Pemprov Sumbar Tingkatkan Pengembangan Budidaya Kakao


Jumat, 04 November 2016 - 00:21:06 WIB
Pemprov Sumbar Tingkatkan Pengembangan Budidaya Kakao GUBERNUR Sumbar, Irwan Prayitno dan Kepala Dinas Perkebunan Sumbar, Fajarudin memperagakan buah kakao ukuran jumbo, Rabu (2/11) lalu.

PADANG, HALUAN — Peme­rintah Provinsi melalui Dinas Perkebunan terus memberikan pencerahan pada masyarakat khu­sus­nya petani, dalam mengem­bangkan budidaya kakao bermutu dan berkualitas.

Rabu (2/11), Disbun Sumbar menggelar pertemuan tahunan musyawarah pengembangan kakao se-Sumbar, di Balubui Kecamatan Guguk Kabupaten Limapuluh Kota. Musyawarah tersebut diha­diri sekitar 170 peserta yang berasal dari 12 kabupaten/kota.

Dalam sambutan tertulisnya, Kepala Dinas Perkebunan Sumbar, Fajarudin mengatakan, komoditi perkebunan merupakan salah satu komoditi penting di Sumbar. Sebab telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa bagi daerah. 

“Dalam 10 tahun terakhir kakao berkembang pesat dan merupakan komoditi paling ba­nyak mendapat perhatian di mas­ya­rakat,” terang Fajar. 

Sejak dicanangkannya pe­ngem­bangan kakao pada 2006 oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, program pengembangan kakao digalakkan secara besar-besaran. Baik melalui penganggaran peme­rintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Hingga 2014, luas areal kakao di Sumbar mencapai 157. 578 hektare. Dengan produksi 81.044 ton. Dilihat dari jumlah itu terjadi peningkatan 600 persen dibanding 2006, yang hanya 25 ribu hektare. 

Selama ini, Disbun Sumbar telah melakukan banyak hal dalam pengembangan kakao. Selain mem­berikan bantuan bibit kakao, Disbun juga melakukan berbagai kegiatan lain, guna mendukung program yang ada. “Termasuk bantuan alat pangkas, alat UPH maupun untuk peningkatan SDM bagi petani,” ujarnya. 

Setidaknya hampir 2.500 pe­tani tiap tahun mendapatkan peningkatan SDM. Baik melalui pelatihan, sekolah lapangan atau studi banding yang tidak hanya dilakukan melalui pemerintah provinsi, pusat, kabupaten serta lembaga swadaya masyarakat lain. 

Sejak 2012, pemerintah Sum­bar telah membangun kerjasama dengan berbagai elemen termasuk NGO. Antara lain Swisscontact, CSP, Save the children, control union, forum kakao, asosiasi kakao dan lain sebagainya. Kerjasama tersebut dilakukan untuk keber­hasilan pengembangan kakao di Sumbar, sebab semuanya tidak bisa dilakukan sendiri. Namun harus melibatkan banyak pihak. 

Sementara, Ketua Pelaksana Musyawarah Pengembangan Ka­kao se-Sumbar (MPKS), Yusniar mengatakan, MPKS bertujuan untuk mendorong pengembangan usaha perkakaoan Sumbar, de­ngan meningkatkan kemauan petani, mengelola kebunnya seca­ra intensif. Dengan menerapkan budidaya GAP. Fungsinya meng­optimalkan produktivitas, serta melakukan proses panen/pasca panen sesuai standar dan mela­kukan penataan sistim perdaga­ngan yang sama-sama me­ngun­tungkan, antara petani dengan pengusaha.

“Masalah utama yang diha­dapi petani kakao, saat ini masih rendahnya pendapatan mereka. Ini karena masih rendahnya pro­duktivitas sedangkan potensinya bisa mencapai sekitar 2,5 ton per hektare per tahun. Di samping itu juga karena kualitas biji yang dihasilkan masih rendah sehingga komoditas kakao belum menjadi sumber pendapat utama bagi ke­luar­ga petani,” ujar Yusniar  (h/vie)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM