RAPAT TERTUTUP DENGAN PENGURUS PP MUHAMMADIYAH

Jokowi: Saya Tidak Akan Lindungi Ahok


Rabu, 09 November 2016 - 00:31:48 WIB
Jokowi: Saya Tidak Akan Lindungi Ahok PRESIDEN Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kedua kanan) disaksikan Mensesneg Pratikno (kiri) dan Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti (kanan) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (8/11). (ANTARA)

JAKARTA, HALUAN — Presiden Joko Widodo menegaskan, proses hukum ter­hadap calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan berjalan secara tegas dan transparan. Selain itu, Jokowi juga memerintahkan keolisian untuk me­ngusut aktor politik yang me­ngung­gangi aksi unjuk rasa, 4 November lalu.

“Saya tekankan, saya tidak akan melin­dungi Saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk pada proses hukum,” kata Jokowi usai menggelar pertemuan tertutup dengan Pengurus Pusat Muham­madiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (8/11).

“Saya tegaskan proses hu­kum terhadap Basuki Tjahaja Purnama dilakukan dengan tegas transparan,” tambah Jokowi.

Saat menyampaikan pernya­taannya kepada pers, Jokowi antara lain didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu’ti.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus PP Muhammadiyah yang berkontribusi membuat suasana sejuk pada demonstrasi di sekitar Istana Kepresidenan, 4 November lalu.

Demonstrasi yang menuntut proses hukum terhadap Ahok itu berjalan damai hingga pukul 18.00 WIB.

Namun, pada malam harinya, sebagian pendemo yang belum meninggalkan lokasi kemudian bentrok dengan aparat keamanan.

Presiden sebelumnya sudah menyampaikan penegasan tidak akan mengintervensi kasus Ahok dalam pertemuan dengan pim­pinan Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muham­madiyah, di Istana Negara.

Namun, hal itu tidak disam­paikan langsung oleh Jokowi kepada publik lantaran perte­muan berlangsung tertutup. Peme­riksaan Ahok sebagai terlapor sudah selesai. Penyelidik Bares­krim Polri tengah meminta ke­terangan para saksi dan ahli sebelum mengambil keputusan ada atau tidaknya tindak pidana yang dilakukan Ahok.

Rencananya, Polri akan mela­kukan gelar perkara secara ter­buka agar publik bisa tahu proses penyelidikan tersebut.

Sebelumnya, saat  membe­rikan pengarahan kepada bintara dan perwira Polri di Aula PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2016) pagi, Jokowi mengung­kapkan bahwa aktor politik yang menunggangi aksi unjuk rasa pada Jumat (4/11) malam, akan diungkap. Aktor tersebut juga akan diusut melalui mekanisme hukum.

Sementara itu, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam kesempatan yang sama mengatakan, informasi soal ada­nya aktor politik yang menung­gangi aksi 4 November cukup kuat. Pihaknya akan berhati-hati dalam mengusutnya.

“Sebab itu memerlukan pem­buktian. Kalau nanti ada bukti dan ada pelanggaran hukum, akan kami tegakkan. Prinsipnya itu,” ujar Tito. Saat ini, penyidik masih me­nye­lidiki dan mendalami infor­masi tersebut.

Jokowi sebelumnya meng­apresiasi unjuk rasa yang berlang­sung damai hingga batas akhir penyelenggaraan aksi, Jumat petang.

“Terima kasih kami sampai­kan kepada para ulama, kiai, habib, ustad, ang telah me­mim­pun umatnya yang menyejukkan sehingga sampai Maghrib ber­jalan dengan merdeka, damai,” lanjut dia.

Aksi unjuk rasa menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam per­kara dugaan penodaan agama di depan Istana pada Jumat siang hingga petang, berjalan damai dan tertib.

Namun pada Jumat malam, kericuhan terjadi. Tercatat, 21 kendaraan, baik milik TNI-Polri atau umum dirusak. Tiga ken­daraan di antaranya dibakar.

Sementara itu, demonstran yang mengalami luka berjumlah 250 orang. Sebanyak 100 orang di luar demonstran juga menga­lami luka.

100 orang itu terdiri dari 79 personel Polri (11 di antaranya dirawat inap), 15 masyarakat umum, 5 personel TNI dan 1 personel Pemadam Kebakaran.

Berbagai pihak, terutama kala­ngan politisi, mendesak Presiden mengungkap siapa aktor politik yang dimaksud. (h/ald)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 30 Maret 2020 - 13:26:26 WIB

    Jokowi: 14 Ribu Orang Tinggalkan Jakarta Sepekan Terakhir

    Jokowi: 14 Ribu Orang Tinggalkan Jakarta Sepekan Terakhir JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Presiden Joko Widodo menyatakan telah terjadi percepatan arus mudik sejak DKI Jakarta menetapkan tanggap darurat virus corona (covid-19). Pemerintah provinsi Jakarta diketahui telah menetapkan ta.
  • Kamis, 26 Maret 2020 - 17:01:17 WIB

    Demokrat ke Jokowi: Apa Tunggu Korban Banyak Baru Lockdown?

    Demokrat ke Jokowi: Apa Tunggu Korban Banyak Baru Lockdown? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkukuh tak mengambil langkah karantina wilayah (lockdown) untuk mengatasi penyebaran v.
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 20:03:55 WIB

    Jokowi: Ibunda Sudjiatmi Notomiharjo Sudah 4 Tahun Idap Kanker

    Jokowi: Ibunda Sudjiatmi Notomiharjo Sudah 4 Tahun Idap Kanker SOLO, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berduka atas wafatnya ibunda tercinta, Sudjiatmi Notomiharjo. Jokowi menyebut ibundanya sudah lama mengidap kanker..
  • Kamis, 05 Maret 2020 - 20:49:32 WIB

    Jokowi: 94% Penderita Corona Bisa Sembuh

    Jokowi: 94% Penderita Corona Bisa Sembuh JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak perlu takut secara berlebihan dengan virus korona..
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 12:29:22 WIB

    Jokowi: Sampai Detik Ini Saya dan Pak Wapres Belum Berpikir Reshuffle

    Jokowi: Sampai Detik Ini Saya dan Pak Wapres Belum Berpikir Reshuffle JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo menjawab isu reshuffle kabinet yang diembuskan oleh relawan. Jokowi menegaskan sampai saat ini belum ada pikiran untuk merombak kabinet Indonesia Maju..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM