BATAL HADIR DI SIDANG PRAPERADILAN

KPK: Irman Gusman Sakit


Selasa, 01 November 2016 - 02:01:13 WIB
KPK: Irman Gusman Sakit

Ketiga kalinya, Irman Gusman tak bisa hadir di sidang praperadilannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi karena sakit. Padahal, sejak 20 hari lalu, pengacara Irman sudah mengajukan ke KPK agar Irman dibawa ke rumah sakit untuk operasi pemasangan ring di jantungnya. Namun belum juga ditanggapi KPK.

JAKARTA, HALUAN — Man­tan Ketua DPD RI Irman Gus­man kembali batal hadir dalam praperadilan, Senin (31/10) karena dikabarkan sakit. Menu­rut tim KPK, pihaknya telah memberikan tawaran pengo­batan tetapi ditolak Irman.

Kabiro Hukum KPK Se­tiadi menjelaskan KPK sudah mengecek kondisi Irman sejak Minggu (30/10). Sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (31/10) pagi, petugas memberi informasi bila Irman Gusman mengeluh sakit dan tidak enak badan.

Dokter KPK, perawat, jaksa penuntut umum (JPU) dan petugas keamanan langsung menuju Rutan Guntur untuk melihat kondisi Irman dan mendokumentasikannya.

“Berdasarkan keterangan dari dokter KPK yang sudah di bawah sumpah dan disaksikan JPU yang bersangkutan saudara IG menyatakan ‘saya tidak ber­sedia Pak dalam kondisi sakit’ apalagi atas saran dari dokter yang bersangkutan, dokter KPK,” kata Setiadi di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Senin (31/10) seperti dilansir detikcom.

Selanjutnya tim biro hukum bersama JPU membuat surat per­nyataan atau berita acara menge­nai penetapan pelaksanaan dari penetapan perintah hakim karena perintah hakim sebelumnya menga­takan berita acara harus dibuat.

JPU KPK Burhanudin menga­takan Irman menolak untuk di­ajak ke dokter. “Penyidik menga­ta­kan bahwa ketika Pak Irman mau dibawa ke dokter, tidak mau diajak. Menurut penyidik begitu (dia nenolak). Saya kurang tahu, saya JPU-nya. Penyidik menga­takan begitu, dia tidak bersedia masih menunggu sidang prapera­dilan,” kata Burhanudin usai persidangan.

Menurutnya, praperadilan silahkan terus berjalan, karena perkara ini sendiri tidak terlalu banyak saksi hanya sekitar 15-16 orang. Burhanudin juga menga­takan bahwa perkara Irman telah dilimpahkan ke pengadilan.

“Dan untuk perkaranya si IG sendiri, Irman Gusman sudah kita limpahkan ke pengadilan. Terma­suk kepada pemberinya juga XS dan Memi sudah kita limpahkan. Jadi kan menurut pasal 50 KU­HAP, ada hak terdakwa bahwa terdakwa berhak untuk segera diadili di pengadilan. Itu hak yang kita sampaikan,” lanjutnya.

KPK menghargai prapera­dilan yang diajukan Irman dan Irman juga bisa menghormati perkaranya yang telah dilimpah­lan ke pengadilan.

“Praperadilan silakan pra­peradilan, haknya untuk kita dari KPK untuk segera membawa ke pengadilan, Kita hormati juga (praperadilan), sama-sama lah. Silakan praperadilan berjalan, hukum acara juga tetap berjalan,” papar Burhanudin.

Sementara itu, kuasa hukum Irman, Razman Nasution menye­but seharusnya Irman menjalani operasi pemasangan ring. “Kami sudah beberapa kali mengirim surat kepada KPK agar klien kami segera dibawa ke rumah sakit karena yang bersangkutan mengi­dap penyakit, bahwa beliau seha­rusnya 20 hari yang lalu dipasang ring dijantungnya,” kata Razman.

Sebelumnya, Irman dijad­walkan hadir untuk memberi keterangan dari pihak pemohon atas peritiwa OTT terhadap diri­nya. Alasan KPK tidak bisa meng­hadirkan Irman Gusman pada sidang karena Irman diketahui sedang sakit.

“Pada hari Senin, 31 Oktober 2016 pagi (kemarin, red) terkait perintah atau penetapan hakim untuk menghadirkan pemohon prinsipal, kami informasikan bahwa saudara IG berdasarkan keterangan yang bersangkutan bahwa yang bersangkutan menge­luh tentang sakit,” kata Setiadi.

Setiadi mengatakan dokter KPK mendatangi Irman bersama petugas tahanan, JPU dan kuasa hukum KPK dan selanjutnya pukul 09.00 WIB ada berita acara pemeriksaan yang menyebutkan bahwa Irman Gusman sakit.

“Pukul 09.00 WIB ada berita acara pemeriksaan yang menye­butkan bahwa yang bersangkutan saudara Irman Gusman, Senin, 31 Oktober tidak dapat hadir di Pe­ngadilan Jakarta Selatan karena sakit dan keterangan dokter, karena ini rahasia kesehatan seseorang, beserta berita acara untuk selan­jutnya jadi bahan pertimbangan hakim, kami serta­kan beserta per­timbangan hakim,” lanjut Setiadi.

Setelah itu, Setiadi didam­pingi staf biro hukum KPK Indra Mantong Batti memberikan berita acara pemeriksaan kepada hakim tunggal I Wayan Karya dan hakim membacakan isi surat tersebut dihadapan kuasa hukum pemo­hon dan biro hukum KPK.  I Wayan Karya lalu memutus­kan sidang dilanjutkan, Selasa (1/11) siang. (h/ald)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 10 Januari 2020 - 16:17:01 WIB

    Sekjen PDIP Dikabarkan Ditangkap, KPK: Belum Bisa Beri Detailnya

    Sekjen PDIP Dikabarkan Ditangkap, KPK: Belum Bisa Beri Detailnya NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui belum bisa mengonfirmasi kebenaran informasi bahwa tim penindakannya melakukan penangkapan terhadap Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Jumat (.
  • Ahad, 29 Desember 2019 - 10:21:49 WIB

    Pasal Jerat Peneror Novel Belum Diumumkan, Eks Pimpinan KPK: Tunggu Saja

    Pasal Jerat Peneror Novel Belum Diumumkan, Eks Pimpinan KPK: Tunggu Saja JAKART, HARIANHALUAN.COM - Polisi belum mengumumkan pasal yang digunakan untuk menjerat terduga pelaku teror Penyidik KPK Novel Baswedan. Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan dirinya menunggu proses hukum yang be.
  • Ahad, 22 Desember 2019 - 07:58:41 WIB

    Pengamat Soal Dewas KPK: Jokowi Ingin Tutupi 'Nasi Basi'

    Pengamat Soal Dewas KPK: Jokowi Ingin Tutupi 'Nasi Basi' JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menyebut Presiden Jokowi berupaya menutupi keburukan sistem dalam UU KPK hasil revisi dengan memilih anggota .
  • Rabu, 11 Desember 2019 - 11:18:29 WIB

    Bukti Baru Kasus Novel Baswedan, KPK: Semoga Segera

    Bukti Baru Kasus Novel Baswedan, KPK: Semoga Segera JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Jokowi mengatakan bahwa ada bukti baru dalam kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun merasa senang atas pernyataan tersebut. KPK siap menunggu has.
  • Jumat, 11 Oktober 2019 - 10:02:35 WIB

    KPK: Arteria Dahlan Pembohong!

    KPK: Arteria Dahlan Pembohong! JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah tuduhan yang dilayangkan anggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM