Pengobatan Massal Filariasis Sentuh 762.742 Warga Padang


Jumat, 04 November 2016 - 00:26:21 WIB
Pengobatan Massal Filariasis Sentuh 762.742 Warga Padang

PADANG, HALUAN—Pemberian Obat Massal  Pencegahan ( POMP) Filariasis di Kota Padang mencapai 92 persen dari 828. 371 sasaran. Dari jumlah sasaran yang diharapkan, sudah sebanyak  762.742 masyarakat yang mengikuti program POMP Filariasis ini.

Keberhasilan ini meru­pakan hasil kerjasama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pa­dang dengan 22 puskesmas, puskesmas pembantu (pus­tu), dan kader-kader yang lang­sung ditugaskan ke lapangan.

Baca Juga : Temui Mantan Wawako Padang Yusman Kasim, Hendri Septa Bicarakan Hal Ini

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Fery Mulyani, mengatakan pelaksanaan POMP Filariasis ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Mulyani mengatakan pe­ng­obatan ini dilakukan sela­ma Bulan Oktober dan dia­khiri dengan proses swe­e­ping pada minggu ke­empat.

Baca Juga : Bekas Atom Center Padang Disulap jadi Penampungan Anak Yatim

Filariasis merupakan pe­nyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya dalam dunia kesehatan. Jika sese­orang sudah menderita kaki gajah, maka hal ini akan terus menjalar hingga keseluruh tubuh.

Untuk mewaspadai ber­kembangnya cacing filariar dalam tubuh, maka dapat diatasi dengan meminum obat cacing, sehingga per­tumbuhan cacing tersebut akan terhambat dan  lama kelamaan akan mati.

Dalam proses pelak­sa­naan POMP Filariasis, be­berapa tim kesehatan turun ke sekolah dengan sasaran anak umur 4 tahun hingga 18 tahun.

Mereka dipastikan meminum di tempat, se­hingga tidak ada lagi siswa yang tidak meminum obat ini.

Sedangkan pemberian obat untuk masyarakat  dila­kukan melalui Posyandu dan juga petugas turun lang­sung ke lingkungan ma­syarakat dengan me­ngunjungi rumah-rumah, instansi, dan juga lembaga swasta lainnya.

Lebih lanjut, Mulyani mengatakan animo ma­syara­kat sangat tinggi untuk me­minum obat filariasis ini setelah mendapat penyuluhan mengenai akibat yang ditim­bulkan jika tidak meminum obat ini.

Suardi (43), warga Be­limbing ini mengatakan bia­sanya ia tidak suka meminum obat yang sering dibagikan oleh petugas ke rumahnya. Namun, setelah mendapat penyuluhan ia mulai memi­num setiap obat yang ia dapatkan dari petugas kese­hatan.

“Saya takut jika tidak meminum obat ini, maka cacing penyebab kaki gajah ini kan berkembang dalam tubuh, sehingga membutuh­kan biaya yang besar dalam pengobatannya. Lebih baik mencegah daripada mengo­bati,” katanya. (h/mg-eby)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]