Di Sumbar, 144 Pelajar Terlibat Narkoba


Selasa, 01 November 2016 - 01:07:56 WIB
Di Sumbar, 144 Pelajar Terlibat Narkoba Ketua BNNP Sumbar, Ali Azhar dan Kepala BNNK Sawahlunto Guspriadi bersama peserta ToT pemberdayaan masyarakat yang digelar oleh BNNK SAwahlunto. (RIKI YUHERMAN)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Ali Azhar menilai, narkoba merupakan induk dari semua tindak kejahatan terjadi.

Dampak buruk dari pe­makaian barang haram bisa mengakibatkan pengedar dan pemakainya tidak saja dari segi kriminal, juga bisa me­lakukan tindak kejahatan lainnya seperti pencurian, perkosaan, korupsi, pem­bunuhan dan lainnya.

“Tidak saja tindak pe­lang­garan hukum narkotika, narkoba juga berimbas pada tindak kriminal lainnya yang dapat dilakukan oleh orang. Apapun profesi pekerjaaanya saat ini tidak ada yang ter­bebas dari pemakaian dan peredaran gelap narkotika,” ungkapnya saat menjadi pe­materi Training of Trainer (ToT) bagiu ormas di Sa­wahlunto, Sabtu (29/10).

Peredaran narkotika, se­but Ali Azhar, sudah meram­bah semua kalangan dan wilayah. Bahkan di Indonesia tidak ada satu desa atau kelurahan yang bersih dari peredaran gelap narkoba termasuk nagari-nagari di Sumbar.

Untuk itu, lanjutnya, sa­ngat dibutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk organisasi kemasyarakatan yang ada, agar bisa saling berbagi informasi dalam penanganannya baik diling­kungan organisasi masing masing juga dilungkungan tempat tinggal dan utamanya adalah dilungkang keluarga.

“Jika lingkungan bersih dari narkoba maka barang haram itupun akan sulit atau tidak akan masuk ke ling­kungan tersebut. Pengedar ataupun bandar akan berpikir dua kali untuk masuk jika lingkungan kita bersih dan berkomitmen untuk me­nang­kalnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, data yang didapat, sepanjang ta­hun 2015 di Sumbar dike­tahui sebanyak 63.452 orang yang terlibat narkotika ber­bagai jenis. 27.587 orang diantaranya merupakan coba-coba pakai dan 15.855 orang dinataranya yang teratur memakai. 937 orang saat ini tengah berobat jalan ke BN­NP dan ada sekitar 144 orang pelajar yang terlibat barang haram itu.

Kepala BNNK Sawah­lunto, Guspriadi menam­bahkan, perang terhadap narkotika harus benar benar dilakukan secara bersama sama, terlebih pemerintah pusat telah menyatakan bah­wa Indonesia darurat nar­koba. Tindak tegas terhadap narkoba jaminannya adalah rusaknya keluarga dan ge­nerasi penerus.

“Keluarga sangat ber­peran andil dalam mencetak karakter dan pribadi anggota keluarganya termasuk ling­kungan sekitar. Untuk itu, kita sengaja menyasar kelom­pok kelompok masyarakat untuk melakukan sosialisasi termasuk memberdayakan organisasi masyarakat se­bagai penyuluh anti narkoba nantinya,” katanya.

Bagi BNN Kota Sa­wah­lunto, lanjut bapak tiga putri ini, semenjak berdiri 4 Sep­tember 2015 lalu, pihaknya terus berkomitmen mem­berantas dan meredam pema­kaian dan peredaran gelap nerkotika di wilayah Sa­wahlunto, Sijungjung dan Dharmasraya. Baik dalam bentuk razia maupun di­seminasi dan sosialisasi serta menggalang kerjasama MoU bersama lapisan masyarakat dan pihak lainnya. “Ter­masuk melakukan rehabilitasi kepada pengguna yang ke­padatan atau yang bersedia secara sukarela untuk dio­bati,” tambah Guspriadi.

Jeratan narkoba yang tidak memandang status, lanjutnya, profesi dan daerah membuat BNNK Sawahlunto lebih intens melakukan pe­nyu­luhan dan sosialisasi, sehingga wilayah Sawah­lunto, Sijunjung dan Dhar­masraya akan bersih narkoba. “Sekurang-kurangnya bisa meminimalisir terjadinya peredaran gelap narkotika,’’ sebutnya. (h/mg-rki/hel)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM