BIDANG MEKANISME PERTANIAN

Santosa Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unand


Jumat, 11 November 2016 - 00:35:46 WIB
Santosa Dikukuhkan  Jadi Guru Besar Unand Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Santosa, MP (kiri) bersalaman dengan Ketua Majelis Guru Besar Prof. Dr. Darwin Amir Sp. S. Santosa dikukuhkan sebagai guru besar Unand, Kamis (10/11). (RINA SYAFITRI)

PADANG, HALUAN —  Per­ja­lanan panjang yang tidak mengenal lelah dijalani Prof. Dr. Ir. Santosa, MP dalam mem­per­tahankan eksistensinya di Bidang Mekanisme Pertanian (Teknik Pertanian) di Universitas An­dalas, akhirnya berbuah manis. Dekan Fakultas Teknologi Per­ta­nian Universitas Andalas ini dikukuhkan sebagai guru besar.

Dalam pidatonya saat acara pengukuhan, Kamis (10/11) di Gedung Covention Hall, Uni­versitas Andalas, Santosa me­nga­takan, baginya suatu yang istimewa dirinya dikukuhkan sebagai guru besar di Bidang Mekanisme Pertanian. Pengu­kuhan tersebut tentunya akan menjadi gerbang perubahan untuk bisa lebih baik lagi.

Dengan jabatannya yang baru sebagai guru besar, Santosa sangat percaya bidang yang digelutinya mampu memberi manfaat bagi instansi profesinya dan masyarakat luas.

Pada kesempatan itu, San­tosa juga menyampaikan pidato pengukuhannya dengan judul “ Model Matematis tentang  Gaya dan Daya untuk Pengolahan Tanah.”

Dijelaskannya, pengolahan tanah dapat mengubah atau memperbaiki struktur tanah. Perbaikan struktur tanah dengan pengolahan tanah diduga dapat berpengaruh baik pada per­tum­buhan tanaman, sehingga mam­pu memajukan perekonomian masyarakat.

Disebutkannya, semestinya pe­ngo­lahan tanah dengan meng­gunakan alat harus sesuai dengan jenis tanah itu sendirinya. Dari hasil penelitian yang dilakukan pengolahan tanah menggunakan bajak singkal yang ditarik traktor pada kotak tanah di tiga lokasi Kota Padang yaitu, Bungus Teluk Kabung, Kuranji dan Limau Manis terlihat adanya hubungan antara waktu tempuh (detik) pembajakan tanah pada kotak tanah denga tipe bajak yang digunakan.

Semakin besar sudut potong vertikal bajak semakin cepat waktu tempuh pembajakan ta­nah, dan semakin kecil sudut potong vertikal bajak, maka semakin lama waktu tempuh pembajakan tanah.

Ditambahkan Santosa, pe­ngo­lahan tanah dengan meng­gunakan alat bajak singkal yang ditarik sapi lebih bagus untuk jenis tanah yang ada di lokasi kita. Karena bisa membuat hasil pertanian lebih baik.

Sementara, ketua Majelis Guru Besar Prof. Dr. Darwin Amir Sp. S mengatakan, ilmu yang dikuasai Santosa di­harap­kan mampu memberi manfaat untuk perekonomian masyarakat banyak. Karena guru besar tidak hanya bertanggung jawab pada instansinya saja, tapi juga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat.

Selain itu, prestasi yang dimiliki tersebut harus mampu memberi sumbangan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi pada bangsa demi terwujudnya kejayaan bangsa itu sendiri.

Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni SE. MBA mengucapkan selamat kepada Santosa atas prestasi yang dica­pain­ya sehingga dapat menerima jabatan sebagai guru besar yang sesuai bidangnya di Universitas Andalas.

Diakuinya, Santosa meru­pakan akademisi yang memiliki prestasi yang tinggi, disiplin serta pertanggung jawab, (h/mg-ina)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM