MISTERI AKTOR POLITIK :

Akankah Jokowi Menuai Badai?


Senin, 07 November 2016 - 00:43:41 WIB

Pernyataan Presiden Jokowi soal adanya aktor politik yang menunggangi Aksi Bela Islam II, Jumat (4/11) lalu, kini masih menjadi misteri. Karena, saat menggelar jumpa pers usai rapat terbatas, Sabtu (5/11) dinihari, karena jumpa pers berlangsung sudah pukul 00.15 WIB, Jokowi tidak menyebutkan siapa aktor politik yang dimaksudkannya. Juga tanpa sinyalemen. Akibatnya, tanda tanya besar menggantung di benak para tokoh-tokoh politik, termasuk yang kini duduk di kursi DPR RI.

Berbagai kritisi dan tanggapan pun bermunculan atas pernyataan Jokowi yang saat itu didampingi Kapolri jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Bramantyo, Menkopolhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Memang saat itu, presiden mengucapkan terima kasih atas aksi tertib dan damai dalam penyam­paian aspirasi oleh demonstran, tetapi juga menyesalkan kericuhan yang terjadi. Sehing­ga muncullah statemen adanya Aktot Politik yang menungganggi aksi bela Islam tersebut.

Dari mana Jokowi menyimpulkan ada­nya aktor politik yang menunggangi aksi terse­but? Kalau seandainya dari informasi inte­lijen, setidaknya akan jelas siapa aktornya. Sehingga presiden Jokowi tak perlu melem­par bola panas, tinggal tangkap saja. Tapi kok tidak dilakukan? Polisi juga belum menge­tahui siapa aktor politik itu.

Pihak kepolisian saja, menurut Kadiv Hu­mas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Minggu (6/11),soal actor politik masih didalami intelijen. 

“Itu dalam konteks kegiatan penye­lidikan juga dilakukan oleh fungsi intelijen berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum ber­kaitan dengan aksi-aksi yang mengarah adanya provokasi yang se­muanya harus ber­landaskan hukum,” kata Boy Rafli di  Nusa Dua Convention Center, Bali, Minggu (6/11/2016) seperti dilansir cnnin­donesia.com.

Karena itu wajar, Wakil Ketua DPR RI Fad­li Zon beranggapan, pernyataan Jo­kowi itu mirip gaya orde baru (orba) alias bergaya oto­riter. Karena itu, politisi Partai Gerindra itu berani menantang Jokowi untuk menye­but nama, tidak hanya asal melempar tudu­han.

Fadli menduga, Jokowi menyampaikan adanya aktor politik hanya untuk mencari kambing hitam dan menutupi kesalahannya yang tidak ada di Istana saat demonstrasi berlangsung.

Bahkan Wakil Ketua DPR RI Fachri Hamzah menyebutkan, Tuduhan presiden ini bisa berbalik jika tidak punya bukti. Bahkan kata Fachri, justru diduga presiden yang ditunggangi oleh mereka yang sejak awal mempunyai masalah hukum, sehingga menjadi sandera bagi aparat penegak hu­kum.  “Sebab, jauh lebih mudah menunggangi seorang Presiden daripada sejuta massa aksi. Sekarang, Presiden hanya perlu melakukan klarifikasi,” kata Fachri yang dilansir kompas.com, Minggu (6/11).

Jika tidak, maka sama saja Presiden hanya menabur angin. Siapa yang menabur angin pasti akan menuai badai. Nah, badai apa yang akan diterima Jokowi? ***


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM