Pertikaian Isopara dan Betor Berujung Damai


Senin, 07 November 2016 - 00:56:24 WIB
Pertikaian Isopara dan Betor Berujung Damai DISAKSIKAN Kapolres Pasaman, AKBP Reko I.S, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis serahkan surat kesepakatan kepada Ketua Isopara Mayatim Simamora. (YUDI)

PASAMAN, HALUAN — Ika­tan Sopir bus Panti Rao (Iso­para) dan para pengemudi Becak Motor (Betor) di Kabu­paten Pasaman resmi berdamai. Itu setelah ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Kesepakatan bersama an­tara kedua pihak dimediasi langsung oleh Bupati Pasaman Yusuf Lubis, di ruangannya, Jumat (4/11) sore. Disaksikan, Kapolres AKBP Reko Indro Sasongko, Kadis Hubkominfo Masril, Kasatlantas Iptu Fion Joni Hayes serta pihak bertikai, yakni Ketua Isopara, Mayatim Simamora dan Ketua IBM Pa­danggelugur Irwan Gultom.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, dengan adanya kesepakatan itu berarti tidak boleh ada lagi pertikaian antara Betor dan Angkutan Bus Umum. Isi kesepakatan itu, kata bupati, harus disosialisasikan kedua belah pihak dibantu instansi terkait kepada masing-masing anggotanya. 

“Setiap pengurus organisasi harus menyampaikan kesepaka­tan tersebut kepada masing-masing anggotanya di lapangan. Apa yang disepakati, sama-sama dijalankan,” kata Yusuf Lubis. 

Petugas Kepolisian dan Di­nas Perhubungan setempat diminta bupati, untuk mengawal kesepakatan itu agar dipatuhi bersama. Jika dilanggar, petugas harus bertindak tegas sesuai aturan perundang-undangan. 

“Ada tahapan dari kesepa­katan itu. Minggu pertama sosialisasi, minggu kedua, tegu­ran  dan minggu ketiga, dila­kukan penindakan jika tetap dilanggar. Sanksi tegas ada sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Lalu­lintas dan Angkutan jalan,” katanya.

Ia menegaskan, pihak terkait harus mematuhi segala isi kese­pakatan itu. Sebab, Ia tidak menginginkan ada pertikaian lagi antara sopir bus Isopara dan Betor, apalagi sampai berujung pada perkelahian. 

“Saya, bupati ikut tandata­ngan disini, Pak Kapolres juga. Ini gak main-main. Apa pun yang terjadi, jika masih melang­gar kedua belah pihak, maka harus ditindak. Kendaraannya disita, diamankan, surat-surat kenderaannya harus lengkap,” katanya.

Dalam MoU itu, kata bupati, kedua belah pihak menyetujui bahwa Betor tidak diperke­nankan beroperasi di jalan utama/jalan nasional (Jalinsum). Betor, wajib memiliki per­syaratan sebagai kenderaan roda dua, memiliki sim C, STNK dan pakai helm SNI serta plat nomor yang sah. 

Sementara, angkutan umum Panti-Rao harus menyanggupi, melayani trayek Panti-Rao dan sebaliknya setiap 10 menit, lengkap persyaratan adminis­trasi dan teknis sebagai ang­kutan penumpang umum. 

“STNK, SIM umum masih hidup. Keur, izin trayek, kartu pengawas, kartu kontrol izin usaha angkutan orang dan asu­ransi kecelakaan masih berlaku dan beroperasi sesuai trayek yang ditentukan,” katanya. 

Bupati juga meminta sopir bus Panti-Rao disiplin dalam mengemudi kenderaannya. So­pir dilarang ugal-ugalan dalam mengemudi bus, sebab keselamatan penumpang harus dinomor satukan. 

Kapolres Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko menyam­but baik penandatanganan kese­pakatan (MoU) antara pihak bersengketa. Ia menegaskan, setiap pelanggaran lalulintas akan ditindak tegas, apalagi sampai melawan petugas. 

“Sudah ada UU lalu lintas yang atur. Kami menegakkan aturan, tapi kami juga menge­depankan sisi kemanusiaannya. Kami bertindak ada sisi pendi­dikan masyarakatnya,” katanya. 

Selaku Kapolres, kata dia, ia selalu berusaha untuk mencip­takan kondisi Kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif, jauh dari kekacauan. 

“Saya selalu berusaha men­ciptakan kondisi kamtibmas di Pasaman berjalan kondusif, guna mendukung visi misi pak bupati. Jika ribut, bertikai terus kapan kita bisa sejahtera dan ber­budaya,” ujarnya. (h/mg-yud)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM