KAMPUNG DI ATAS AWAN MEMPESONA

Kondisi Jalan Rusak Parah


Rabu, 09 November 2016 - 00:05:02 WIB
Kondisi Jalan Rusak Parah Inilah kerusakan jalan dari Muara Air menuju kampung Limau-Limau kecamatan Bayang Utara Pessel. Butuh perbaikan oleh Pemda Pessel maupun dinas terkait. (M JONI)

PAINAN,HALUAN — Kondisi ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kenagarian Asam Kumbang  menuju  kenagarian Limau Gadang, kecamatan Bayang Utara, semakin parah.  Padahal   kawasan  ini di kenal wisatawan dengan  julukan “Kampung Di Atas Awan”.

Asrial (43) warga Limau- Limau kepada  Haluan, Selasa  (8/11), mengakui, kerusakan jalan menuju  kampung me­reka sudah berlangsung lama, namun belum ada tanda-tanda  diperbaiki. “Kondisi jalan  sangat membahayakan ter­hadap penguna jalan, apa­lagi kampung mereka berada pada ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Pemukiman kami seperti berada di atas awan dengan tanjakan yang cukup tajam. Ini  sangat rawan terhadap kecelakaan, apalagi kondisi jalan yang rusak, jelas sangat beresiko tinggi serta membahayakan,” tuturnya.

Pada jalur yang sama  ke­rusakan jalan juga terdapat dari Koto Ranah menuju Mu­ara Air, jalannya sempit  dan banyak lobang dengan posisi bibir  jalan berada pada jurang yang curam. Bagi setiap pe­ngendaran kurang waspada, dikhawatirkan bakal  jatuh masuk ke dalam jurang yang berada pada sisi jalan.

Sementara itu ketiak di­kon­firmasi Haluan, Camat Kecamatan Bayang Utara Pes­sel Ronald Bernando menga­takan, ruas jalan dari Asam Kumbang menuju Muara Air itu   sudah menjadi jalan provinsi yang dipersiapkan sebagai  jalan alternatif yang menghubungkan Pasar Baru Bayang menuju Alahan Pan­jang kabupaten Solok.

Sedangkan jalan dari Mua­ra Air menuju kampung Limau- Limau, merupakan jalan kabupaten yang yang perlu menjadi perhatian serius  Pemda Pessel untuk dapat membebaskan masyarakat kam­pung Ngalau Gadang, masyarakat Limau- Limau dan Pancung Taba dari ketele­soliran dan keterbelakangan.

“Kampung Limau Limau di kenagariam Limau Gadang merupakan  salah satu daerah yang memiliki potensi wisata. Daerah ini berada pada ke­tinggian,” ujarnya.

Wisatan menyebut  sebagai “kampung di atas awan”.   Ka­re­na  saat pagi menjelang siang akan menyaksikan awan mera­da di bawah nagari, sedangkan ketika cuaca panas  akan terlihat pemandangan yang menakjubkan. “Rannak bana, sejauh mata memandang ke bawah bakal terlihat hamparan pemandangan lahan perta­nian, sungai serta  perbukitan  hu­jau,”  kata Camat.

Bahkan kawasan ini sema­kin ramai dikunjungi oleh wisatawan  lokal, maupun mancanegara  untuk menik­mati keindahan alam pergunu­ngannya yang masih asri.

Untuk menarikminat wisa­tawan  berkunjung, masyarakat Pancung Taba membangun rumah di atas pohon untuk bersantai serta melepaskan lelah sambil menikmati hida­ngan ringan yang disajikan oleh pedagang yang ada di lokasi itu.

Menurut Ronal, masya­rakat sangat mengharapkan kepada Pemda Pessel untuk dapat memperbaiki jalan yang rusak tersebut menjadi jalan yang memadai. Setidaknya akan dapat menekan angka kecelakaan bagi penguna ja­lan, dan meningkatkan kunju­ngan wisatawan ke Pessel. (h/mjn)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM