SUDAH LEWAT TUJUH HARI

Evakuasi 11 Penambang Diteruskan


Senin, 31 Oktober 2016 - 00:57:28 WIB

JAMBI, HALUAN — Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan evakuasi 11 penambang emas yang terjebak di dalam lubang galian tambang di Kabupaten Merangin terus dilakukan meski masa pencarian tujuh hari sudah lewat.

“Kami semua akan be­ru­paya, dan memang apa yang kita kerjakan ini tidak mudah. Kita sama-sama berdoa se­moga semua korban bisa dievakuasi,” katanya di Jam­bi, Minggu.

Sebanyak 11 penambang emas terjebak di dalam lu­bang galian sejak Senin (24/10) kemarin dan memasuki hari ke-tujuh korban belum berhasil dievakuasi.

Penambang emas ilegal atau biasa disebut penam­bangan emas tanpa izin (peti) itu melakukan penambangan dengan membuat lubang antara 30-50 meter.

Diduga saat menggali air masuk ke lubang tambang, sebab lubang galian pe­nam­bang tepat di bawah Sungai Batang Merangin dengan kedalaman tujuh meter lebar sekitar 20 meter.

Lokasi yang menjadi tam­bang emas tersebut tepatnya berada di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pe­m­barap, kabupaten setempat.

Gubernur mengaku su­dah melihat langsung lokasi tam­bang tempat 11 pekerja ter­sebut terjebak. Dia me­nga­takan lubang para pekerja hanya bisa dilalui satu orang saja, untuk memutar badan pun tidak bisa dan keluar harus dengan gerakan mundur.

“Curah hujan tak kunjung berhenti pompa air yang disediakan sudah tidak me­mung­kinkan lagi, airnya tidak berkurang-kurang. Tapi kita terus berusaha dengan opsi-opsi lain, kemungkinan di seberang sungai akan digali dengan mengunakan alat berat,” katanya menjelaskan.

Dikatakannya, kegiatan tambang emas ilegal ini sudah disampaikannya kepada Ka­pol­ri dan menteri terkait, untuk dapat mencarikan solusi.

“Kita sudah sampaikan ke Kapolri dan Menteri ter­kait tentang kenyataan di lapangan. Pemerintah sudah melarang untuk tidak me­la­kukan aktivitas tambang emas yang merusak ling­kungan. Dimana air sungai tercemar dan mempunyai risiko yang sangat tinggi seperti kejadian sekarang ini,” ujarnya.

Gubernur juga menyebut akan mengkaji aktivitas tam­bang emas di wilayahnya secara umum, namun yang pastinya aktivitas itu ke de­pan­nya tidak merusak dan mencemari lingkungan serta terjamin dari sisi keselamatan serta hasilnya men­sejah­tera­kan rakyat.

“Ini jadi pelajaran kita khususnya semua masyarakat yang melakukan aktivitas ini. Logikanya menggali di ba­wah sungai yang deras itu risikonya sangat besar sekali. Kita lihat tadi ada lubang setiap pinggiran sungai, tak terpikirkan oleh kita gimana musibahnya,” katanya me­nambahkan.

Sementara itu, Bupati Merangin AL Haris juga mengatakan setelah me­ma­ suki tujuh hari dan evakuasi korban belum berhasil, maka proses evakuasi diperpanjang lagi selama tujuh hari ke depan. (h/ant)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 17 Maret 2020 - 12:14:01 WIB

    Begini Kesaksian WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Lalu Diobservasi di Natuna

    Begini Kesaksian WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Lalu Diobservasi di Natuna JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di awal-awal penyebaran virus Corona (COVID-19) dari Wuhan, China, pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan situasi lantaran adanya ratusan warga negara Indonesia (WNI) di sana. Sampai pada.
  • Selasa, 10 Maret 2020 - 19:35:56 WIB

    Nekat..! Tim Evakuasi Virus Corona Gunakan Jas Hujan

    Nekat..! Tim Evakuasi Virus Corona Gunakan Jas Hujan BANDUNG, HARIANHALUAN.COM – Terbatasnya alat perlindungan diri memaksa petugas medis yang melakukan penanganan terhadap orang dengan pemantauan (ODP) virus corona di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa menggunakan jas hu.
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 11:42:10 WIB

    68 WNI ABK Diamond Princess di Jepang Akan Dievakuasi, 2 Memilih Tinggal

    68 WNI ABK Diamond Princess di Jepang Akan Dievakuasi, 2 Memilih Tinggal JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan 68 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess akan dievakuasi dari Jepang. Sementara 2 orang memilih untuk tinggal di Jepang..
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 08:22:20 WIB

    Dimulai dari Batam, Begini Proses Evakuasi WNI dari Kapal World Dream

    Dimulai dari Batam, Begini Proses Evakuasi WNI dari Kapal World Dream JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah dipastikan melakukan evakuasi terhadap 188 warga negara Indonesia dari kapal pesiar World Dream yang berhenti beropersi akibatvirus corona. Proses Evakuasi menggunakan KRI Soeharso itu .
  • Selasa, 25 Februari 2020 - 14:45:21 WIB

    Bantu Evakuasi Korban Banjir, Kapolres Jaksel Tuai Pujian

    Bantu Evakuasi Korban Banjir, Kapolres Jaksel Tuai Pujian JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Sejumlah rumah di Jalan Bangka I, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2) terendam banjir hingga satu meter. Sejumlah petugas pun tampak mulai mengevakuasi warga yang masih bertahan di da.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM