Bahaya, Paksakan Ahok Tak Salah


Jumat, 11 November 2016 - 00:25:04 WIB

JAKARTA, HALUAN — Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah memperingatkan, jika perkataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinyatakan bukan penistaan agama oleh kepoli­sian, maka akan mengancam keberagaman dan Pancasila. Mereka khawatir akan banyak orang menggunakan kata-kata yang sama dengan Ahok untuk menghina agama lain.

Ketua PP Pemuda Mu­ham­madiyah, Dahnil Anzar Si­manjuntak mengatakan, apa yang dilakukan oleh su­dara Basuki Tjahaja Purna­ma adalah penistaan dan an­ca­man terhadap kebera­ga­man. Yakni, keberagaman ter­hadap Islam, Indonesia, umat beragama dan Panca­sila.

Menurutnya, Ahok ma­suk pada ruang yang sangat privat bagi Islam, yaitu perbe­daan tafsir dalam Islam.

Padahal, umat Islam saja menghormati kelompok Is­lam yang lain yang berbeda taf­sir. “Coba bayangkan, nan­ti kalau misalnya polisi me­mu­tuskan apa yang dila­ku­kan Ahok itu bukan penis­taan aga­ma,” kata Dahnil saat dis­kusi publik di Gedung PP Mu­­hammadiyah, Kamis (10/11).

Ia menerangkan, maka akan banyak orang meng­gunakan kalimat yang sama dengan Ahok untuk meng­hina agama lain dan meng­hina isi kitab suci orang lain. Sebab, sudah ada contohnya, apa yang dikatakan Ahok bukan penistaan. Maka akan ditemukan maraknya sikap-sikap intoleransi dan ujaran kebencian.

Ia menegaskan, itulah kenapa Ahok bisa menjadi ancaman keberagaman dan kebhinekaan Indonesia dalam jangka panjang.

Dikatakan Dahnil, pihak­nya sudah berualangkali mem­­­peringatkan kepolisian supaya hati-hati menye­lesai­kan kasus Ahok. Sebab, akan menjadi ancaman bagi kebe­ra­gaman Indonesia dan Pan­casila. Jadi harus dituntaskan dan memenuhi rasa keadilan publik. “Kita harus mengi­ngatkan semua tokoh publik, politisi, tokoh agama itu untuk menggunakan lisannya dengan baik, tidak ceroboh, apa yang dilakukan Ahok lisannya ugal-ugalan, itu kemudian rambu-rambu etika dilanggar,” jelasnya.

Sementara itu, peneliti LSI Denny JA telah menye­lesaikan survei terbarunya ihwal elektabilitas Gubernur DKI Pejawat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pascamen­cuat­nya persoalan Surah Al Maidah. Menurut Denny, mayoritas publik menya­lahkan Ahok soal Surah Al Maidah.

Menurut Denny, jika rak­yat Jakarta yang lebih mo­dern saja seperti itu, maka besar kemungkinan populasi rakyat Indonesia di wilayah ma­yoritas Muslim berpen­da­pat sama atau le­bih buruk la­gi. Dari data ini, kata Denny, ia berharap pemerin­tah ber­tin­dak arif dan tetap menge­dapankan supremasi hukum.

“Terlalu lambat dan ter­lalu sedikit. Jangan remeh­kan kasus ini yang ternyata me­nyen­tuh rasa keadilan rakyat yang meluas dan mayoritas seperti yang ter­potret dalam survei,” ujar­nya.

Survei dilakukan pada 31 Oktober-5 November 2016 di Jakarta. Berdasarkan sur­vei elektabilitas Ahok sudah terus merosot dan kini berada di bawah 30 persen atau 24,6 persen. (h/rol/dn)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM