Kasus KTPA Meningkat di Dharmasraya


Jumat, 11 November 2016 - 00:48:28 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA) di Dharmasraya, terus me­ning­kat tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, jumlah kasus tercatat sebanyak 58 kasus. Se­mentara hingga per­te­nga­han November 2016, jumlah ca­ta­tan kasus mencapai 68 kasus.

Plt. Kepala BPML2N­P­PKB Dhar­masraya, Andrias melalui Kabid Pemberdayaan Pe­rempuan, Sarbaini me­nga­takan, kasus kekerasan pada pe­rempuan dan anak itu ter­bagi beberapa bentuk, seperti fisik, mental dan pelecehan seksual, yang tercatat tahun ini meningkat sekitar 10 persen.

Peningkatan yang cu­kup signifikan tersebut men­jadikan perhatian khusus bagi pemerintah sendiri pa­da umumnya begitu juga ma­syarakat. “Kasus ini me­ngalami peningkatan terjadi dengan dua kemungkinan, yakni kesadaran masyarakat untuk melapor semakin ber­tambah dan memang kasus itu sendiri yang mengalami peningkatan,” ujar Sarbaini.

Dikatakannya, saat ini memang pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke­pa­da masyarakat terhadap upa­ya untuk meminimalisir dan me­ngajak masyarakat untuk me­laporkan kasus-kasus yang terkait dengan ke­ke­rasan terha­dap pe­rempuan dan anak.

Dikatakan Sarbaini, pi­hak­nya bersama tim yang sudah dibentuk khusus, terus mendampingi kasus-kasus yang terjadi hingga ke pe­ngadilan. Namun mereka juga mengalami kendala se­cara operasional karena pembiayan hanya diang­gar­kan sampai tahap sosia­lisasi saja, sementara kasus-kasus seperti hal tersebut butuh peningkatan ka­pasitas.

“Kami melalukan pen­dampingan sampai pe­mu­lihan mental anak. Untuk satu kasus itu keseluruhan menghabiskan Rp4,5 juta, begitu juga kasus ini tidak akan bisa ditargetkan sam­pai berapa, tapi angg­aran kita hanya sebatas yang ditargetkan,” ucapnya.

Sarbaini menambahkan, pihaknya berharap untuk kepedulian lintas SKPD terkait terhadap kasus ter­sebut agar kasus itu bisa diminimalisir. “Kami juga mengimbau kepada ma­sya­rakat, untuk mengawasi anak dan keluarganya. Begitu ju­ga sekolah, jangan hanya fokus pelajaran formal saja, namun adanya pendidikan khusus atau bimbingan ter­hadap pencegahan itu,” ce­tusnya.

Terpisah, Sekretaris Dis­dikpora Dharmasraya, Sutadi mengatakan, terkait kasus pelecehan terhadap siswi SD oleh oknum guru agama belakangan ini, pihaknya telah melakukan pe­me­rik­saan terhadap kepala sekolah terkait.” Kami sudah me­lakukan pemeriksaan, itu sudah ada berita acaranya,” tutup Sutadi. (h/bdr)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM