PERNYATAAN PRESIDEN SOAL DEMO DITUNGGANGI AKTOR POLITIK

Fadli Zon: Jokowi Bergaya Otoriter


Senin, 07 November 2016 - 01:15:28 WIB
Fadli Zon: Jokowi Bergaya Otoriter Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Benarkah Aksi Bela Islam II yang diikuti ratusan ribu umat muslim ditunggangi aktor politik? Pernyataan Presiden Jokowi itu belum terjawab hingga sekarang. Pihak kepolisian baru dalam tahap memulai penyelidikan. Kalau benar, Fadli Zon meminta presiden sebut nama, jangan membuat keresahan.

JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempertanyakan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menuding adanya aktor politik menunggangi keru­suhan di aksi un­juk rasa pa­da Jumat (4/11). Ia menilai, Jokowi bergaya otoriter se­perti di era kepemimpinan Presiden kedua RI Soeharto.

“Ini kan tudingan gaya orba, ditunggangi pihak ketiga, aduh itu kuno banget itu. Sudah lebih dari 18 tahun kita eng­gak pernah dengar la­gi,” kata Fadli seperti dilansir Kompas.com, Minggu (6/11).

Politisi Gerindra ini meminta Jokowi mengungkap siapa aktor politik yang dimaksud. Jika tidak, kata dia, Jokowi akan dinilai hanya membuat tuduhan. “Harusnya sebut sa­ja namanya, apa yang dilaku­kan­nya, mana buktinya. Jangan menim­bulkan keresahan,” ucap Fadli.

Fadli yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa menduga Jokowi me­nyampaikan adanya aktor politik hanya untuk mencari kambing hitam.

Menurut dia, itu dilakukan untuk menutupi kesalahan Jokowi yang tidak ada di Istana saat demonstrasi berlangsung.

Aksi unjuk rasa pada Jumat lalu awalnya berjalan damai hingga pukul 18.00 WIB. Masyarakat berkumpul di sekitar Istana Kepresidenan dengan tertib untuk menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menista agama.

Namun pada malam harinya, bentrok terjadi antara kepolisian dan sebagian pendemo yang belum membubarkan diri.

Presiden Jokowi yang siang harinya meninjau proyek Infra­struktur di Bandara Soekarno-Hatta, baru kembali ke Istana setelah kerusuhan mampu dire­dam. Setelah memimpin rapat terbatas, Presiden menyatakan apresiasi terhadap unjuk rasa yang tertib pada pagi hingga sore hari, namun menyesalkan keja­dian di malam harinya.

“Kita menyesalkan kejadian ba’da Isya yang harusnya sudah bubar tapi menjadi rusuh. Dan ini sudah ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan si­tuasi,” kata Jokowi dalam jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (5/11) pukul 00.10 WIB.

Hal tak jauh berbeda juga disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurut Fachri, pernyataan Presiden Jokowi ten­tang aktor politik yang menung­gangi Aksi Damai harus diklarifikasi.

“Sebab, lembaga kepresi­de­nan harus hati-hati membuat pernya­taan yang bisa memicu politik nasional yang semakin tidak kon­dusif,” kata Fachri, Minggu (6/11).

Dia menilai, dengan pernya­taan Presiden itu, aparat penegak hukum harus segera bergerak untuk menyelidiki siapa aktor politik yang dimaksud, termasuk mencari bukti keterlibatan dalam kerusuhan.

“Tuduhan presiden ini bisa berbalik jika tidak punya bukti, bahwa sebetulnya presiden yang ditunggangi,” ucap Fahri.

Menurut Fahri, justru Presiden yang diduga ditunggangi oleh mereka yang sejak awal mem­punyai masalah hukum, sehingga menjadi sandera bagi aparat pene­gak hukum.

Sementara itu, tuduhan Pre­siden kepada aktor politik me­nunggangi jutaan massa rakyat adalah tidak berdasar. “Sebab adalah jauh lebih mudah me­nunggangi seorang Presiden daripada sejuta massa aksi. Seka­rang, Presiden hanya perlu me­lakukan klarifikasi,” kata dia.

“Jika tidak, maka sama saja Presiden hanya menabur angin. Siapa yang menabur angin pasti akan menuai badai,” ucap dia lagi.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mendorong aparat penegak hukum mengusut secara tuntas aktor politik yang menunggangi kerusuhan pada aksi unjuk rasa, Jumat (4/11) lalu.

Aparat harus mengungkap pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa ada aktor politik yang menunggangi ricuh­nya demons­trasi. ”Pernyataan Presiden Jokowi yang menya­takan bahwa ada aktor politik dibalik demo 4/11 sebaiknya mendorong pemerintah untuk mengusutnya dengan baik, supaya tidak ada yang mengambang, tetapi menjadi terang dan jelas,” kata Hinca.

Terlepas dari ada atau tidak­nya aktor yang menunggangi, Hinca menekankan bahwa ada banyak sekali pengunjuk rasa yang turun menyampaikan aspi­rasinya. Mereka berkumpul di sekitar Istana Kepresidenan untuk menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut 2 Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menis­takan agama.

“Tuntutan para pengunjuk­rasa terang dan jelas dan sudah pula direspons pemerintah yang memerintahkan Polri melakukan tugasnya secara cepat tegas dan terbuka paling lambat dua pekan. Masyarakat tentu menunggu proses hukum yang sedang dita­nga­ni penyidik dan karenanya harus dihormati,” ucap Hinca.

Saat disinggung mengenai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yu­dhoyono yang jauh hari sudah mendapatkan informasi intelijen mengenai keterlibatan parpol dalam aksi unjuk rasa ini, Hinca enggan berkomentar banyak.

“Agar semua terang kita tung­gu pemerintah membuktikan tudingan itu,” ucap Hinca. (h/ald)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM