KASUS PENISTAAN AGAMA OLEH AHOK

Semakin Tertunda, Semakin Berat


Senin, 14 November 2016 - 00:28:47 WIB

JAKARTA, HALUAN — Mantan Ketua Umum PBNU men­ya­ran­kan, Presiden Joko Widodo mengutus ulama yang betul-betul berhati ulama untuk berkomunikasi dengan kelompok-kelompok yang kini terus mendesak penegakan hukum atas kasus penistaan agama sehingga lebih diterima.

“Kalau tidak ulama yang memang berhati ulama, maka tidak nyambung. Kalau yang diutus adalah orang politik maka yang muncul lebih ke politik. Misalnya ini masalah Quran, yang diutus harus orang yang ngerti Quran, bukan malah orang yang Quran saja tidak percaya,” katanya kepada wartawan seusai berbicara pada se­minar nasional tentang per­juang­an pahlawan nasional KHR As’ad Syamsul Arifin di Ponpes Nurul Qarnain, Balet­baru, Sukowono, Jember, Jawa Timur, Ahad (13/11).

Menurut Pengasuh Pon­dok Pesantren Al Hikam Malang tersebut, sebetulnya aksi demo umat Islam yang dilakukan pada 4 Nopember dan kemungkinan akan dilan­jut­kan pada 25 Nopember 2016 itu tidak perlu terjadi jika masalah dugaan penis­ta­an agama itu diselesaikan. “Intinya di proses hukum, yang sekarang masih samar-samar. Mestinya pemerintah (Presiden) segera menemui mereka (pendemo). Ini k­a­rena belum ketemu, padahal mereka sudah ke Istana. Semakin lama tertunda, maka emosi umat akan se­ma­kin meningkat, tentu ma­sa­lah­nya makin berat,” kata anggota Dewan Pertim­bang­an Pre­siden (Wantimpres) ini.

Menurut dia, masalah yang muncul akibat per­nyataan gubernur DKI Ja­kar­ta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu men­jadi viral di berbagai media sosial dan masyarakat karena yang diurusi pemerintah bukan pada inti persoalannya. Ditanya apakah saran itu sudah disampaikan kepada Preiden Jokowi, ia me­negas­kan bahwa hal tersebut sudah berkali-kali disampaikan.

Aksi Tandingan

Sementara itu Pascaaksi damai Bela Islam II pada 4 November lalu,  Sejak Sabtu dan Minggu kemarin beredar pesan di media sosial yang berisi ajakan untuk meng­gelar aksi Parade Bhi­ne­ka Tunggal Ika pada 19 No­vem­ber mendatang. Da­lam pesan tersebut dise­but­kan bahwa aksi ini akan digelar di Parkir Timur Sena­yan dan Bun­daran Hotel Indonesia.

Dalam undangan yang beredar di Medsos, di­can­tum­kan bahwa Ketua Panitia Parade Bhineka Tunggal Ika adalah Tsamara Amany Ala­tas, yang diketahui meru­pakan pendukung Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Aksi ini menargetkan akan diikuti oleh 100 ribu massa. Selain itu, sejumlah tokoh juga disebut akan ikut dalam aksi tersebut di­antara­nya Buya Syafii Maarif, Gus Mus, Said Agil Siradj, Ha­edar Nashir. Tak cuma itu, aksi tersebut juga akan dira­mai­kan dengan artis dan budayawan diantaranya Iwan Fals, Slank, hingga Cherry Belle.

 Namun Tsamara Amany yang disebut sebagai Ketua Panitia membantah undangan yang beredar. Dalam akun twitter @TsamaraDKI, ia mengatakan memang akan ada Parade Kebhinekaan tetapi tidak seperti undangan yang tersebar.”Teman2, me­mang benar kami meren­canakan Parade Kebhinekaa. Benar pula kami telah rapat membahas itu,” tulisnya.

“Namun kemudian dari pesan yang tersebar banyak terkandung hoax atau unsur kebohongan, termasuk nama artis dan tokoh yg diundang, terima kasih,” tulisnya lagi. (h/dn/rol)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM