Terdakwa Pembunuhan Divonis Bebas, Polres Kuansing Terancam Dituntut


Senin, 07 November 2016 - 00:31:38 WIB
Terdakwa Pembunuhan Divonis Bebas, Polres Kuansing Terancam Dituntut Arif mendengarkan putusan majelis hakim, Kamis (3/11). Dalam putusannya, hakim menilai Arif tak terbukti melakukan pembunuhan dan pencabulan terhadap anak bawah umur dan divonis bebas. Vonis bebas itu rencananya akan dijadikan dasar bagi Arif untuk menuntut balik penyidik Polres Kuansing.

PEKANBARU, HALUAN  — Arif Hidayatullah be­rencana menuntut balik Pe­nyidik Polres Kuantan Si­ngingi, jika kasusnya telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. Arif yang dituduh melakukan pem­bu­nuhan dan pencabulan ter­hadap anak bawah umur di Kuantan Sengingi, divonis bebas majelis hakim Pe­ngadilan Negeri Rengat.

Hal ini tentu saja se­makin menguatkan dugaan rekayasa kasus yang dila­kukan Penyidik dalam me­nangani kasus yang sempat menggemparkan masyarakat Kuansing beberapa waktu lalu. Dimana Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Riau menyatakan telah terjadi dugaan pelanggaran kode etik, karena melakukan pe­langgaran Hak Asasi Manusia terhadap Arif Hidayatullah, dengan cara melakukan keke­rasan dan penembakan dalam proses penyelidikan dan pe­nyidikan.

Hal tersebut diketahui dari Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan yang dilakukan Bid Propam Polda Riau, yang diterima Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Riau sebagai pihak pelapor, Kamis (20/10) lalu. Laporan tersebut disampaikan LABH-Riau me­la­lui Mayandri Suzarman, pada 21 September 2016 berda­sarkan Laporan Khusus No­mor : R/Lapsus-47/IX/2016.

“Arif divonis bebas oleh Pengadilan, artinya ia tidak bersalah atas sangkaan. Wa­laupun ini belum putusan inkrah, kita akan kawal pro­ses internal kepolisian atas laporan yang kita buat,” ungkap Mayandri, Minggu (6/11).

LABH-Riau, sebut Ma­yan­dri akan melakukan upaya hukum lanjutan atas perkara ini jika nanti telah inkrah. Ia akan menuntut balik ke­polisian atas sangkaan ter­hadap kliennya. “Kita tunggu inkrah, nanti akan kita tuntut balik,” tegas Mayandri.

Selain ke Bid Propam Polda Riau, persoalan ini juga telah dilaporkan LABH-Riau kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Saat ini pro­sesnya masih berlanjut.

Sementara itu, Kapolda Riau, Brigjen Pol Zulkarnain, mengatakan jika dirinya akan mempelajari terlebih dulu vonis yang diputus oleh ma­jelis hakim PN Rengat ter­sebut. “Kita akan pelajari terlebih dulu,” ujarnya singkat sebelum berkomentar lebih jauh atas dugaan pelanggaran kode etik yang disangkakan kepada anggotanya, akhir pekan lalu.

Jauh sebelum vonis dike­tuk palu oleh PN Rengat, Kapolda Riau juga telah menyampaikan permintaan maafnya jika terjadi kelalaian yang dilakukan oknum ang­gota kepolisian di jajaran Polda Riau dalam perkara tersebut.

Arif Hidayatullah sebe­lumnya merupakan terdakwa dalam dugaan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap bocah berusia 3,5 tahun, berinisial Nr. Kasus yang menimpa Nr (3,5) bermula saat bocah malang ini dika­barkan menghilang pada Rabu (6/1) lalu. Keesokan harinya, warga menemukan se­sosok tubuh di sungai da­lam kondisi tak bernyawa. Kejadian ber­langsung di Sungai Pinang, Desa Serosah, Kuansing.

Setelah melakukan rang­kaian penyelidikan dan pe­nyi­dikan, Penyidik Satreskrim menetapkan Arif Hi­da­yatul­lah yang tak lain adalah Paman korban, sebagai pela­ku pembunuhan secara sadis ter­hadap Nr.  Pasalnya, se­belum dibunuh bocah malang tersebut juga diduga dicabuli dan dibuang ke dalam sungai. Namun, sangkaan itu di­mentahkan majelis hakim Pengadilan Negeri Rengat. Arif divonis bebas. (Dod)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 28 Mei 2015 - 19:34:05 WIB

    Divonis Mati, Terdakwa Ganja 8 Ton Malah Tertawa

    SIAK, HALUAN — Ulah terdakwa kasus peredaran narkoba jenis ganja di PN Siak, Riau M.Jamil (32), membuat majelis hakim dan seluruh pengunjung sidang bingung. Sambil tertawa, ia memastikan tidak ban­ding .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM