BPSK Bantu Mediasi Konsumen yang Bersengketa


Kamis, 03 November 2016 - 23:55:36 WIB

SOLOK, HALUAN — Pemilik kendaraan ber­motor paling mendominasi mengadu pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Solok karena yang bersangkutan sering dirugikan oleh lembaga-lembaga leasing dalam memperoleh dana, yang dilakukan dengan menggadaikan surat-surat berharga kendaraan mereka.

“Berdasarkan catatan BP­SK, sepanjang tahun 2016, badan leasing sering diadukan konsumen pemilik kendaraan karena konsumen sering me­manfaatkan badan itu untuk mendapatkan uang dalam beru­saha, namun dalam perja­lanannya masyarakat sering menghadapi kendala, terutama untuk menarik kembali surat-surat berharga setelah diga­daikan,” jelas Yanton, Kepala Bidang Perdagangan dan Jasa pada Dinas Koperasi Pe­rin­dustrian Perdagangan Kota Solok, Selasa (1/11).

Sejak hadirnya BPSK di Kota Solok yang dibentuk berdasarkan UU No 8 tahun 1999, beberapa tahun lalu, sudah sering dimanfaatkan konsumen jika terjadi persoalan dengan berbagai elemen pen­jual jasa, baik jasa gadai, reke­ning listrik dan air bersih. Penyelesaian sengketa antara konsumen dan elemen tersebut selalu dilaksanakan sesuai amanat UU tersebut.

Di Kota Solok memang tidak banyak persoalan kon­sumen yang selalu dirugikan namun tiap bulan selalu ada yang mengadu ke BPSK. Peng­aduan yang sering masuk ten­tang gadai surat-surat ken­daraan di badan leasing.

Diakui Yanton, banyak pemilik kendaraan yang mem­butuhkan uang untuk usaha maupun kebutuhan lainnya, untuk mendapatkan uang itu, konsumen sering meman­faat­kan jasa gadai.

Awalnya memang badan leasing itu dengan gampang mengeluarkan dana sesuai yang dibutuhkan nasabah asalkan surat-surat berharga ada, kemu­dian konsumen disodorkan berbagai persyaratan sebagai pengikat. Sayangnya banyak konsumen yang tidak membaca persyaratan dan langsung me­nandatangani surat perjanjian.

Dalam perjalanan, kon­sumen sering menunggak pem­bayaran cicilan bahkan sampai 3 bulan. Sesuai ketentuan di badan leasing, konsumen yang menunggak, kendaraannya ditarik. Inilah yang muncul masalah dan konsumen me­ngadu ke BPSK.

“Dari hasik penelusuran, BPSK melakukan mediasi dan memanggil pihak-pihak ber­sengketa. Dari hasil mediasi ke 2 belah pihak sering memak­lumi dan menemui titik terang,” terang Yanton.

Tidak hanya tu, malahan juga ada konsumen air bersih yang diselesaikan BPSK, kon­sumen tidak terima harus mem­bayar Rp 3 juta karena me­nunggak dan airnya diputus. Setelah BPSK turun ke la­pangan, akhirnya disepakati konsumen tersebut membayar Rp 1 juta dan air kembali disambung ke rumahnya.

Pada hakekatnya, BPSK selalu berkiblat pada kebenaran sehingga tidak muncul per­selisihan antara konsumen dan penjual jasa.(h/alf)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2016 - 03:37:01 WIB

    BPSK Pasbar Dilantik

    BPSK Pasbar Dilantik PADANG TUJUAH, HALUAN — Guna memberikan kemudahan secara pelayanan teknis dan administratif, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Pasaman Barat, Ketua BPSK, Rabu (20/1) melantik Kepala dan Anggota Sekretar.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM