Empat Tahun Berdiri, SMKN 1 Pancung Soal Tak Tersentuh Listrik


Rabu, 09 November 2016 - 00:08:42 WIB

PAINAN, HALUAN - Empat tahun sejak berdirinya SMKN 1 Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), belum mendapat aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Padahal untuk kegiatan proses belajar mengajar secara maksimal, listrik sangatlah dibutuhkan disetiap sekolah.

“Kita sangat mem­butuh­kan listrik, apalagi saat me­lak­sanakan praktek dan be­lajar komputer. Namun lebih dari empat tahun, kami hanya bisa mengandalkan mesin genset, itu tentu sangat tidak memadai untuk melancarkan proses belajar mengajar ka­mi,” sebut Nurhayati (17), salah seorang tenaga pen­didik di sekolah ini kepada Haluan, Selasa, (8/11)

Selain tidak ada aliran listrik, lanjutnya, akses jalan menuju sekolahnya sepanjang kurang lebih 650 meter, kondisinya juga sangat mem­prihatinkan, karena masih tanah merah, sehingga kalau saat hujan turun kondisi jalan tersebut menjadi sangat licin.

“Kami sangat berharap agar keluhan-keluhan selama ini segera ditanggapi sece­patnya oleh pihak terkait, sehingga kedepannya kami bisa belajar dengan tenang dan proses belajar mengajar bisa berjalan sebagaimana mestinya,” pintanya.

Dihubungi terpisah, Ke­pala Sekolah SMK Negeri 1 Pancung Soal, Radidim, me­ngakui, bahwa selama 4 ta­hun sejak berdirinya sekolah tersebut, memang belum dialiri listrik dan tidak ada satupun jaringan listrik yang dipasang oleh pihak PLN setempat.

“Sebenarnya keluhan ini sudah lama kita sampai ke UPTD Pendidikan setempat, dan berharap untuk bisa dilanjutkan ke Dinas Pen­didikan Kabupaten. Namun, sampai saat ini kami masih menunggu keputusannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk mem­bantu proses belajar mengajar disekolahnya, seperti praktek atau kegiatan ekstra kurikuler lainnya, maka pihak sekolah harus mengeluarkan biaya besar, yakni satu hari Rp100.000 untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) mesin diesel (genset).

“Listrik memang sangat kita butuhkan selama proses belajar mengajar berlang­sung, sebab sebanyak 16 lokal kita aliri dengan genset, belum lagi ruang tata usaha dan labor praktek siswa. Kalau terus menerus seperti ini, kita khawatirkan akan mengganggu para siswa dal­am mendapatkan ilmu, se­bab mereka tidak konsentrasi dalam belajar yang kita mulai sejak pukul 07.00-16.00 WIB,” ujarnya.

Terkait hal itu, ia sangat berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Dae­rah setempat untuk segera mencarikan solusinya. Kare­na tidak mungkin setiap hari pihak sekolah mengandalkan genset.

“Coba kita hitung, satu hari 100 ribu. Kalau satu bulan berapa biaya yang harus dikeluarkan, belum lagi kalau mesinnya rusak, lalu darimana biayanya harus kita ambilkan. Selain itu masalah akses jalan kita juga meng­harapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah dae­rah untuk segera dilakukan pengaspalan,” tutupnya. (h/mg-kis)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM