Buni Yani Mengaku Tidak Mengedit Video Ahok


Jumat, 11 November 2016 - 00:24:47 WIB

JAKARTA, Haluan — Buni Yani, pengunggah video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hadapan warga Kepulauan Seribu menegaskan dirinya hanya meng­unggah ulang video yang dida­patkan dari akun Media NKRI.

“Sama seperti apa adanya dengan yang saya dapatkan dari Media NKRI,” kata Buni Yani setelah pemeriksaanya sebagai saksi di Gedung Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Peri­kanan, Jakarta, Kamis (10/11).

Buni juga menyatakan tidak mengapa-apakan lagi video Ahok yang diunggah ulang oleh dirinya itu. “Jadi, video yang saya dapat­kan dari Media NKRI yang mengunggah video itu pada 5 Oktober, saya unggah ulang pada 6 Oktober tanpa ada perubahan apapun,” ucap Buni.

Buni sendiri dicecar 28 perta­nyaan dalam pemeriksaannya sebagai saksi dalam dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok. “Jadi, pertanyaan itu kurang lebih 28, memang pertanyaan poinnya ada 8 tetapi beranak a,b,c, dan lain sebagainya. Seputar soal “upload” video,” kata Aldwin Rahadian, Pengacara Buni Yani.

Dalam pemeriksaan itu, pi­hak­nya menyatakan secara jelas dan gamblang bahwa kliennya tidak pernah memenggal kata “pakai” pada video itu.

“Di luar itu, banyak akun lain selain dari Pak Buni yang meng­ung­gah dengan durasi yang sama 31 detik juga dengan “caption” yang disampaikan. Jadi, masing-ma­sing akun yang mengunggah di­berikan ‘caption’ juga dan se­belum tanggal 6 Oktober saat Pak Buni mengunggah sudah banyak yang mengkritisi itu,” tuturnya.

Aldwin juga menyatakan kliennya itu tidak pernah sekali pun mengedit dalam video Ahok tersebut. “Mengedit itu meng­otak-atik isi mengubah, menam­bahkan suara, dan sebagainya. Pak Buni tidak mengeditnya,” ucap Aldwin.

Menurut dia, Buni diperiksa lantaran namanya sering disebut oleh para saksi yang sudah dipe­rik­sa polisi. Termasuk Ahok.

“Jadi Bareskrim Mabes Polri ingin meminta kita untuk mem­be­rikan informasi. Karena nama­nya disebut-sebut di pemeriksaan sebelumnya oleh beberapa saksi, ter­masuk Pak Ahok,” ujar Al­d­win.

Pemeriksaan ini, kata Aldwin bisa menjadi ajang untuk meng­klarifikasi yang selama ini ditu­dingkan kepada kliennya.

“Kedatangan kita hari ini, kita bersyukur, kita akan meng­klarifikasi secara gamblang nanti. Menjelaskan posisi Pak Buni seperti apa. Karena seperti yang beredar kan memotong video, itu kan tidak benar,” Aldwin me­mungkas. (h/rol)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 02 Januari 2020 - 18:31:10 WIB

    Buni Yani Bebas dari Lapas Gunung Sindur

    Buni Yani Bebas dari Lapas Gunung Sindur JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - erpidana kasus pelanggaran UU ITE, Buni Yani, bebas dari Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat. Buni Yani disebut mendapatkan cuti bersyarat..
  • Rabu, 05 Juni 2019 - 19:12:24 WIB

    Abu Bakar Ba'asyir Dapat Remisi 1 Bulan 15 Hari, Buni Yani Tidak

    Abu Bakar Ba'asyir Dapat Remisi 1 Bulan 15 Hari, Buni Yani Tidak JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyirmendapatkan remisi khusus Idul Fitri sebanyak 1 bulan 15 hari. Sedangkan Buni Yani, terpidana kasus ITE, tidak mendapatkan remisi khusus..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM