Warga Amerika Tolak Trump


Jumat, 11 November 2016 - 00:33:31 WIB

Pemilu Amerika Serikat yang berlangsung 8 November 2016 lalu, telah menempatkan Donald John Trump sebagai Presiden terpilih Amerika ke-45. Keme­nangan Trump meru­pakan kemenangan kelompok konservatif. Trump yang disebut sebagai calon contro­versial itu, mengalahkan Hillary Clinton, yang sejak awal kampanye ditabuh, selalu meng­ungguli berbagai survey.

Sebagai Negara yang sangat terkenal sebagai Negara yang memiliki iklim demo­krasi yang cukup kuat, kemenangan Trump justru menjadi kabar petakut bagi sejumlah elemen warga Negara. 

Program atau kebijakan Donald Trump yang kontroversial itu dan mengusung slogan “Make America Great Again”, menjadikan kampanye-kampanye Trump langsung menohok berbagai kalangan. Trump berjanji akan membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko untuk mencegah  masuk­nya imigran ilegal, dengan biaya pembangu­nan yang dibiayai pemerintah Meksiko.

Tak hanya itu, Trump bakal menghapus­kan keluarga berencana. Ia juga akan membuat database dan melarang masyara­kat Muslim untuk singgah serta menetap di AS. Inikah yang membuat Trump ditolak menjadi presiden?

Memang, sejumlah pengamat politik luar negeri tak begitu yakin Trump bakal menang. Termasuk sejumlah warga Ame­rika sendiri. Tapi, pesta demokrasi telah berakhir. Apapun bentuk penolakan, Trump secara resmi telah terplih sebagai Presiden Amerika. Karena itu, unjuk rasa yang kini tengah berlangsung untuk menolak Trump sebagai presiden, hanya dihadapkan pada petugas keamanan. 

Kemenangan Trump dalam menjadi pelajaran bagi kandidat-kandidat kepala daerah di Indonesia. Pernyataan-pernyataan kontroversi yang dilontarkan Trump semasa kampanye, betul-betul melalui kajian terha­dap karakter rakyat Amerika. Buktinya, pernyataan kontroversi itulah yang mengan­tarkannya jadi presiden. Soal Islam, tak lebih soal penciptaan opini bahwa Islam begitu dekat dengan teroris. Sementara kebanya­kan warag Amerika cukup trauma dengan aksi Osama Bin Laden.

Pemilu Amerika dipercaya sebagai pemilu merupakan yang demokratis. Pemilihan yang bebas dan adil adalah hal yang penting dalam menjamin pondasi politik demokratis. Untuk beberapa alasan kebanyakan warga Amerika percaya secara keseluruhan sistem elektoral adalah adil dan jujur.

Anehnya, kenapa ketika Trump sudah memenangkan lebih dari 270 electoral vote, masih ditolak oleh sebagai warga Amerika? Sudah tergeruskah kepercayaan warga Amerika terhadap pelaksanaan demokrasi di negaranya?

Beberapa hal yang dapat dicatat antara lain bahwa frekuensi pemilihan-pemilihan bermakna tak ada partai atau faksi di dalam sebuah partai yang punya jaminan untuk selamanya berkuasa, yang mendapat suara mayoritas tidak mungkin selalu mendapat suara mayoritas pada pemilihan berikutnya. Ini berarti mayoritas adalah sesuatu yang berubah-ubah. Di samping itu, mayoritas bersifat sementara meng­ingat sistem elekto­ral melindungi hak-hak untuk berkompetisi. ***


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 19 April 2017 - 09:52:29 WIB
    TIGA JAM MENYUSURI KAWASAN WISATA MANDEH

    Jadi Ledekan Bule, Bikin Resah Warga

    Jadi Ledekan Bule, Bikin Resah Warga DERU boat dengan mesin tempel yang membawa tim liputan Haluan dari Dermaga Carocok Tarusan, Pesisir Selatan tak memecah konsentrasi kami untuk mengungkap sosok-sosok di belakang rusaknya hutan di sekitar kawasan wisata Mande.
  • Senin, 19 Desember 2016 - 01:25:01 WIB

    Menolak Warga Asing Berorganisasi di Indonesia

    Nyaris tak ada yang setuju, Warga Negara Asing (WNA) membuat orga­nisasi di Indo­nesia. Penolakan terjadi, dan akan terus terjadi. Karena, keberadaan WNA di Indone­sia, jelas akan membaut masalah saja. Tidak dibolehkan saj.
  • Rabu, 05 Oktober 2016 - 02:30:30 WIB

    Pasar Malam dan Keresahan Warga

    Kehadiran pasar malam di beberapa lo­kasi di Kota Padang mengundang protes dari masyarakat setempat. Pasalnya, permainan bola berguling (bolling) yang disediakan terindikasi judi. Warga juga merasa sangat terganggu dengan mu.
  • Senin, 22 Agustus 2016 - 03:46:56 WIB

    Warga Minang, Warga Dunia

    Warga Minang, Warga Dunia Di bawah ini se­ngaja saya petik seba­ris puisi Goenawan Mohammad yang berbunyi – Juru Peta Yang Agung... Dima­nakah Tanah Airku..?. Puisi ini menorehkan sebaris kalimat doa haru yang dipanjatkan kepada Tuhan (Juru Peta.
  • Selasa, 05 Juli 2016 - 15:43:02 WIB

    Warga Pasie Nan Tigo Berharap Presiden Berkunjung ke Daerahnya

    Warga Pasie Nan Tigo Berharap Presiden Berkunjung ke Daerahnya PADANG, HALUAN – Warga Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah masih berharap kedatangan Presiden Joko Widodo ke daerahnya. Hingga saat ini warga masih bersiap apabila RI 1 benar-benar jadi ke sana..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM