Triwulan III 2016, Investasi di Sumbar Rp4 Triliun


Jumat, 04 November 2016 - 00:14:08 WIB

PADANG, HALUAN — Hingga tri­wu­lan III 2016, jumlah investasi di Sum­bar mencapai Rp4 triliun. Jumlah ter­sebut sudah melebihi angka yang di­targetkan oleh Badan Koordinasi Pe­nanaman Modal (BKPM) Pusat untuk Sumbar yang sebesar Rp3,8 triliun.

“Meskipun sudah melebihi yang ditargetkan, tetapi kami tetap berharap hingga akhir tahun 2016 ini masih ada perusahaan yang menanamkan modal di Sumbar,” ujar Kepala Badan Koor­dinasi Penanaman Modal dan Pelaya­nan Perizinan Terpadu (BKPM-PPT) Sumbar, Maswar Dedy, Kamis (3/11).

Untuk meningkatkan investasi di Sumbar, kata Maswar Dedy, Pemprov Sumbar tetap melakukan sosialisasi dan koordinasi ke sejumlah negara, seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan menawarkan se­jumlah peluang investasi ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Berdasarkan data BKPM-PPT Sum­bar, nilai investasi yang sudah ma­suk ke Sumbar terdiri dari Pena­naman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,52 triliun, dan Penanaman Modal Da­lam Negeri (PMDN) senilai Rp3,1 triliun.

Saat ini, kata Maswar Dedy, inves­tor yang mendominasi di Sumbar ma­sih investor dalam negeri. Inves­ta­sinya lebih banyak pada sektor ma­kanan dan pariwisata. Sementara untuk sektor pertambangan masih dalam perpanjangan izin serta dari BUMN.

“Jika diklasifikasi, investasi lebih banyak pada sektor produsen maka­nan. Sisanya pada sektor pertam­bangan dan pariwisata,” ujarnya.

Kendala yang dihadapi Pemprov Sumbar untuk mendatangkan inves­tor, kata Maswar Dedy, masih per­soalan lahan. Untuk itu, BKPM-PPT membentuk sebuah tim yang bertugas untuk menyelesaikan persoalan lahan, sehingga ketika investor mem­bu­tuhkan lahan, BKPM-PPT ber­ko­ordinasi dengan tim tersebut.

“Saat ini masih minim yang in­ves­tasi padat karya. Pemprov Sumbar se­dang mengupayakan hadirnya in­ves­tasi padat karya sehingga menye­rap tenaga kerja yang banyak. Bela­kangan yang datang adalah investasi padat modal dan teknologi, seperti pem­bang­kit listrik tenaga mikro hidro,” tuturnya.

Melihat potensi Sumbar yang banyak dibidang pariwisata, properti dan pertambangan, Pemprov Sumbar menawarkan pada Abu Dhabi agar bisa menanamkan investasinya di Sumbar. Belakangan ini, Abu Dhabi melirik Singapura dan Malaysia untuk ber­investasi. Dengan itu, ada peluang untuk ditarik ke Sumbar. Investasi yang ditawarkan adalah sektor pari­wisata, pelabuhan, dan properti.

“Mereka sangat minim informasi tentang Indonesia. Mereka lebih banyak ke Thailand, Singapura, dan Malaysia. Makanya kami sampaikan kondisi Sumbar yang masyarakat muslimnya mencapai 99,9 persen,” ucap Maswar Dedy.

Ia menambahkan, penawaran investasi tersebut disambut baik oleh Abu Dhabi. Pengusaha dan kerajaan dari Abu Dhabi akan datang untuk memantau kondisi Sumbar. Untuk menyikapi kedatangan investor dari Abu Dhabi, Pemprov Sumbar diminta menyiapkan daerah-daerah yang akan ditawarkan untuk investasi. Persiapan itu, di antaranya studi kelayakan dan ketersediaan lahan. (h/rin)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 06:23:14 WIB

    Triwulan II 2016, BI Prediksi Perekonomian Sumbar Tumbuh 5,8 Persen

    Triwulan II 2016, BI Prediksi Perekonomian Sumbar Tumbuh 5,8 Persen PADANG, HALUAN — Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan ekonomi Sumbar pada triwulan II 2016 relatif lebih baik karena ada pergerakan konsumsi pemerintah pada triwulan dua ini. Pada triwulan I, konsum.
  • Kamis, 21 April 2016 - 02:22:59 WIB
    BNI Syariah

    Laba Triwulan 1 Tumbuh 64,62 Persen

    JAKARTA, HALUAN — Walaupun kondisi ekonomi tahun ini belum menunjukkan perbaikan cukup berarti karena masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat, tahun ini kinerja BNI Syariah dibuka dengan cukup baik. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM