4 November Bukan Hari Libur Nasional


Selasa, 01 November 2016 - 01:09:54 WIB

JAKARTA, HALUAN—Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, memastikan bahwa aksi unjuk rasa pada Jumat 4 November bukanlah hari libur nasional. Aksi tersebut terkait desakan menjerat gubernur nonaktif DKI Jakarta, Ahok, dalam kasus dugaan penistaan agama.

“Tidak ada diliburkan, normal,” ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/10).

Wacana itu mengemuka dari akun Twitter Imam Be­sar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, yaitu @syihabrizieq. Dalam status Twitternya, ia menye­rukan dan mengajak peru­sahaan, kantor, dan sekolah untuk meliburkan pegawai, pekerja, dan pelajar maupun mahasiswa, untuk turun aksi bela agama dan negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ribuan massa akan tumpah ruah ke jalan pada Jumat 4 Novemver. Mereka menuntut gubernur nonaktif DKI Jakarta, Ahok, diproses hukum. Ahok dinilai telah menistakan agama Is­lam karena telah menghina Surah Al Maidah Ayat 51. Ahok sudah dilaporkan se­jum­lah ormas Islam ke Ba­reskrim Mabes Polri.

Jokowi diminta tidak me­ninggalkan istana

Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, me­minta Presiden RI, Jokowi tidak meninggalkan Istana Kepresidenan saat aksi de­monstrasi pada 4 November itu.

“Jadi, presiden jangan kabur. Harus ada di istana, kemudian menerima mereka. Saya kira ini bagus. Itu bisa menjadi solusi cepat. Jadi, nanti jangan dicari acara kunjungan ke luar negeri, ke daerah. Terima saja,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.

Fadli menyebutkan, para tokoh dan ulama sempat menemuinya pada Jumat (28/10). Mereka, kata Fadli, ingin sekali bertemu dengan Jo­kowi pada 4 November untuk meminta ketegasan peme­rintah meneruskan proses hukum yang sedang dijalani Ahok.

Para ulama, kata Fadli, menilai bahwa Jokowi terke­san melakukan perlindungan hukum terhadap Ahok se­hingga hal-hal inilah yang ingin didengarkan para ulama yang akan melakukan aksi demo itu.

“Ya, itu tadi para ulama kemarin mengatakan bahwa ini presiden seolah-olah me­lindungi Ahok. Ini harus dikla­rifikasi dan saya sudah menyampaikan aspirasi me­reka dalam bentuk surat yang meneruskan aspirasi masya­rakat agar presiden klarifikasi karena kesan itu terlalu kuat menurut mereka,” tuturnya.

Fadli pun menjamin de­mo tersebut murni untuk menuntut penegakan kasus Ahok berjalan sesuai aturan, dan tidak terkait dengan isu SARA jelang Pilgub DKI 2017.

“Yang kemarin disam­paikan ulama itu demo ini demo damai untuk tegakan konstitusi, bukan demo SARA, bukan terkait pilkada. Kalau tujuannya untuk tegak­kan hukum, ya bagus. Ini saluran yang bagus,” katanya. (h/okz)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM