TAFSIRKAN PERNYATAAN AHOK SOAL ALQURAN

Jokowi Ngaku Sudah Tegur Kapolri


Jumat, 11 November 2016 - 00:54:08 WIB

JAKARTA, HALUAN — Presiden Joko Widodo mengaku sudah menegur Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian karena menafsirkan pernyataan calon Gu­bernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengutip ayat Alquran. Pengakuan itu disam­paikan Jokowi kepada para ulama yang diundang ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/11) siang.

Pimpinan Pondok Pesan­tren Darussalam, Serang, Sidra­jat Ardani mengatakan, awalnya dalam pertemuan yang berlang­sung tertutup itu ia menyampaikan kritik terhadap Kapolri. Ia menilai, pernyataan Ka­polri ter­sebut justru mem­buat ne­tra­litas kepolisian di­per­tanyakan da­lam me­ngu­sut kasus Ahok.

“Kami su­dah secara lan­tang menyampaikan kepada Bapak Presiden kegaduhan setelah 4 November adalah aparat ke­amanan, terutama polisi men­dahului menafsirkan kata ‘pakai’,” kata Sidrajat seperti dilansir kompas.com, Kamis (10/11).

Menurut Sidrajat, Jokowi lang­sung menegur Tito atas pernya­taannya yang disampaikan ke media itu. Jokowi mengakui pernyataan Tito memang tidak tepat. “Di situ Presiden mengakui dan sudah menegur pihak kepo­lisian,” ucap Sidrajat.

Hal serupa disampaikan pim­pinan pondok pesantren Salafi­yah Banten Matin Sarqowi. Ia mengatakan, seharusnya kepoli­sian tidak sembarangan menyam­paikan pernyataan yang men­dahului.

“Karena itu bukan ranahnya kepolisian. Ranah polisi adalah penyelidikan dan penyidikan. Presi­den sudah menegur,” tambah dia.

Kapolri Jenderal Tito Karna­vian sebelumnya mengatakan, ada perbedaan antara pernyataan “dibohongi pakai Al Maidah 51” dan “dibohongi Al Maidah 51”. Pernyataan yang disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu meng­gunakan kata “pakai”, sedangkan transkrip yang ditulis Buni Yani di akun Facebook-nya tanpa kata “pakai”.

“Kalau yang pertama ‘dibo­hongi Al Maidah 51’ itu berarti yang dikatakan bohong adalah ayatnya, tetapi kalau ‘dibohongi pakai Al Maidah 51’ berarti bu­kan ayatnya, tetapi orangnya. Jangan percaya kepada orang,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (5/11) lalu.

Namun Kapolri membantah bahwa ia menafsirkan ucapan Ahok. Tito mengaku hanya me­ngutip tafsir yang disampaikan ahli agama dan bahasa kepada penyidik Badan Reserse Kriminal Polri. “Itu kan bukan kata saya. Saya bilang kan kata keterangan ahli,” kata Tito.

“Saya menyitir dari keterangan ahli. Ada beberapa ahli bahasa dan agama yang kita dengar keterangannya. Mereka membe­dakan antara menggunakan kata pakai dan tidak. Saya hanya mengutip,” ucap Tito.

Akibat dikira menafsirkan ucapan Ahok, Kapolri mendapat kritik dari Ketua Umum PP Mu­ham­madiyah Haedar Nashir.

Haedar mengatakan, penafs­iran Kapolri tersebut justru akan menimbulkan keraguan masya­rakat terhadap kinerja kepolisian.

“Nanti polisi dituding me­mihak,” kata Haedar kepada war­ta­­wan seusai menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (8/11) pagi. (h/ald)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM