Meski Dinyatakan Ilegal, Penambangan Pasir Masih Berjalan


Kamis, 03 November 2016 - 00:33:39 WIB
Meski Dinyatakan Ilegal, Penambangan Pasir Masih Berjalan TRUK pengangkut pasir masih keluar masuk untuk membawa pasir yang dikeruk dari dalam Muaro Panjalinan, Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah Padang. (CHAIRUL SURF)

PADANG, HALUAN—Ak­tivitas pengerukan sekaligus tambang pasir di Muaro Panjalinan, Batang Kabung Ganting, Keca­matan Koto Tangah Padang, masih ber­jalan meskipun telah dinya­takan Ilegal oleh Dinas Ener­gi Sumber Daya Mineral (ES­DM) Pro­vinsi Sumbar.

Dari pantauan Haluan ke lokasi tambang, Rabu (2/11) terlihat truk pengangkut pasir masih keluar masuk untuk membawa pasir yang dikeruk dari dalam muara.

Truk yang membawa pa­sir tidak hanya yang menggu­nakan plat merah, tetapi juga hitam dan kuning.

Sebelumnya, penam­ba­ngan sem­pat terhenti selama dua hari karena ada warga yang protes dengan adanya aktifitas tersebut, namun sekarang berjalan kembali.

Saat ditemui di Kan­tor­nya Camat Koto Tangah, Syahrul mengaku tidak me­nge­tahui hal tersebut. Ia hanya mendapat kabar kalau pasir atau kerikil dari hasil galian tersebut akan dise­rahkan kepada warga setem­pat, tidak untuk diperjual belikan.

Syahrul mengatakan akan segera menelusuri dan me­nindak lanjuti kasus itu, hingga ada kejelasan dari pekerja yang bersangkutan.

Pasalnya, sampai seka­rang belum ada konfirmasi dari pihak terkait kepada dirinya, baik dari penegak hukum maupun pemerintah terkait bagaiman kelanjutan penanga­nan­nya.

Sebelumnya, Dinas Energi Sum­ber Daya Mineral (ES­DM) Provinsi Sumbar, me­nga­ku be­lum menerima per­mintaan Izin Usaha Penam­bangan (IUP) dari pihak ber­sang­kutan.

Kepala Dinas ESDM Sum­bar, Heri Martinus, me­lalui Kepala Bidang (Kabid) Mineral Batubara Panas Bu­mi dan Air Tanah, Benni Azhar me­nga­takan, dalam Un­dang-undang (UU) No­mor 4 Ta­hun 2010 menye­butkan, kegiatan pe­ngerukan dan penggalian yang meng­hasilkan barang tambang berupa batu, pasir, kerikil, dan barang tambang lainnya dan hasilnya dimanfaatkan un­tuk kepentingan umum, se­muanya harus memiliki izin.

“Seperti halnya apa yang dila­kukan di Muaro Pan­jalinan itu, kalau kegiatan tersebut tidak me­miliki izin tentu bisa digolongkan pada kegiatan ilegal,” katanya.

Dikatakannya, jangankan untuk kegiatan seperti nor­malisasi di Muaro Panjalinan, kegiatan pele­baran jalan yang secara tidak sengaja menggali ba­rang tambang dan barang tersebut dipergunakan

apakah untuk timbunan atau apapun juga, harus me­miliki izin,” katanya.(h/mg-rul)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]