SUMPAH PEMUDA

Semangat Memenangkan Persaingan Kerja


Senin, 31 Oktober 2016 - 01:29:00 WIB
Semangat Memenangkan Persaingan Kerja Ilustrasi.

Saya yakin, seyakin-yakinnya, andai para peserta Kongres Pemuda II tahun 1928, yang melahirkan sejarah Sumpah Pemuda, kembali berkumpul saat ini, mereka pasti masih tetap bersemangat membincangkan masalah bangsa. Tema boleh berubah, tapi heroisme dan nasionalisme tetap terjaga.

Sambil ngopi, mungkin juga ada yang menghisap ro­kok, mereka mendiskusikan bagaimana tantangan pemuda saat ini mengisi kemerdekaan dan mempertahankan sema­ngat Sumpah Pemuda. Salah satu tantangannya adalah me­me­nangkan persaingan pasar kerja, baik persaingan dalam negeri, regional maupun glo­bal. Pemuda Indonesia harus kreatif, produktif, berkarakter, dan berdaya saing.

Saat ini, kita dihadapkan pada piramida kualifikasi pasar kerja, di mana 60-an persen angkatan kerja Indo­nesia hanyalah lulusan SD-SMP dengan kompetensi ke­ahlian yang rendah. Tentu ini tak bisa dibiarkan terus ber­lanjut, jika ingin meme­nang­kan kompetisi pasar kerja. Upaya peningkatan kesejah­te­raan pekerja sering terken­da­la oleh rendahnya kompe­ten­si.

Perkembangan teknologi mengharuskan pekerja me­nguasai skill. Atas hal ini, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi yang jelas dan tegas. “Kita harus membalik piramida kua­lifikasi tenaga kerja yang mayoritas masih berpendidikan SD dan SMP menjadi tenaga kerja yang terdidik dan terampil,” demikian instruksi presiden.

Bisakah untuk mem­ba­liknya? Bisa.Tak ada yang su­sah, jika ada komitmen yang ku­­­at. Tentu butuh kerja keras pe­­­­merintah serta dukungan se­­­lu­­ruh masyarakat, khu­­sus­nya pe­­mu­da. Populasi pe­mu­­da yang men­ca­­pai 60 per­sen pen­­­du­duk In­do­­­ne­sia, men­ja­di mo­­dal sosial yang kuat. Se­ja­­­rah mem­­buk­­­­tikan, di­awa­­li dari Sum­­­­­pah Pe­mu­­­da, pe­mu­da te­lah me­ngambil peran besar da­lam tiap pe­ru­­bahan republik ini.

Banyak peran pe­muda yang harus lebih digelorakan. Antara lain mendorong para pemuda menjadi pe­laku in­dus­tri kreatif. Sebuah usaha yang sangat identik dengan “kenakalan” dan kreatifitas anak muda. Fenomena gene­rasi millenial yang akrab dengan teknologi informasi, sangat mendukung menja­mur­nya usaha-usaha kreatif. Ba­nyaknya potret entrepreneur muda Indonesia yang sukses di bidang industri kreatif berbasis teknologi, seperti media online, e commerce, musik, pariwisata, fashion, kuliner, kriya dan sebagainya, menunjukkan bahwa pemuda Indonesia memiliki kom­pe­tensi dan daya saing yang tangguh.

Sementara bagi pemuda yang menjadi pekerja, yang kebetulan belum mempunyai kompetensi skill, pemerintah terus mendorong membuka pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang me­nawarkan berbagai keahlian kerja, baik yang dikelola pe­merintah maupun swasta. Pe­me­rintah juga serius mening­katkan kualitas pendidikan vokasi melalui jalur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sehingga lulusan SMK bisa langsung diterima pasar kerja.

Semangat memaknai api Sumpah Pemuda secara kon­tekstual, harus terus dige­lorakan sebagaimana pesan Bung Karno “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang se­karang sudah satu bahasa, bangsa, dan tanah air. Tapi, ini bukan tujuan akhir”.

Hidup pemuda Indonesia!!! (*)

 

M HANIF DHAKIRI
(MENTERI KETENAGAKERJAAN RI)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 24 Juli 2018 - 14:55:22 WIB

    48 Tahun Berdagang Peci, Semangat Syamsuar Tak Luntur Karena Umur

    48 Tahun Berdagang Peci, Semangat Syamsuar Tak Luntur Karena Umur Langit Kota Padang siang itu diselimuti awan putih. Meski begitu tak menghalangi hawa panas yang disemburkan matahari yang kian tinggi. Di Pasar Parak Laweh, panas tak berarti apa-apa bagi Syamsuar Rajo Lelo. Semangatnya menc.
  • Kamis, 22 Februari 2018 - 00:16:40 WIB
    TAN MALAKA DALAM KACA MATA JURNALISTIK

    Peran Tan Malaka Dalam Memicu Semangat Heroisme Jurnalistik dan Kolumnis Indonesia

    Barangkali tak banyak yang bisa diingat atau menjadi bahan catatan tentang peran serta Tan Malaka terhadap dunia jurnalistik atau kewartawanan di Indonesia, selaim secuil kenangan yang sempat dituliskan Rosihan Anwar, seputar.
  • Jumat, 23 Desember 2016 - 01:41:55 WIB

    Mengebukan Semangat Rang Minang

    Hari ini, Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) akan melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) di Padang. Sejum­lah budayawan, ekonom, pengusaha, sauda­gar, pejabat hingga politikus akan bermu­syawarah untuk memilih .
  • Rabu, 27 Juli 2016 - 04:15:52 WIB

    Semangat Berwirausaha

    Beberapa tahun terakhir ini, tema kewirausahaan memang sangat popular dibicarakan oleh negara dan tak luput juga lingkungan kampus. Hal ini bisa difahami mengingat kuantitas dan kualitas para wirausahawan sebuah negara sanga.
  • Rabu, 01 Juni 2016 - 04:03:23 WIB

    Pancasila dan Semangat Toleransi

    Pancasila dan Semangat Toleransi Presiden Jokowi menetapkan 1 Junisebagai hari lahirnya Pancasila. Peristiwa bersejarah Indonesia setelah kemerdekaan menentukan landasan ideologis. Yakni landasan yang saat ini menjadi fondasi bangsa menjaga keberagaman..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]