Akankah Bank Nagari Jadi BPD Syariah Sepenuhnya?


Selasa, 08 November 2016 - 23:53:48 WIB

PADANG, HALUAN — Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh dan NTB sedang dalam proses konversi menuju bank syariah murni. Proses konversi BPD Aceh diperkirakan selesai pada tahun ini, sedangkan BPD NTB pada 2018. Bagaimana dengan Sumbar yang memiliki banyak masyarakat muslim seperti Aceh dan NTB, akahkah juga punya rencana untuk mengonversi BPD-nya menjadi bank syariah?

Perihal itu, Asisten II Bi­dang Ekonomi, Pem­ba­ngu­nan, dan Kesra Pemprov Sum­bar, Syaf­ruddin, mengatakan, Sum­bar belum bisa seperti Aceh dan NTB karena payung hu­kum Sumbar bukan syariat Is­lam. Alasan lainnya adalah ka­re­na Pemprov Sumbar mem­­­­per­tim­bangkan prospek bisnis bank syariah.

“Jika Bank Nagari dikon­versi menjadi bank syariah, Bank Nagari akan kalah de­ngan bank lain yang memiliki bank konvensional dan bank syariah. Ini harus dipikirkan. Mengubah BPD menjadi bank syariah tidak semudah mem­balik telapak tangan,” ujar Sya­fruddin saat dihubungi Haluan di Padang, Selasa (7/11).

Ia menyebutkan, BPD Sum­bar sudah memiliki divisi syariah yang merupakan divisi syariah pertama dari semua BPD di Indonesia. Divisi sya­riah Bank Nagari berdiri pada 2006 dengan nilai investasi Rp1,7 triliun.

Anggota Staf Ahli Eko­nomi Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Ron­ny P. Sasmita, berpendapat yang sama dengan Syafruddin. Me­nurutnya,  Bank Nagari tak per­lu menjadi bank syariah se­cara sepenuh karena pada akhir­nya akan mengubah ba­nyak cara berbisnis Bank Na­ga­ri.

“Satu lagi, perkembangan bank syariah di Sumbar tidak terlalu bagus. Jika Bank Na­gari menjaid bank syariah, saya khawatir nanti malah akan melemahkan prospek pasar Bank Nagari, apalagi kalau Bank Nagari akan me­lakukan pelepasan saham (IPO) per­dana ke publik se­besar 20 persen,” tutur Analis Ekonomi dan Politik Fi­nan­ceroll itu.

Jika Bank Nagari menjadi bank syariah, sementara juga me­lepas sahah kepada pu­blik, me­nurut Ronny, sa­hamnya akan menjadi ku­rang menarik di mata in­vestor karena pros­pek bis­nisnya bisa agak mele­mah.

“Intinyo, butuh kajian yang mendalam dan hati-hati sebelum memutuskan Bank Nagari jadi syariah karena akan mengubah sebagian besar gaya dan orientasi bisnis Bank Na­gari,” ucap Ronny.

Saat ini, pangsa pasar per­bankan syariah di Sumbar sebesar 6,7 persen dengan Rp4 triliun aset. Menurut Direktur Kredit Syariah Bank Nagari, Hendri, data pada Mei 2016, dari Rp4 triliun aset perbankan syariah di Sumbar, Rp1,3 triliun merupakan aset unit syariah Bank Nagari. Jadi, Bank Nagari masih menjadi yang terdepan dalam per­tumbuhan aset bank syariah di Sumbar, meski belum me­miliki bank sendiri secara terpisah dan hanya memiliki unit kredit syariah. (h/dib)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 08 Februari 2020 - 17:02:08 WIB

    Tarifnya Bakal Naik, Akankah Ojol Ditinggal Penumpang?

    Tarifnya Bakal Naik, Akankah Ojol Ditinggal Penumpang? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Perhubungan menyebut ada usulan untuk kenaikan tarif ojek online (ojol) di zona Jabodetabek. Jika tarif ini benar-benar naik, apa yang akan terjadi?.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM