Apa Kabar Full Day School?


Selasa, 08 November 2016 - 23:58:40 WIB

Sejak Agustus 2016 lalu, Menteri Pen­di­dikan dan kebudayaan Muhajir Effendi telah melempar gagasannya untuk menam­bah kegiatan siswa di sekolah atau yang lebih popular disebut full day school (FDS) atau sekolah seharian penuh. Gagasan ini dimak­sudkan agar para murid bisa mengem­bangkan karakter mereka dengan cara yang menyenangkan.

Aktivitas ini dilakukan setelah jam pelajaran yang diisi dengan kegiatan yang menggembirakan.

Penambahan jam di sekolah, juga akan mempersempit jeda waktu antara siswa pulang sekolah dan orang tua yang masih bekerja. Karena, bila jeda waktu kepulangan siswa dan kepulangan kerja orang tua terlalu jauh, dinilai berpeluang punya pengaruh-pengaruh buruk pada anak.

Sekarang siswa pulang jam 1, sementara orangtuanya pulang jam 5. Antara jam 1 sampai jam 5, enggak tahu siapa yang bertanggung jawab  terhadap anaknya, karena sekolah juga sudah melepas. Semen­tara di rumah keluarga juga belum ada. Justru ini yang jadi pemikiran Muhajir,  di jeda waktu itu berpeluang terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh remaja.

Diharapkan dengan program jam belajar baru ini, waktu kosong para pelajar dapat terisi di sekolah sehingga para orang tua tidak lagi khawatir dengan anaknya. Penambahan jam belajar juga akan dimanfaatkan mem­berikan mata pelajaran tambahan.

Pemikirannya memang benar. Tapi kapan akan diberlakukan secara penuh? Inilah yang belum juga terjawab sampai sekarang. Jangan-jangan, ketika ada pergantian menteri pendidikan, muncul lagi gagaran baru, sementara beberapa daerah di Indo­nesia sudah memulai menerapkan FDS.

Di Sumbar, baru Kota Payakumbuh yang sudah menerapkan FDS dengan baik meski baru setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan di sini juga sudah berlaku sekolah lima hari seminggu, sama dengan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu, wajar kementrian pendidikan RI meng­apresiasi Kota Payakumbuh guna melihat penerapan sekolah lima hari itu, sebelum diberlakukan menyeluruh secara nasional.

Akan tetapi, kebijakan itu kontra­produktif mengingat sekolah di Indonesia tidak sama. Sekolah tidak memberikan kenyamanan dan keamanan yang sama untuk anak-anak tinggal di sekolah sampai siang bahkan sore hari.

Hal kedua yang patut diperhatikan adalah kualitas guru. Apakah semua guru di Indonesia yang jumlahnya tiga juta orang memahami mengelola anak di luar kelas secara tepat? Karena diwacanakan penam­bahan jam sekolah tidak bersifat akademik.

Memang, bila program ini diterapkan, maka para siswa akan mendapatkan dua hari libur pada Sabtu dan Minggu. Nah, dua hari ini bisa dijadikan hari keluarga. Tapi, bila tidak dipertegas pemberlakukannya, bisa-bisa FDS hanyalah menjadi gagasan kosong seorang professor yang mencoba mencari sensasi dan pembeda dari menteri sebelum­nya. Beda menteri, beda kebijakan. Dan ini membingungkan, orang tua, guru bahkan para kepala daerah. ***

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 13 Juni 2020 - 12:28:23 WIB

    Harapan di Tengah Pertarungan Tetua Politik Sumbar Bernama Faldo Maldini

    Harapan di Tengah Pertarungan Tetua Politik Sumbar Bernama Faldo Maldini Hari ini tentu bagi sebagian orang di Sumatera Barat cukup menghebohkan, terutama bagi para politisi tua dan pemain politik di Sumatera Barat, ada nama anak muda yang kembali diperkirakan masuk gelanggang Pemilihan Gubernur S.
  • Jumat, 17 Mei 2019 - 19:11:22 WIB

    Bidikmisi Untuk Siapa?

    Bidikmisi Untuk Siapa? Siang itu, seorang mahasiswa mengunjungi gedung rektorat kampusnya untuk mengajukan bantuan pendidikan bidikmisi. Melalui salah satu pembantu rektorat, mahasiswa tersebut mengaku tidak mampu secara ekonomi. Setelahnya, pihak .
  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 18:20:43 WIB

    Syafri, Perjalanan Tanpa Kaki yang Penuh Harapan

    Syafri, Perjalanan Tanpa Kaki yang Penuh Harapan Seorang lelaki senja tengah mengayuh sepeda di Kawasan Jati Kota Padang. Tangan sepeda buatan membantunya menyusuri dan tiap sudut Kota Padang. Syafri nama lelaki itu. Meski hidup dalam keterbatasan fisik, ia tetap menikmati .
  • Senin, 30 Juli 2018 - 00:25:13 WIB
    Mendekatkan Telinga ke Bibir Masyarakat

    Doa Orang-orang Bertapak Kasek untuk Zul Evi Astar

    Doa Orang-orang Bertapak Kasek untuk Zul Evi Astar Kecamatan Tigo Lurah memang butuh sentuhan khusus. Terutama nagari-nagari terluar seperti Garabak Data. Hingga saat ini, akses jalan masih belum bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat, tak semuanya terjamah penerangan list.
  • Sabtu, 19 Mei 2018 - 20:49:29 WIB

    Beberapa Peluang Kekalahan Mahyeldi

    Beberapa Peluang Kekalahan Mahyeldi Peluangnya ada pada seberapa kuat pihak lawan untuk menekan suara pemilih Mahyeldi sampai mepet ke posisi "captive market-nya"? Kalau itu mampu dilakukan, maka tidak diperlukan penambahan tingkat partisipasi pemilih, cukup de.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]