Terseret Arus Lubuk Tampuruang, Mahasiswa IAIN IB Tewas


Selasa, 08 November 2016 - 08:46:53 WIB
Terseret Arus Lubuk Tampuruang, Mahasiswa IAIN IB Tewas im SAR Kota Padang beserta warga mengevakuasi jenazah Muhammad Ramdan yang tewas tenggelam diseret air bah di kawasan Lubuk Tempurung, Kecamatan Kuranji, Senin (7/11) sekitar pukul 15.30 WIB. SAR KOTA PADANG/HALUAN.

PADANG, HALUAN – Tawa ceria lima mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang yang asyik menyelam di Air Terjun Lubuak Tampuruang, Kuranji, Kota Padang, berganti tangis di Senin (7/11) sore. Satu mahasiswa dilamun air bah yang tiba-tiba datang.

 

 

Mahasiswa bernama Muhammad Ramdan (21), tak selamat. Dia tewas, setelah terseret satu kilometer dari lokasi pemandian. Tubuhnya kaku membiru, karena terlalu lama dihempas air bah. Empat kawannya seakan tak percaya, keceriaan sore itu merupakan kebersamaan terakhir mereka dengan Ramdan, yang tercatat sebagai mahasiswa semester akhir Jurusan Psikologi Islam.

 

 

“Kami sudah berusaha menolongnya, tapi tidak berhasil. Ramdan dilamun air,” ungkap salah seorang rekannya.

 

 

Peristiwa naas itu bermula ketika Ramdan dan empat temannya pergi ke Lubuak Tampuruang, yang akhir-akhir ini memang jadi objek wisata primadona. Selain berair jernih, Lubuak Tampuruang yang berupa telaga di bawah air terjun, juga terkenal dengan keindahan alamnya.

 

 

Lima sekawan itu sampai sekitar pukul 14.00 WIB. Melihat air yang jernih, mereka langsung mencebur. Di dalam air, bersorak saking girangnya. Tidak ada yang sadar, bahaya mengancam. Sedang asyik mandi, tiba-tiba air besar datang  sekitar pukul 15.30 WIB.

 

 

 

Mahasiswa itu berlarian menuju tepian, tapi Ramdan terlambat. Dia terperangkap di tengah air besar. Dia berteriak minta tolong. Kawan-kawannya langsung bereaksi, dengan mengulurkan kayu, agar Ramdan bisa ke tepian.

 

 

Namun, harapan agar Ramdan selamat hanya sebatas harapan. Korban tak mampu bertahan di tengah air deras. Seketika, tubuhnya terseret. Ramdan berteriak, kawannya histeris. Hitungan detik, tubuh mahasiswa asal Bukittinggi itu hilang digulung air.

 

 

Cemas, rekan-rekan korban langsung memberitahukan warga sekitar. Kabar itu juga sampai ke telinga Bintara Pembina Kesatuan (Babinsa) Kuranji, Sersan Dua (Serda) Afrizal. Informasi adanya orang hanyut itu juga diteruskan ke petugas Serach and Rescue (SAR).

 

 

 “Tim SAR beserta warga langsung turun ke lapangan dan melakukan pencarian,” ungkap Afrizal.

 

 

Lebih kurang satu jam melakukan pencarian, tim SAR menemukan tubuh Ramdan sudah kaku. Dia tak bernyawa. Jasadnya lalu dievakuasi, dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumbar untuk menjalani visum.

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM