ORGANDA TOLAK PENAMBAHAN

Trans Padang Ancam Angkot


Rabu, 02 November 2016 - 01:27:20 WIB
Trans Padang Ancam Angkot Bus Trans Padang.

PADANG, HALUAN - Pe­nam­bahan bus dalam kota seperti Trans Padang (Damri) yang ren­cananya akan dioperasikan kem­bali diundur. Pasalnya, dari be­berapa pihak masih ada yang belum setuju Damri tersebut dioperasikan.

Ketua Organda Kota Padang Syofyan Molensky pada Haluan, Selasa (1/11) mengatakan menolak dengan adanya penam­bahan bus Damri dalam kota.

Pasalnya, selain tidak adanya koordinasi dengan pengusaha angkot dan koperasi, penambahan bus Damri dianggap mubazir saja.

“Dishub secara diam-diam saja dan tanpa berkoordinasi dengan pengusaha angkot serta organda untuk penambahan angkutan. Kemudian penambahan tersebut akan me­mati­kan pendapatan angkot karena terlalu banyak angkutan umum,” terangnya.

Dikatakannya, sesuai rapat, seluruh pengusaha angkot Kota Padang jelas-jelas telah menolak adanya penambahan bus Damri. Penolakan tersebut sudah disampaikan kepada Dishub dan walikota.

“Kita juga sudah sampaikan ke walikota bahwa kita menolak dan Walikota mendukung serta tidak menyetujui adanya penambahan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Padang dan Kominfo Padang Dedi Henidal membenarkan bahwa diundurnya pero­perasian bus Damri karena ada pihak yang menolak. Untuk itu, akan dibicarakan kembali dengan DPRD untuk mencarikan solusinya.

“Kita butuh penambahan bus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada jam sibuk seperti pagi dan siang. Karena selama ini kendalanya penumpang lama menunggu di halte trans dan hal tersebut menjadi keluhan,” ujarnya.

Tencananya, bus damri tersebut akan brroperasipada pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Lalu berhenti dan dilanjut­kan beroperasi pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Kita butuh pada jam sibuk tersebut supaya penumpang bisa tertampung tanpa lama menunggu dan berdesakan di bus Trans Padang,”terangnya.

Dikatakan Dedi, rencana tersebut ternyata ditolak oleh Organda dengan alasan akan mengancam keberadaan sopir angkutan kota (angkot). Dengan kendala tersebut maka bus Damri belum bisa dioperasikan.

“Organda bilang jika bus Damri be­roperasi maka sopir angkot bisa tidak ada penumpang. Itulah solusi yang akan kita carikan,” pungkasnya. (h/win)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM