Nurani Perempuan Buka Gerai NP 17+


Senin, 14 November 2016 - 00:29:54 WIB

PADANG, HALUAN — Tak mudah mencari dana untuk biaya operasional sebuah lembaga. Karena itu, lembaga perlindungan dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, Nurani Perempuan, sejak 2010 berupaya mencari tambahan dana operasional mereka dengan menjual berbagai produk usaha kecil dan mene­ngah di Sumbar di setiap iven yang mereka hadiri.

“Keuntungannya lumayan untuk tambahan dana ope­ra­sional yang kami butuhkan. Makanya, sejak awal November ini, kami mencoba untuk lebih se­rius mencarinya dengan mem­­buka sebuah gerai ber­nama NP17+ di Komplek Be­lanti Permai I Blok A No. 5, Pa­dang,” ujar Ketua Nurani Pe­rem­puan Women’s Crisis Cen­ter, Yefri Heriani, Jumat (11/10).

Ia menjelaskan, NP17+ la­hir ketika Nurani Perempuan ber­kiprah selama 17 tahun me­layani perempuan dan anak yang jadi korban kekerasan. “Pa­­da usia 17 tahun, kami ingin Nurani perempuan lebih man­diri untuk operasional ke­giatan pembiayaan bagi pe­rem­puan korban kekerasan,” tu­tur­nya.

Untuk menyediakan ber­bagai produk yang akan dijual di gerai tersebut, kata Yefri, Nurani Perempuan bekerja sama dengan Forum Pengada Layanan (FDL) se-Indonesia. Khusus untuk produk dari Sumbar, gerai ini bisa dida­patkan aneka motif sulaman, se­perti jilbab, bahan baju, ba­tik khas Minang, dan tenu­nan.

Harga produk di NP17+, kata Yefri, tak terlalu mahal. Misalnya, harga jilbab mulai dari Rp40 ribu sampai Rp Rp60 ribu, tenunan dan batik cap motif Minang dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. Batik motif Minang dijual dengan edisi terbatas karena dibuat oleh rekanan di Batusangkar.

“Semua keuntungan dari penjualan di NP17+ akan digu­nakan untuk meningkatkan pelayanan pendampingan kor­ban kekerasan yang datang ke Nurani Perempuan,” ucap Yefri sembari menyebutkan ke­untu­ngan NP17+ berkisar 10 sampai 15 persen dari setiap unit barang yang dijual di sana.

Ke depan, Yefri berharap usaha itu bisa dikelola dengan manajemen yang baik se­hing­ga akan semakin banyak kor­ban kekerasan yang bisa me­reka layani dari keuntungan yang diraih.

“Sekarang istilahnya masih social enterprise. Namun, ke depan, kami ingin agar bisnis ini semakin berkembang dan akhirnya bisa membiayai se­mua kebutuhan pembiayaan di Nurani Perempuan,” harapnya.

Ia juga berharap NP 17+ bisa menampung perempuan-perempuan korban kekerasan yang tak punya usaha untuk melanjutkan kehidupannya. Melalui berbagai pelatihan keterampilan, diharapkan me­reka bisa lebih meningkatkan kapasitas kehidupan mereka kelak. Yang terpenting, NP17+ juga berharap bisa mengem­bang­kan dan me­masarkan ha­sil kerajinan karya perempuan-perempuan di Sumbar. (h/atv)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM