TAK TEMUI PENDEMO

Blusukan Jokowi Cuma Pencitraan


Senin, 07 November 2016 - 00:37:56 WIB

JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menilai, Presiden Jokowi yang tidak berada di tempat saat Aksi Damai Bela Islam Jilid II menegaskan blusukannya hanya pencitraan. Sebab, mereka yang sudah bersusah payah datang dari berbagai pelosok dengan aksi yang damai dan tertib malah ditinggalkan.

Harusnya Presiden me­nemui wakil de­mon­stran. ’’Aspirasi mereka sangat ba­gus dan konstitusional, yakni penegakan hukum bagi pe­nista agama dan perusak kerukunan umat beragama,’’ kata Sodik, dalam keterangan persnya, dikutip republika, Ahad (6/11).

Sodik menambahkan, presiden selama ini sering blusukan mencitrakan diri aspriratif kepada rakyat, tapi entah kenapa, me­nu­rutnya, sekarang sulit me­nerima aspirasi rakyatnya. Jika aspi­rasi tidak ditin­daklanjuti dengan serius, maka akan mengganggu sektor lain bah­kan menjadi bom waktu.

Menurut Sodik, ada se­buah keanehan yang luar biasa dengan Presiden. Jo­ko­wi yang juga dinilai se­ring peduli dan me­na­ngani lang­sung terhadap perkara kecil, lanjutnya, tapi sangat lambat reak­sinya dalam penegakan hukum bagi se­orang Ba­suki Tjahaja Pur­nama atau Ahok. ‘’Dengan lambatnya kasus ini, me­nguatkan du­gaan orang bah­wa Jokowi tidak be­rani tegas ber­tindak, kare­na Ahok pe­gang banyak ‘kar­tu mati’ Jokowi,’’ tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan, partisipasinya dalam Aksi Damai 4 November meru­pakan tanggung jawab kon­stitusionalnya sebagai wakil rakyat. Fadli mengatakan, Pasal 69 UU MD3 men­jelaskan fungsi anggota DPR. Selain legislasi dan anggaran, fungsi anggota DPR adalah pengawasan. Aksi Damai 4 November memiliki agenda mengawasi kinerja peme­rintah dalam penegakkan hukum.

”Pernyataan Partai Nas­dem ini jelas tendensius dan sama sekali tak berdasar. Partai Nasdem ingin mengail di air keruh. Insiden yang terjadi pascaaksi damai ada­lah hasil provokasi oknum. Harus diselidiki, termasuk protap aparat di lokasi,” kata Fadli dalam siaran persnya, Ahad (6/11).

Fadli Zon juga mene­gaskan bahwa di dalam UU MD3 pasal 72 dan Tata Ter­tib DPR RI pasal 7, tercantum salah satu tugas DPR, yakni menyerap, menghimpun, menampung, dan menin­daklanjuti aspirasi masya­rakat. Bahkan, dalam Tatib DPR diatur bahwa anggota DPR juga berkewajiban mem­­berikan pertanggung­ja­wa­­ban secara moral dan po­litis kepada konstituen di dapilnya. “Partisipasi dalam Ak­si Damai 4 November adalah juga aspirasi kon­stituen di dapil kabupaten Bogor. Banyak peserta aksi dari Kabupaten Bogor ter­masuk simpatisan Partai Gerindra. Ini bentuk tang­gung jawab politis terhadap konstituen,” katanya.

Fadli juga menyatakan, kehadirannya dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan sejumlah anggota DPR dalam aksi damai 4 Novem­ber, dalam rangka meme­nuhi aspirasi dan undangan dari para kiyai, ulama, dan habib. Aksi yang diikuti 1 juta orang itu menuntut penegakkan hukum dan penegakkan kon­stitusi. “Sa­ya juga mene­ruskan aspirasi mereka untuk menemui Presiden.

Belum Ada Bukti

Sementara itu, polisi be­lum menemukan bukti yang memastikan ke 10 orang yang ditangkap ada­lah pro­vokator, sehingga harus dile­paskan. Namun, penyelidikan masih di­lanjutkan.

Dilansir bbc, Kepala biro penerangan masyarakat Polri, Agus Rianto berkata pele­pasan 10 orang terduga pro­vo­kator dilakukan sesuai hukum. “(Menurut hukum) 1x24 jam kami harus ten­tukan status mereka”, kata Agus. “Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari te­man-teman penyidik, pada saat itu belum ditemukan, sehingga kami harus bebas­kan”, tambahnya.

Meski begitu, kepolisian masih menyelidiki peristiwa kerusuhan yang terjadi se­telah aksi damai yang me­nun­tut proses hukum ter­hadap Ahok. “Kalau nanti ditemu­kan ada hal-hal yang terkait dengan orang-orang yang kemarin (ditangkap), tentu­nya akan kami lakukan pen­dalaman lebih lanjut”, kata Agus.

Sebelumnya, polisi me­nangkap 10 orang di ka­wasan Medan Merdeka. Mereka yang diduga pro­vokator itu berusia 16 - 38 tahun, dan berasal dari luar Jakarta. (h/rep/bbci/dn)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 Januari 2020 - 11:40:18 WIB

    Tiru Jokowi, Anies Ikut-ikutan Blusukan Cek Tanggul Latuharhari

    Tiru Jokowi, Anies Ikut-ikutan Blusukan Cek Tanggul Latuharhari JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tanggul kanal banjir barat di Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, semalam. Anies menyebut petugas tengah memperkuat tanggul supaya tidak jebol kembali sepert.
  • Kamis, 02 Januari 2020 - 20:41:49 WIB

    Blusukan ke Tempat Banjir Dekat Rumahnya, Ini Komentar SBY

    Blusukan ke Tempat Banjir Dekat Rumahnya, Ini Komentar SBY JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui warga Ciangsana, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (2/1) siang tadi. Staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, mengatakan kawasan yang bertetangga deng.
  • Kamis, 09 Juni 2016 - 03:06:10 WIB

    Hidayat Nur Wahid: Presiden Jangan Cuma Blusukan ke Pasar

    Hidayat Nur Wahid: Presiden Jangan Cuma Blusukan ke Pasar JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak hanya melakukan blusukan ke pasar-pasar tetapi juga pusat-pusat penggemukan dan pengepulan sapi demi menemukan fakta di balik .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM