UMP Sumbar Ditetapkan Rp1.949.248


Rabu, 02 November 2016 - 01:34:34 WIB
UMP Sumbar Ditetapkan Rp1.949.248

PADANG, HALUAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, resmi me­ngumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Selasa (1/11). Dibandingkan dengan UMP tahun 2016, UMP tahun 2017 naik sebesar 8,25 persen, atau dari Rp1.800.725 di tahun 2016, naik menjadi Rp1.949.248 di tahun 2017 mendatang.

Kenaikan UMP Sumbar tahun 2017 itu, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumbar, yang telah ditanda­tangani pada 28 Oktober 2016 lalu.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai rapat ketahanan pangan di Aud­itorium Gubernuran, Selasa (1/11) mengatakan, UMP Sumbar tahun 2017 naik sebesar 8,25 persen. Dia berharap, agar kenaikan UMP tersebut akan dapat mendorong upaya peningkatan kese­jahteraan masyarakat. Kenaikan UMP terang Irwan, juga diharapkan akan ikut meningkatkan produktifitas dan sema­ngat kerja.

“Kalau UMP naik, tentu pendapa­tan masyarakat meningkat. Hal itu tentu akan turut meningkatkan daya beli masyarakat. UMP ini untuk mengu­rangi kesenjangan upah antara peneri­ma upah terendah dan tertinggi. Jadi perusahaan sangat disarankan membayar gaji pegawai sesuai UMP. Tapi kalau yang sudah menggaji lebih tinggi, juga tidak boleh menurunkannya,” ujar Irwan.

UMP tahun 2017 dihitung sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015. Dengan rumus UMP tahun depan = UMP tahun berjalan + (UMP tahun berjalan x (inflasi + PDRB). Untuk tahun 2017 UMP Sumbar sebesar Rp 1.949.248, sedangkan UMP tahun 2016 sebesar Rp1.800.725.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Nasri­zal Nazarudin didampingi Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja, Hel­neliza mengatakan, inflasi nasio­nal berada pada angka 3,07 dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 5,17 persen, yang artinya jumlah UMP 2017 mencapai Rp1.949.284.

Jumlah tersebut mengacu pada penghitungan UMP sesuai PP Nomor 78/2015 dan kenaikan berdasarkan surat Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi, yang mengamanatkan bahwa angka penghitungan UMP ber­dasarkan inflasi nasional dan PDRB. “Penghitungan tetap meng­gu­nakan formula yang sudah ditetapkan oleh PP Nomor 78/2015,” ujarnya.

Diketahui, sesuai PP Nomor 78/2015 formula penghitungan UMP yaitu UMP tahun depan = UMP tahun berjalan + (UMP tahun berjalan x (inflasi + PDRB)). Saat ini UMP tahun berjalan di Sumbar senilai Rp1.800.725. Jika inflasi nasio­nal mencapai 3,07 persen, ditambah dengan pertumbuhan eko­nomi 5,17 persen, maka pa­ling tidak kenaikan UMP menca­pai Rp148.559. Maka akan dite­mukan angka UMP Sumbar Rp1.949.284.

Pada 2015, Pempov Sumbar menetapakan UMP tahun 2016 sebesar Rp1.800.725. Kenaikan waktu itu mencapai 11,5 persen. Dengan nominal Rp1.615.000 UMP 2015, kemudian naik men­jadi Rp1.800.725 pada tahun 2016. “Nanti hasilnya akan kita umumkan secara resmi pada 1 Novemver 2016,” ujarnya.

Bahkan sebelumnya, UMP Sumbar diperkirakan bisa men­capai Rp2 juta, jika penghitu­ngan tetap mengacu pada PP Nomor 78/2015. Sesuai PP Nomor 78/2015 formula penghitungan UMP yaitu UMP tahun depan = UMP tahun berjalan + (UMP tahun berjalan x (inflasi + per­tumbuhan ekonomi).

Contohnya, saat iniUMP ta­hun berjalan di Sumbar senilai Rp1.800.725. Jika diasumsikan inflasi nasional mencapai 5 per­sen saja, ditambah dengan per­tum­buhan ekonomi 5 persen, maka paling tidak kenaikan UMP mencapai Rp180.000. Dengan itu diperkirakan UMP Sumbar Rp1.980.000. Jumlah tersebut jika inflasi, ditambah pertum­buhan ekonomi hanya mencapai 10 persen. Namun, dengan pergerakan ekonomi nasional belakangan, inflasi cenderung lebih tinggi.

Ia juga mengatakan, meskipun tingginya desakan agar PP 78/2015 dicabut, namun pemerintah tetap dengan keputusannya menggunakan rumus tersebut karena dianggap lebih efektif jika dibandingkan dengan cara sebe­lumnya yakni dengan menggu­nakan survey KHL. (h/rin)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM