Prihatin dengan Keamanan Kampus, UKM PHP Unand Surati Kemristekdikti dan Komnas HAM


Sabtu, 29 Oktober 2016 - 13:26:36 WIB
Prihatin dengan Keamanan Kampus, UKM PHP Unand Surati Kemristekdikti dan Komnas HAM ilustrasi

PADANG, HALUAN — Melapor ke Ombudsman ternyata bukan langkah terakhir dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) Universitas Andalas (Unand) dalam menyuarakan keprihatinan terhadap keamanan kampus.

 

Dalam waktu dekat, UKM PHP juga akan menyurati Kemristekdikti dan mengadu ke Komnas HAM.
 

 

“Kami berharap nanti Kemristekdikti bisa menekan Unand untuk memperbaiki sistem keamanan kampus. Kami juga melapor ke Komnas HAM karena hak mahasiswa untuk mendapatkan rasa aman tidak terpenuhi oleh kampus,” ujar Ketua UKM PHP, Muhammad Ridho, kepada wartawan, Jumat (28/10).
 

 

Selain itu, UKM PHP juga akan mengirimkan surat ke Komisi V DPR RI. Pada Rabu (25/10) lalu para aktivis mahasiswa tersebut juga hearing kepada Komisi V DPRD Sumbar. Upaya tersebut dilakukan karena audiensi dan aksi yang mereka lakukan hanya berujung janji dari pihak kampus.
 

 

“Kami sudah bosan dengan janji. Unand sudah darurat keamanan,” kata Ridho melanjutkan.
 

 

Selain melakukan pelaporan ke berbagai lembaga, UKM PHP juga melakukan aksi maraton di antaranya,menggalang dana dengan gerakan sejuta koin untuk membeli CCTV dan barrier gates, penjagaan lapangan parkir sebagai bentuk protes, orasi keliling kampus, dan melakukan aksi bagi-bagi gembok.
 

 

“Dalam seminggu ini, kami akan menggalang dana. Hasilnya nanti kami sumbangkan ke Unand untuk membeli CCTV dan barrier gates. Kalau seandainya tidak cukup, kami alihkan untuk membeli gembok untuk kemudian kami bagikan kepada mahasiswa Unand,” ujar Ridho. 
 

 

Melapor ke Ombudsman
 

Pada Selasa (25/10) lalu UKM PHP melaporkan Unand ke Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Sumatra Barat. Pelaporan tersebut terkait lambatnya respon pihak kampus terkait maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan aksesorisnya di kampus tersebut.
 

 

Muhammad Ichsan, juru bicara PHP, kepada pihak Ombudsman mengungkapkan bahwa sejak masa Rektor Werry Darta Taifur hingga Rektor Tafdil Husni, PHP sudah berulangkali melakukan audiensi, bahkan aksi unjuk rasa kepada pihak kampus mengenai hal itu.

 

 

Namun, respon yang didapatkan tidak memuaskan. Saat audiensi 2 Mei lalu, kata Ichsan, WR (Wakil Rektor) II berjanji akan memasang CCTV di tempat parkir dan barrier gates. Namun, saat ditanyakan kembali, WR II berkilah bahwa tidak ada dana.
 

 

“Tiga hari sebelumnya kami juga mengirimkan somasi ke rektor dan WR II, tetapi tidak ada tanggapan. Maka terpaksa kami ambil langkah ini,” ujar Ichsan, Selasa (25/10).
 

 

Berdasarkan catatan Polsek Pauh, sejak 2013—Oktober 2016 ada 173 laporan pencurian sepeda motor di Unand. Rinciannya, 36 laporan pada 2013, 34 laporan pada 2014, 68 laporan pada 2015, dan 35 laporan pada 2016. Menurut Antoni Putra, anggota PHP lainnya, jumlah kasus tersebut belum termasuk kasus yang tidak dilaporkan.
 

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]