Kabunanda Masih Terisolir


Senin, 14 November 2016 - 00:35:08 WIB

PAINAN, HALUAN — Jorong Kabunanda yang terletak di Kenagarian Kotokandis, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hingga saat ini kondisinya masih terisolir.

Pemukiman yang dihuni sebanyak 50 kepala keluarga (KK) dan 265 jiwa itu, belum memiliki sarana dan pra­sarana yang memadai, se­perti akses jalan dan jem­batan. Hal itu membuat aktivitas warga setempat pada sektor pertanian dan perkebunan menjadi ter­ganggu, karena tidak mam­pu memproduksi hasil pa­nen mereka keluar daerah secara menyeluruh.

Akibatnya, mereka ter­paksa harus menempuh jalur alternatif dengan cara me­nge­lilingi aliran sungai Ba­tang Lengayang, dan berja­lan dilereng tanah per­bu­ki­tan sepanjang kurang lebih lima kilometer untuk sampai ke “Kapalo Banda” yang be­rada di Kampung Koto Kan­dis, Kambang Timur. “Kalau musim hujan datang, ja­ngan harap kita bisa me­nempuh jalur tersebut de­ngan meng­gunakan sepeda mo­­tor. Se­bab, selain medan yang licin, aksesnya juga sem­pit dan sangat terjal dan ber­liku,” ucap warga setem­pat Katik Uwir (50), Ming­gu.

Ditempat yang sama Po­no (45), juga mengeluhkan kondisi tersebut. Menurut­nya minimnya akses jalan dan jembatan penghubung antar kenagarian, akan mem­bawa dampak buruk bagi pen­duduk sekitar. Sebab, pe­ngelolaan dan produksi pa­da sektor pertanian dan per­ke­b­unan akan sulit untuk di­kem­bangkan. “Karena da­pat ki­ta lihat pada Kampung Ka­bu­nanda dan Kampung Pa­wuah, masyarakatnya ter­ma­suk penghasil karet terbe­sar un­tuk kabupaten Pesisir Se­­la­tan. Belum lagi berbagai je­­­nis komoditi lainnya se­per­­­ti minyak Nilam, dan Gam­­bir. Dari itu, kami sangat ber­harap agar sarana dan pra­sarana dikampung ini se­gera diperbaiki, sehingga ke­de­pan­nya potensi besar ini bisa kami garap secara mak­si­­mal, dan masyarakat juga ter­­lepas dari keterkung­ku­ngan dite­ngah pesatnya per­kem­­bangan zaman,” pinta­nya.

Dihubungi terpisah, De­wi Kumala Sari anggota DP­RD Pessel dari Dapil III ju­ga mengakui kondisi terse­but.

Sebelumnya, Dewi bersa­ma anggota DPRD lainnya sudah pernah meninjau lo­kasi tersebut kelapangan, dan berdialog secara lang­sung dengan masyarakat setempat. “Dari peninjauan kita sebelumnya, memang sangat wajar apa yang disam­paikan warga tersebut. Dari itu, usulan dan keluhan war­ga terkait pembangunan sa­rana dan prasarana jalan se­panjang lima kilometer itu, akan kita upayakan ma­suk dalam Anggaran Pen­da­pa­tan Belanja Daerah (AP­BD) ta­hun 2017,” ungkap­nya.

Dikatakannya, pemba­ngu­nan peningkatan badan jalan dan jembatan itu, bu­kan saja berdasarkan per­tim­­bangan dari segi faktor-fak­­tor kemanusiaan saja, akan tetapi juga melihat besarnya potensi yang dimi­liki oleh masyarakat setem­pat, tentu­nya akan ber­dam­pak besar pula terhadap peningkatan ekonomi ma­sya­­rakat secara luas. “Ya, kita berharap agar usulan untuk pembangunan sarana dan prasarana ter­sebut, ter­le­bih dahulu ma­suk dari Na­gari dan nantinya bisa di­bahas melalui Mus­ren­bang Kecamatan untuk dilan­jutkan ke tingkat Kabu­paten. Dan semoga apa yang­ mereka harapkan selama ini, bisa tercapai hendaknya,” tutupnya. (h/mg-kis)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM