Perteta Gelar Seminar Nasional Ketahanan Pangan


Jumat, 04 November 2016 - 01:21:38 WIB
Perteta Gelar Seminar Nasional Ketahanan Pangan STAF Ahli Menteri Pertanian, Sam Herodian beserta ahli dan akademisi lainnya menjelaskan kehadirannya di Kota Padang untuk memberikan arahan tentang ketahanan pangan di Sumatera Barat di Padang, Kamis (3/11). (JULI ISHAQ PUTRA)

PADANG, HALUAN — Ahli, akademisi dan praktisi teknologi pertanian terus berusaha menemukan solusi mencapai ketahanan pangan di Indonesia. Sebagaimana Seminar Nasional bertema Mencapai Ketahanan Pa­ngan dengan Kearifan Lokal, yang digelar Perhimpunan Teknik Pertanian (Perteta) Indonesia pada hari ini, di Convention Hall Universitas Andalas (Unand), Jumat (4/11).

Staf Ahli Menteri Per­tanian, Sam Herodian, dalam konferensi pers tadi malam mengatakan, kesempatan seminar ini akan di­manfaat­kan pemerintah untuk mene­rangkan capaian-capaian bidang pertanian yang telah diraih oleh pemerintah, serta menggali ide dan menga­ko­modasi masukan yang datang dari peserta seminar.

“Perkembangan produksi hasil pertanian kita se­benar­nya cukup baik. Seperti tahun ini kita bisa produksi 79 juta ton gabah, naik dibanding tahun lalu yang hanya 73 juta ton. Sebenarnya tahun ini kita sudah bisa ekspor. Selain itu, untuk jagung, angka impor juga telah bisa kita turunkan sebanyak 60 persen. Se­dang­kan untuk kedelai memang kita undur targetnya hingga 2020 untuk swasembada. Begitupun sapi pada 2021. Dan untuk gula, tahun depan kita banging 13 pabrik baru,” jelas Sam pada wartawan.

Sam menegaskan, target pemerintah sebenarnya tidak sesederhana swasembada saja, melainkan lebih pada kesejahteraan kaum petani. Karena dengan kesejahteraan itu, swasembada dan ke­dau­latan pangan akan mengekor secara sendirinya.

Hadir pula dalam kon­ferensi pers tersebut, Mu­ha­mmad Makky selaku Ketua Panitia dari Perteta Sumbar, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Mikio Umeda dari International Com­mis­sion of Agricultural and biosystems Engineering dan Prof Azmi Dato Yahya dari University Putra Malaysia (UPM).

Dalam pandangannya, Prof Azmi yang merupakan dekan fakultas pertanian dari UPM menilai banyak di­temu­kan kesamaan soal persoalan pertanian antara Indonesia dengan Malaysia. Seperti dalam hal memenuhi per­minta­an dalam negeri untuk komoditas-komoditas hasil pertanian pokok.

“Seperti untuk beras itu, kami di Malaysia baru bisa memenuhi 70 persen per­mintaan dalam negeri, se­men­tara 30 persen lain masih bergantung pada impor,” jelas Azmi.

Sementara itu, Prof Mi­kio Umeda selaku ahli dan Se­kre­taris Jenderal Badan Kon­sorsium Bidang Per­tanian Dunia menilai, dari per­ja­lanan­nya sehari penuh ber­keliling pusat-pusat lahan pertanian di Sumbar, ia te­mu­kan berbagai kesamaan antara lahan pertanian di Sumbar dengan lahan di Jepang. Te­ru­tama dari segi tipe lahan yang memanjang dengan pegunungan yang rapat, sehingga perlu hadir pusat studi di Sumatera.

Berdasarkan keterangan Ketua Panitia Seminar, Mu­ham­mad Makky, di­terang­kan bahwa seminar kali ini diikuti oleh lebih 150 peserta yang berlatar belakang petani, ahli, akademisi dan pegiat teknologi pertanian.

 pembicara kunci dalam seminar antara lain, Dr Sam Herodian dan Dr. Muhammad Syakir dari Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Isril Berd dari Unand, Prof. Lilik Sutiarso selaku Ketua Perteta Indonesia, Prof. Kohei Nakano dari Gifu University, Prof. Mikio Umeda dari International Commission of Agricultural and Biosystems Engineering , Prof. Azmi b. Dato Yahya dari University Putra Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Peeyush Soni (Thailand), dan Assoc. Prof. Dr. Adzmi Yaacob (UiTM, Malaysia). (h/isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]