Polisi Libatkan Dua KAN dalam Kasus Pengeroyokan


Kamis, 03 November 2016 - 00:20:09 WIB
Polisi Libatkan Dua KAN  dalam Kasus Pengeroyokan LPM Kampung Manggis dan Tokoh Masyarakat saat mendatangi Mako Polres Padang Panjang, Selasa (1/11). (APIZ JACKSON)

PADANG PANJANG, HALUAN – Kasus pengeroyokan yang dialami oleh Hendri Dt. Marajo Nan Sati (40), warga RT 06 Sungai Andok Kelurahan Kampung Manggis oleh sekelompok warga yang mengatasnamakan pemilik tanah ulayat di kawasan Sungai Andok terus berlanjut. Pasalnya, polisi sudah memanggil sejumlah saksi, baik saksi pelapor (korban) maupun pelaku pengeroyokan.

Kapolres Kota Padang Panjang, AKBP Cepi Noval saat dikonfirmasi Haluan Selasa (1/11) menyebutkan, proses pengeroyokan dengan korban Hendri akan terus diproses sesuai hukum dengan memintai keterangan saksi-saksi termasuk Dt Gamuak bersama empat orang lainnya yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Proses berlanjut. Kita akan panggil saksi korban dan pelaku pengeroyokan,” sebut Cepi Noval. Cepi mengatakan, pihaknya juga masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit guna memastikan bagian tubuh korban yang terluka dalam penganiayaan.

“”Tadi saya juga sudah menyampaikan kepada walikota, untuk melibatkan ninik mamak kedua KAN menyelesaikan permasalahan ini. Tetapi, kasus kriminalnya tetap kita yang tangani,” ungkap Cepi Noval.  

Dikawal LPM dan Tokoh Masyarakat

Sementara, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kampung Manggis bersama unsur perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat setempat, menyatakan sikap untuk mengawal kasus penganiayaan terhadap salah seorang warga kelurahan Kampung Manggis dengan mendatangi Mako Polres Padang Panjang, Selasa (1/11) pagi.

Ketua LPM, Heri Gusman menyampaikan, kasus pengeroyokan terhadap salah seorang warganya itu telah mendapatkan perhatian seluruh lembaga di kecamatan.

Keterlibatannya untuk menggiring kasus  penganiayaan itu semata untuk mencari keadilan, bukan ada maksud yang lain. “Sementara terkait persolaan sangketa lahan ataupun  tanah ulayat yang menjadi penyebab terjadinya pengeroyokan warga,” jelas Mak Andi lagi.

Dirinya tidak mau ikut campur dalam persoalan itu. Dimana persoalan tanah ulayat merupakan persoalan antara KAN Nagari Gunung dengan KAN Bukik Surungan.  (h/mg-pis)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM