DPRD Pessel Dorong Pembentukan Hukum Adat


Senin, 31 Oktober 2016 - 01:50:04 WIB

PAINAN, HALUAN —  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, siap untuk men­do­rong pembentukan hukum adat dalam upaya men­ciptakan ra­sa aman dan tertib di wilayah itu.

Hal itu ditegaskan oleh Anggota DPRD Komisi III Ikal Jonedi, bahwa pem­ben­tukan hukum adat itu bu­kan­lah menjadi suatu lawan tan­dingan untuk hukum pidana. Namun idealnya untuk saling bersinergi agar kedua hukum tersebut bisa berjalan seba­gaimana mestinya dan saling melengkapi.

“Ya, ada beberapa ke­ung­gulan dari hukum adat ini, yakni untuk menciptakan si­kap saling peduli dan me­nga­wasi antar sesama. Sehingga diharapkan dapat mengontrol dan mengurangi segala tin­dakan yang mengarah kepada munculnya segala gangguan keamanan dan ketertiban di suatu Nagari,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, apabila hukum adat sudah diterapkan di suatu nagari, maka para pelaku wajib men­jalani segala sanksinya. Be­gitupun sebaliknya, usai pe­lak­sanaan sanksi tersebut maka semua masyarakat yang mengetahuinya secara tidak langsung akan bersama-sama menyaksikan dan mengontrol.

“Apabila ada anak keme­nakan mereka yang me­lang­garnya, maka semua orang akan menghukumnya term­a­suk juga orangtuanya sendiri. Mereka akan disaksikan oleh ratusan mata yang melihat dan tentunya malunya akan lebih berat dari hukum pidana,” katanya.

Kendati demikian, m­e­nu­rutnya tidak semua kesalahan yang bisa ditebus dengan menjalani sanksi dari hukum adat, karena ada bagian-ba­giannya. Karena dapat dilihat dari sebesar apa kesalahan yang dibuat oleh pelaku, apa­kah bisa ditangani oleh hu­kum adat atau langsung ma­suk ke ranah hukum pidana.

Sebelumnya, tujuh wanita yang ditangkap oleh jajaraan Kepolisian Sektor (Polsek) Sutera pada Sabtu (15/10) lalu, karena diduga terlibat judi kartu Remi, akhirnya dile­paskan kembali karena me­reka sudah menjalani sank­si adat. Mereka diciduk anggota Polsek Sutera dikediamannya disimpang Pasir Samudera Kenagarian Surantih, Ke­ca­matan Sutera Pessel.

Sanksi adat yang dilaks­anakan oleh tokoh adat se­tempat mengharuskan mereka berjalan kaki dari lokasi awal penangkapan hingga menuju salah satu mesjid yang ada di daerah itu, sesampainya di­sana mereka bersumpah untuk tidak lagi mengulangi per­buatannya dan disaksikan ratusan masyarakat setempat.

Tokoh adat setempat, Rusli Datuak Rajo Batuah, juga menyambut baik hal itu, ia mengatakan sebelum sanksi tersebut diterapkan terlebih dahulu dilaksanakan mu­sya­warah antara tokoh adat, agama dan masyarakat hingga me­libatkan unsur kenagarian dan kecamatan. (h/mg-kis)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]