Pemkab Diminta Masukan Pelajaran NKRI dalam Kurikulum


Jumat, 11 November 2016 - 00:40:09 WIB
Pemkab Diminta Masukan Pelajaran NKRI dalam Kurikulum BUPATI Pasbar, Syahiran, Wakil Bupati, Yulianto dan Sekda, Manus Handri foto bersama dengan pejuang 45 dalam rangka silaturahmi hari pahlawan. (IDEN)

PASBAR, HALUAN — Per­wa­kilan pejuang 1945 Pasaman Barat (Pasbar) silahturahmi dengan pemerintah setempat, Kamis (10/11). Dalam kesem­patan ini, perwakilan pejuang 45 ini berharap, pemerintah Pasbar bisa memasukkan mata pelajaran NKRI ke dalam ku­rikulum pendidikan.

Kita berharap, mata pelaja­ran NKRI bisa dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan baik itu tingkat pelajar hingga ke perguruan tinggi,” sebut Dahlan, perwakilan pejuang 1945 Pasbar, ketika silaturahmi dengan pimpinan Pemerintah Pasbar, Kamis (10/11).

Ini, katanya lagi, akan ber­efek kepada rasa nasionalisme generasi muda ke depannya.

Senada dengan itu, Kapolres Pasbar, AKBP Djoko Ananto mengucapkan terima kasih kepada pahlawan yang telah berkorban tetesan keringat, darah hingga nyawan. Hasil dari perjuangan pahlawan sudah bisa dilihat oleh pejuang veteran sendiri.

“Namun, untuk sempurna memang belum bisa kita rasa­kan,” jelas Kapolres AKBP Djoko Ananto.

Ia menambahkan, apa yang dikeluhkan oleh pejuang yang masih hidup juga menjadi kese­dihan sendiri bagi dirinya sebagai Kapolres Pasbar. Masih banyak masyarakat yang belum sadar dengan pengorbanan para pejuang. Mengibarkan bendera merah putih saja masyarakat sering lupa.

Tidak hanya itu saja yang menjadi masalah saat ini, kata Kapolres, masalah Narkoba juga menjadi persoalan bersa­ma. Di Pasbar masalah narkoba sudah menjalar hingga ke la­pisan bawah. Tanpa dukungan dari semua masyarakat maka persoalan itu tidak akan selesai.

“Kita harus bekerja sama bergandengan tangan untuk memberantas pekat di tengah-tengah masyarakat. Sebab, masalah keamanan tidak hanya menjadi tugas dari kepolisian tetapi masalah semua kalangan. Sebagai generasi muda, saya berjanji akan melanjutkan cita-cita Bapak pejuang semua. Dukungan dan doa tentu sangat kami harapkan,” tandas Kapolres.

Menyikapi hal itu, Bupati Syahiran bersama Wakil Bupati, Yulianto berjanji akan berusaha memberantas pekat. Namun, diakui masih banyak kelemahan yang dirasakan saat ini mulai dari pemerintahan hingga tata kelola pemerintahan.

“Seperti kurikulum pendidi­kan, kita pemerintahan daerah merujul kepada pemerintah pusat. Apa yang menjadi kere­sahan veteran semua juga men­jadi keresahan kami sebagai pemerintah daerah,” terang Bupati Syahiran.

Persoalan yang dihadapi oleh Pasbar saat ini tidak mu­dah, pasalnnya Penyakit Masya­rakat (Pekat) semakin menjadi-jadi. Cafe liar bak jamur ber­tum­buhan di Pasbar dan itu tugas yang cukup berat untuk memberantasnya. Selain itu, persoalan asusila dan narkoba juga menjadi incaran banyak pihak.

“Pasbar tidak lagi menjadi persinggahan perdagangan Nar­ko­ba, tetapi sudah menjadi pasar Narkoba. Agen-agen Narkoba sudah ada di setiap nagari kecamatan, sehingga kita perlu bergandengan tangan untuk memberantasnya. Kami mohon dukungan untuk melan­jutkan cita-cita para pejuang, para pahlawan untuk men­ciptakan NKRI yang sesuai dengan UU dan Pancasila,” harap Syahiran.

Pasbar sudah masuk dalam radar merah atau kategori ber­ba­haya, narkoba ditemukan dalam jumlah besar di Pasbar. Wanita malam ditangkap sam­pai 75 orang satu malam dan itu menjadi tugas berat Pemerintah Pasbar dan Forkopimda. “Ten­tunya dukungan dan kepedulian kita semua sangat dibutuhkan,” jelas Bupati Syahiran meng­akhiri. (h/ows/idn/hel)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM