Cabuli Delapan Murid SD, Guru Agama di Dharmasraya Jadi Buron


Selasa, 08 November 2016 - 15:28:38 WIB
Cabuli Delapan Murid SD, Guru Agama di Dharmasraya Jadi Buron ilusrasi

DHARMASRAYA, HALUAN – Seorang guru honorer Agama di satu SD Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, dilaporkan beberapa orang tua murid ke Polres Dharmasraya, Senin (7/11).

 

Guru tersebut diduga telah melakukan pencabulan terhadap delapan orang siswi kelas 2 di sekolah tersebut.

 

Dari informasi yang dihimpun, pelaku melakukan pencabulan didalam ruangan kelas di saat anak sekolah jam istirahat pelajaran. Korban diiming-iming akan diajak main game menggunakan smartphone.

“Saat sedang main game pelaku mengesek-esek alat kelamin korban dengan mengunakan jari-jari tangannya, semua korban kelas 2 di sekolah itu dengan tafsiran umur 7 hingga 8 tahun” terang Sarbaini.

 

Terkuaknya kasus dugaan pencabulan tersebut, dari  salah seorang anak tidak sengaja berbicara sama ibu kandungnya saat ibu kandungnya.

 

Salah seorang ibu korban yang tidak ingin namanya disebutkan menjelaskan, perilaku anaknya saat mau pergi kesekolah seperti orang yang ketakutan.

 

“Pantasan anak saya ketika pergi ke sekolah mintak dieratkan tali ikat pinggangnya, dan kecurigaan tidak timbul dibenak saya ketika itu,”ungkapnya.

 

 

Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga-Lembaga Nagari Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPML2NPPKB) Kabupaten Dharmasraya, sangat mengutuk perbuatan guru yang tidak senonoh itu terhadap muridnya.

 

Pihak dari BPML2NPPKB Dharmasraya ikut mendampingi para orang tua membuat laporan polisi ke Polres Dharmasraya, dengan tujuan pihak terkait untuk bisa mengungkap kasus tersebut hingga tuntas dan pelakunya bisa tertangkap secepat mungkin oleh polisi.

 

Hal ini dikatakan PLT. Kepala BPML2NPPKB Dharmasraya Drs. Andrias, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Sarbaini mengatakan pihaknya telah mendampingi para orang tua untuk membuat laporan ke Polres Dharmasraya Sabtu (5/1)

 

Sarbaini menjelaskan, depalan siswi SD tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh oleh pihak kepolisian dan pihak BPML2NPPKB untuk dilakukan Visum,

 

Hasilnya tidak ada kerusakan pada selaput dara korban sedangkan satu orang korban tidak mau divisum akibat trauma.

 

Dari informasi yang dihimpun, pelaku melakukan pencabulan didalam ruangan kelas di saat anak sekolah jam istirahat pelajaran. Korban diiming-iming akan diajak main game menggunakan smartphone.

 

“Saat sedang main game pelaku mengesek-esek alat kelamin korban dengan mengunakan jari-jari tangannya, semua korban kelas 2 di sekolah itu dengan tafsiran umur 7 hingga 8 tahun” terang Sarbaini.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM