UMP dan Daya Beli Pekerja


Rabu, 02 November 2016 - 01:17:42 WIB

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno te­lah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait besaran Upah Minimum Provinsi (UMP). Dalam SK tertanggal 28 Oktober 2016 itu, tertuang besaran UMP Sumbar 2017 se­besar Rp.1.949.248,-. Artinya, naik 8,25 persen dari UMP 2016 yang hanya Rp. 1.800.725. Kenai­kannya hanya sekitar Rp.148,523,-.

Gubernur Irwan berharap kenaikan UMP itu dapt membuat masyarakat lebih se­jah­tera. Dengan pendapatan yang me­ning­kat, diharap­kan daya beli masyarakat juga me­ningkat.

Hal yangs ama juga dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Suha­riyanto. Katanya, kenaikan UMP akan memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat dan mampu menjadi alat untuk mengendalikan laju inflasi. Yang jelas diharapkan kalau ada kenaikan upah pasti ada multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi secara global, dampaknya ke berbagai sektor akan berbeda, dipengaruhi komposisinya. Tapi pasti ada pengaruh. Yang jelas dengan UMP akan menaikkan kesejah­teraan buruh dan daya beliý masyarakat.

Benarkah demikian? Benarkah kesejah­te­­raan dan daya beli masyarakat akan me­ning­kat dengan menaikkan UMP tak lebih da­­ri 150 ribuan rupiah per bulan? Karena, bi­­la dirinci dan dicermati lebih dalam, ke­nai­k­an itu sebenarnya tak lebih Rp5 ribu ru­pi­ah per hari. Bila dalam sebulan itu rata-ra­ta 30 hari. Nah, dengan situasi ekonomi sa­at ini, apa yang bisa dibeli dengan uang Rp5 ri­bu per hari?

Memang, dalam penghitungan kenaikan UMP itu, pemerintah atau dewan pengu­pa­han telah mengkajinya dari berbagai aspek, termasuk laju inflasi,  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015.

Namun harapan untuk meningkatkan da­ya beli masyarakat, masih perlu kita per­de­batkan. Apalagi untuk mense­jahtera­kan masyarakat. Karena, penambahan penda­pa­tan lima ribu rupiah per hari, belum dianggap cukup signifikan untuk pening­katan kese­jah­teraan. Tapi, sekedar untuk menjaga keta­ha­nan pangan, cukuplah, bila satu keluarga de­ngan satu orang anak dan itupun belum ber­sekolah.

Karena, pendapatan dua jutaan per bulan, belum bisa dikatakan cu­kup bila melihat harga kebutuhan pokok sa­at ini. Karena itu, para pekerja ter­paksa harus mencari sampingan, atau is­trinya juga bekerja untuk men­da­patkan penghasilan tambahan. Arti­nya, UMP Rp.1.949.248 saja, belum bisa dikatakan mam­pu memenuhi kebutuhan standar ke­luarga.

Sebenarnya, harapan masyarakat adalah bagaiamana pemerintah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Kuncinya di sini. Bila harga cabai saja tak bisa dikendalikan, juga harga beras dan lauk pauk yang tak stabil, kenaikan UMP itu nyaris tak ada artinya. Namun, bila pemerintah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, tanpa kenaikan UMP pun, kita yakini tak menjadi masalah besar di sebuah keluarga.

Jangan nanti dikatakan, kenaikan UMP hanya lip service pemerintah yang telah memperhatikan pekerja. Padahal, para pedagang di pasar sana, juga menung­gu pengumumam kenaikan UMP, sembari mempersiapkan kenaikan harga kebutuhan pokok. Mungkin tak beda jauhlah, dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Minyaknya belum naik, harga kebutuhan pokok sudah melambung duluan.***


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Juli 2019 - 21:38:50 WIB

    Opitimisme Pengelolaan Bersama Hutan Nagari di Sumpur Kudus

    Opitimisme Pengelolaan Bersama Hutan Nagari di Sumpur Kudus SIJUNJUNG,HARIANHALUAN.COM-Pasca ditanda tanganinya kesepahaman bersama enam nagari di kluster Sumpur Kudus untuk Pengelolaan Hutan secara bersama pada bulan Maret lalu, dinamika dalam pengelolaan bersama hutan memasuki tahap.
  • Kamis, 05 Juli 2018 - 13:23:20 WIB

    Amri Berpacu Mencari Penumpang di Usia Senja

    Amri Berpacu Mencari Penumpang di Usia Senja HARIANHALUAN.COM-Ojek dalam jaringan (daring/online) telah jadi fenomena dalam beberapa tahun belakangan. Berbagai perusahaan pengelola ojek daring berlomba memperkaya fitur layanan yang bisa diakses pada gawai di genggaman t.
  • Jumat, 11 November 2016 - 00:33:31 WIB

    Warga Amerika Tolak Trump

    Pemilu Amerika Serikat yang berlangsung 8 November 2016 lalu, telah menempatkan Donald John Trump sebagai Presiden terpilih Amerika ke-45. Keme­nangan Trump meru­pakan kemenangan kelompok konservatif. Trump yang disebut seb.
  • Sabtu, 28 Mei 2016 - 02:18:15 WIB
    Usaha Sampingan Pasukan Kuning

    Sejuta Asa dari Tumpukan Sampah

    Sejuta Asa dari Tumpukan Sampah PADANG, HALUAN — Raut wajah tuanya mengernyit saat ditampar panas terik matahari Kota Padang. Peluh menetes tak henti-henti dari kening seorang pengabdi ling­kungan dan kebersihan. Namanya Yardiman (51). Ta­ngannya yang .
  • Sabtu, 30 April 2016 - 03:05:36 WIB
    Heri Penjual Besi Tua

    Dulu Pemulung Sekarang Pengumpul

    Dulu Pemulung Sekarang Pengumpul PADANG, HALUAN — Per­pisahan orang tua dan kebu­tuhan untuk bertahan hidup, membuat Heri Afrianto (32) memutuskan merantau seo­rang diri ke Padang sejak usia 12 tahun pada 1996. Tinggal bersama seorang sanak famili di Pu.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM