Wisata Halal Sejalan dengan Konsep ABS-SBK


Jumat, 11 November 2016 - 00:35:13 WIB

PADANG, HALUAN — Adat dan budaya Minangkabau yang memegang erat falsafah adat basandi syarak, sarak basandi kitabullah (ABS-SBK), sudah mengenal lama tentang halal terkait dengan semua aktivitas sosial dan budayanya. Agama Islam sangat identik dengan Minangkabau. Maka tak heran, jika wisata halal sangat sejalan dengan konsep ABS-SBK.

Jika kini Sumatera Barat (Minangkabau) terpilih sebagai daerah tujuan (destination) pariwisata halal, dan makanan halal dalam kompetisi wisata halal terbaik yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata, be­berapa waktu lalu, sudah pantas dan wajar, serta tak menga­getkan.

Beberapa bulan ke depan, pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) ini akan mewakili Indonesia ikut dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 yang akan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emeriat Arab (UEA) pada Desember 2016 mendatang.

Provinsi Sumatera Barat mewakili Indonesia ikut WHTA 2016 untuk tiga kategori, yaitu Destinasi Wisata Halal Terbaik, Destinasi Kuliner Halal Terbaik, dan Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik.

“Sumatera Barat me­ngung­gulkan untuk kategori tujuan pariwisata halal dan juga ku­linernya. Kekuatan kita di sini. Kita sudah punya modal kul­tural dan sosial. Adat dan budaya Minang­kabau senapas dengan Islam. Dan soal halal itu merupakan ajaran Islam,” kata Yopi Nursali, Direktur Latifa Consulting yang juga leader dalam Tim Percepatan dan Pe­ngembangan Pariwisata Halal (TP3H).

Sementara itu, Sumatera Barat (Minangkabau) secara kultural, sejarah, dan kehidupan sosialnya, sudah memiliki kri­teria yang dibutuhkan oleh wisatawan muslim. Biasanya wisatawan dari Timur Tengah menyenangi alam alam, budaya, makanan serta tempat ber­belanja.

“Sumatera Barat sudah me­miliki modal untuk meng­gaet wisatawan muslim, karena Sum­bar sudah punya yang mereka butuhkan,” sambung Yopi.

Kendati punya potensi besar terhadap pariwisata halal itu, Sumatera Barat masih dite­mukan kekurangan fasilitas penunjang, misalnya sarana ibadah (musala dan masjid), toilet yang masih belum terjaga ke­bersihannya, produk ma­kanan dan hotel yang belum tersertifikasi halal.

“Saat ini Pemerintah Pro­vinsi Sumbar terus berbenah untuk menyediakan kebutuhan wisatawan muslim, proyek per­contohannya adalah koridor wisata Padang-Bukitinggi,” kata Didit P. Santoso, Plt Kepala Disparekraf Sumbar.

Sementara itu, Tandri Eka Putra, Koordinator Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sum­bar, sebuah komunitas media sosial yang menjadi ujung tom­bak pemenangan Sumbar di ajang WHTA 2016, me­nga­takan, telah menyusun rencana kerja yang siap dieksekusi di media sosial.

“Kita sudah siapkan rencana aksi mendukung Sumatera Ba­rat menang dalam World Halal Tourism Award 2016 untuk kategori destinasi wisata halal dan destinasi kuliner halal terbaik dunia. Genpi Sumbar yang menghimpun komunitas-komunitas media sosial dan media daring di Sumbar, sudah bertekad memenangkan Sum­bar dalam vote nanti,” kata pria yang akrab disapa Abenk ini.

Untuk itu, ia meminta se­mua elemen di Sumatera Barat mendukung dan ikut aktif me­milih Sumbar. Masyarakat Minang di rantau juga diha­rapkan mendukung penuh.

“Jumlah perantau Minang de­ngan yang tinggal di Sumbar sama banyak. Ini potensi besar untuk #menang­kan­minang­kabau. Pas relis jadwal “vote” nanti mari kita bersama-sama pilih Sumbar,” terangnya.

Dijelaskan, seluruh pihak harus bahu membahu dalam proses voting yang telah dibuka sejak 17 Oktober hingga 25 November 2016 mendatang. (h/rel)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM