Mabes Polri Ungkap Penyelundupan Narkotika Dalam Kompresor Pembersih Kandang Ayam


Kamis, 03 November 2016 - 17:51:41 WIB
Mabes Polri Ungkap Penyelundupan Narkotika Dalam Kompresor Pembersih Kandang Ayam Sejumlah tersangka saat diamankan di Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri, Kamis (2/11). Barang bukti yang berhasil diamankan dari jaringan China 135 kilogram dan Malaysia dengan jenis Methaphetamin 6,8 kilogram. BARESKRIM

JAKARTA, HALUAN—Dua sindikat peredaran narkoba internasional berhasil diungkap Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Dengan digagalkannya sindikat tersebut, ratusan nyawa manusia berhasil diselamatkan.

 

"Dua sindikat peredaran narkoba terbuka kedoknya. Sindikat pertama jaringan China-Hongkong-Bogor-Banten-Jakarta, jenis sabu dengan 135 kilogram. Sindikat kedua jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan jenis narkotikanya methaphetamine dengan berat kurang lebih 6,8 kilogram,” terang Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto, menggelar Konfrensi Pers di Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri, Jakarta, Kamis, (3/11).

 

Ia mengatakan, jika diasumsi 1 gram disalahgunakan oleh 4 penyalahgunaan, maka sudah ada kurang lebih 567.200 nyawa manusia Indonesia yang terproteksi dari kubangan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, pengembangan dari pengungkapan ini juga terus dilaksanakan.

 

“Sindikat ini adalah kamuflase penyelundupan barang haram dengan berbagai cara. Mulai dari memasukkan narkoba pada kompresor pembersih kandang ayam hingga mengemasnya dalam plastik klip lalu dibungkus menggunakan alumunium foil,” terang Ari.

 

Menurutnya, gaya penyelundupan dan placement-nya yang semakin ke sini juga tidak lagi konvensional, memacu kita semua untuk lebih visioner dalam pengungkapan penyelundupan narkoba.

 

Dijelaskannya, pelaku dari jaringan China-Hongkong-Bogor-Banten-Jakarta, berinisial CC alias A yang memiliki paspor asal Tiongkok. Penangkapan dilakukan di kawasan Kosambi Timur, Tangerang. Barang bukti yang berhasil disita mulai dari 5 unit kompresor pembersih kandang ayam, mobil, telepon genggam, timbangan hingga bungkus plastik klip.

 

Sementara dari jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan, 4 terduga tersangka mesti menghuni tahanan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri. Penangkapan para terduga tersangka dari jaringan yang beroperasi dengan menggunakan speed boat ini, dilakukan di Batam dan Aceh. 

 

Barang bukti yang disita mulai dari buku rekening dari berbagai bank, alat pres, timbangan digital, telepon genggam, dua ruko, speed boat hingga mobil.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 23 April 2019 - 23:36:42 WIB

    Diduga Retas Website KPU, Seorang Remaja Payakumbuh Diamankan Mabes Polri

    Diduga Retas Website KPU, Seorang Remaja Payakumbuh Diamankan Mabes Polri PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM--Bareskrim Mabes Polri bersama Polres Payakumbuh lakukan penangkapan terhadap seorang remaja asal Payakumbuh yang diduga mencoba meretas website KPU RI. .
  • Jumat, 16 Juni 2017 - 12:30:09 WIB
    Dugaan Korupsi di Bank BPD Papua, BPK : Kerugian Capai Rp351 Miliar.

    Mabes Polri

    Mabes Polri JAKARTA, HARIANHALUAN—Bareskrim Mabes Polri meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pemeriksaan investigatif atas dua kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Pa.
  • Senin, 29 Mei 2017 - 17:37:04 WIB
    DIDUGA SEBARKAN UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL

    Pegawai Diniyah Putri Diciduk Mabes Polri

    Pegawai Diniyah Putri Diciduk Mabes Polri PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM — Jajaran Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Minggu (28/5) sore, menangkap Ahmad Rifa'i Pasra, seorang pegawai di Pondok Pesantr.
  • Senin, 29 Mei 2017 - 10:06:38 WIB

    Soal Dokter Fiera, Mabes Polri Sebut Ada yang Coba Mengadu Domba

    Soal Dokter Fiera, Mabes Polri Sebut Ada yang Coba Mengadu Domba PADANG, HALUAN – Polemik status Facebook Fiera Lovita, seorang dokter di RSUD Solok, yang dianggap menyudutkan Habib Rizieq Shihab (HRS), kian viral dan jadi isu nasional. Bahkan, Mabes Polri juga ikut berkomentar dan menen.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM