747 Hektare Kawasan Sumbar Masih Kumuh


Kamis, 03 November 2016 - 00:53:03 WIB

Di tengah gencarnya pembangunan, rupanya masih ada kawasan kumuh di Sumbar. Ribuan warga, bahkan menempati kawasan kumuh yang luasnya ratusan ribu hektare itu. Pemerintah harus segera mencarikan solusinya.

PADANG, HALUAN — Ber­dasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tahun 2014 di Sumbar masih ter­dapat kawasan kumuh seluas 747.28 Ha. Kondisi ini tentu jadi perseden buruk di tengah gencarnya pembangunan. Per­­­lu dicarikan solusi untuk mengentaskannya.

Sebagai salah satu langkah mewujudkan sasaran RPJMN 2015-2019 kota tanpa kumuh di tahun 2019, Direktorat Jenderal Cipta Karya me­ngi­ni­siasi pembangunan plat­form kolaborasi melalui Pro­gram Tanpa Kumuh (Kotaku).

Tim Leader Konsultan Ma­najemen Wilayah (KMW) I Sumbar Afriadi yang di­dam­pingi TA Sosialisasi KMW Provinsi Sumbar Robby Hotter menjelaskan, program Kotaku dirancang bersama dengan pemerintah daerah sebagai nahkoda dalam mewujudkan pemukiman yang layak huni di wilayahnya.

Program ini bertujuan un­tuk meningkatkan akses ter­hadap infrastruktur dan pe­layanan dasar di pemu­ki­man kumuh perkotaan untuk men­dukung terwujudnya pe­mu­kiman yang layak huni, pro­duktif dan berkelanjutan. Pro­gram ini dilaksanakan di 11 kabupaten kota, 35 keca­matan dan 355 kelurahan/desa.

“Ada dua kategori lokasi fasilitasi pelaksanaan program Kotaku yakni, 92 keluraha/desa kategori lokasi pe­na­nga­nan kawasan kumuh, yang mana sebelumnya lokasi ini telah di SK-kan oleh kepala daerah. Kemudian lokasi pen­cegahan kawasan kumuh yang berada di 263 kelurahan/desa,” jelasnya, saat sosialisasi dan whorkshop strategi komu­nikasi program Kotaku, Rabu (2/11) di Hotel Bumi Minang Padang.

Saat ini program Kotaku masih dalam tahap persiapan, dan perencanaan, sesuai de­ngan target program di akhir tahun ini sudah tersusun do­kumen perencanaan tingkat kota yakni RP2KPKP dan di­tingkat masyarakat RPLP, RTPLP dan DED. Selain itu, dita­hun ini juga sedang ber­jalan kegiatan program BDC, PLPBK, PPMK, keuangan Mi­kro Syariah dan kolaborasi dibeberapa kota/kabupaten yang akan mendukung pro­gram Kotaku dalam per­cepa­tan pe­ngurangan ka­wasan ku­muh.

Ia juga mengaku, saat ini sasarannya memang untuk mengajak masyarakat ba­gai­mana peduli terhadap ling­kungan kumuh, namun disisi lain pihaknya juga tidak me­ngabaikan lingkungan ber­sih dan masyarakat yang su­dah memahami serta me­nyadari ba­gaimana pen­ting­nya men­jaga lingkungan ber­sih ini.

“Memang kita akan fokus untuk lingkungan kumuh, tapi tanpa mengabaikan yang sudah ada saat ini. Artinya, kita tetap mengkampanyekan bagaimana mencegah mi­sal­nya dengan menerapkan Pe­rilaku Hidup Sehat. Apakah itu dengan membuang sampah pada tempatnya, atau me­ngelola limbah dengan baik,” ujarnya. (h/rin)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM