UKM PHP Laporkan Unand ke Komnas HAM


Kamis, 03 November 2016 - 01:31:01 WIB
UKM PHP Laporkan  Unand ke Komnas HAM

PADANG, HALUAN — Unit Kegiatan Maha­siswa (UKM) Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) melaporkan Universitas Andalas (Unand) ke Komnas HAM Perwakilan Sumatera Barat, Rabu (2/11). Laporan tersebut masih terkait dengan keprihatinan mahasiswa terhadap keamanan di lingkungan kampus.

Ketua UKM PHM, Muhammad Ridho me­ngungkapkan bahwa langkah tersebut diambil karena UKM PHP merasa hak asasi mahasiswa untuk mendapatkan rasa aman telah dilanggar. Berdasarkan catatan Polsek Pauh, sejak 2013—Oktober 2016, telah terjadi sebanyak 173 kasus pencurian sepeda motor di Unand.

Sementara itu, kata Ridho, hampir setiap hari juga terjadi kehilangan aksesoris sepeda motor, seperti helm. “Mahasiswa sudah tidak tahan dengan kondisi ini,” ungkapnya kepada perwa­kilan Komnas HAM, Rabu (2/11).

Ridho juga menjelaskan, sebe­lumnya UKM PHP sudah mela­porkan hal yang sama ke Om­budsman Republik Indonesia, DPRD Sumatera Barat dan Kem­ristekdikti. Melalui laporan terse­but, diharapkan lembaga-lembaga negara itu bisa menekan Unand untuk segera meningkatkan ke­amanan kampusnya.

“Kami sudah sering melaku­kan aksi dan audiensi, tetapi kurang ditanggapi. Makanya kami mengadu ke lembaga yang lebih tinggi,” kata Ridho melan­jutkan. Juru Bicara UKM PHP, Mu­ham­mad Ichsan, berharap upaya yang mereka lakukan menda­patkan tanggapan dari pihak kampus. “Kampus diharapkan jangan diam,” ujarnya.

Ridho menambahkan bahwa UKM PHP tidak sedang mencari panggung untuk bisa eksis. Apa yang mereka lakukan murni untuk memperjuangkan hak mahasiswa. “Bagi kami, yang terpenting kampus Unand bisa aman dan barang-barang mahasiswa terja­min,” kata dia.

Pelaksana Tugas Kasubag Umum Komnas HAM Perwakilan Sumbar, Mahdianur, mengatakan bahwa laporan tersebut telah diterima. Selanjutnya, akan di­ben­tuk tim untuk mengkaji la­poran tersebut. Selain itu juga akan dilakukan tinjauan ke lapa­ngan.

Respon Kampus

Wakil Rektor II Unand, Asdi Agustar, mengatakan bahwa diri­nya sudah melakukan inven­tari­sasi data kehilangan kendaraan bermotor di Unand, seperti waktu dan tempat kejadian untuk peren­canaan ke depan. Langkah-lang­kah yang diambil antara lain, relokasi tempat parkir tidak resmi di jalan tengah kampus Unand, penugasan satuan pengamanan untuk mengawasi dan mengin­dentifikasi kendaraan yang keluar di setiap tempat parkir dan pe­nambahan jam pengamanan tem­pat parkir hingga pukul 18.00.

“Pencurian marak terjadi pada pukul 16.00—18.00 WIB. Selama ini ternyata pada jam-jam tersebut satuan pengamanan sudah pu­lang, sedangkan mahasiswa masih kuliah hingga pukul 17.30,” ujar Asdi kepada Haluan melalui sam­bungan telepon.

Selanjutnya, mahasiswa juga diminta untuk tidak lalai dan memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang telah disediakan. Terkait pengadaan CCTV, Asdi mengatakan bahwa di beberapa titik kampus, seperti gerbang utama dan beberapa tempat parkir sudah dipasang, namun kualitas gambarnya masih rendah se­hingga tidak bisa digunakan untuk melacak pencuri.

“Lima tahun sebelumnya su­dah pernah diadakan, tapi justru menyebabkan macet. Pengadaan barrier gates tidak cocok karena tidak didukung oleh kondisi jalan menuju kampus yang menanjak,” kata dia melanjutkan.

Asdi pun mengungkapkan bahwa keamanan kampus sudah lebih baik daripada tahun sebe­lumnya, terbukti dengan berku­rangnya jumlah kasus pencurian sepeda motor tahun ini. (h/mg-sas)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]