap melayani orang atau pun masjid yang ingin memotong hewan k.
  • Rabu, 14 November 2018 - 22:26:02 WIB

    Dorong Kemajuan Pariwisata Padang, Pemko dan PHRI Bersinergi

    Dorong Kemajuan Pariwisata Padang, Pemko dan PHRI Bersinergi PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengharapkan Pemko Padang dapat bersinergi dengan Persatuan Pariwisata Halal Indonesia  (PPHI) Sumbar untuk memajukan wisata halal di Kota Padang. Bukan hany.
  • Kamis, 23 Februari 2017 - 10:15:16 WIB

    Disnakerin Tangani 17 Kasus PHK

    Disnakerin Tangani 17 Kasus PHK PADANG,HALUAN— Pada tahun 2016, jumlah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang tercatat sebanyak 134 kasus. .
  • Selasa, 20 Desember 2016 - 00:31:12 WIB
    KELUARGA MISKIN MENINGKAT

    Penerima PHK Bertambah 6.915 Orang

    PADANG, HALUAN—Peri­ode 2016, jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bertambah 6.915 orang dari tahun 2015 lalu yang hanya 5.073 penerima sehingga totalnya menjadi 11.9­88 penerima pada 2016..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM