DANAU MANINJAU DISOROT DUNIA

Banyak Sumber Dana Penyelamatan Danau


Senin, 14 November 2016 - 00:38:19 WIB
Banyak Sumber Dana Penyelamatan Danau Air danau Maninjau jarang disentuh wisatawan karena tercemar limbah Keramba Jala Apung. Namun Danau Maninjau cukup indah jika dilihat dari puncak Ambun Tanai, Nagari Padang Gelanggang, Matur. (DODI NURJA)

Agam, Haluan — Salah seorang perantau asal  Maninjau yang juga sangat konsen dengan ling­kungan Popi Mailani Rajo Bintang mengung­kapkan, dana yang bisa digunakan untuk penye­le­matan danau sangat banyak. Hanya saja tidak termanfaatkan karena regulasi yang mengatur sehingga dana itu sampai ke pemerintah daerah cukup rumit.

Diperlukan ke­gi­gi­han pemerintah te­r­kait sehingga dana ter­sebut ter­manfaat­kan.

Selain itu dalam penyelematan danau di Indonesia, di­per­lu­kan adanya badan otoritas pengelolaan danau. Melalui lem­baga ini diharapakan penyelesaiaan ma­salah danau benar-benar diurai secara terukur. Kemudian  Keberadaannya sa­ngat penting me­ngi­ngat, regulasi yang sangat ketat dalam pengguaan anggaran dimana sering ken­dala terjadi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Benar saya berkesempatan hadir dalam kegiatan Word Lake Konference yang didakan beberapa waktu kemarin di Bali. Permasalahan yang dibahas  secara umum adalah persoalan danau yang ada di Indonesia. Namun dalam kesempatan itu, persoalan Danau  Maninjau dan Danau Toba cukup banyak dihabas dari pada yang lain,” Kata Popi Rajo Bintang, melalui Telepon Minggu, (13/11).

Menurutnya, masalah yang dihadapi Maninjau dan Danau Toba relatif sama yaitu pen­ce­ma­ran berat salah satunya di­seba­b­kan keberadaan keramba yang melebihi ambang batas. Oleh sebab itu diperlukan ko­mit­men yang kuat mulai pe­me­rintah pusat hingga daerah, sekaitan bagaimana mengatasi pen­ce­ma­ran itu sehingga me­ngem­balikan keasrian danau. “Persoalan Danau Maninjau merupakan salah satu topik yang cukup hangat kemarin. Dari pertemuan itu terungkap banyak, hal yang mesti menjadi perhatian dan perlu di­tindak­lanjuti ke depan. Sehingga upaya penyelamatan danau tidak hanya pada ranah wacana tetapi bisa dilakukan secara nyata dan komprehensif,” jelasnya.

Dikatakannya, sebenarnya wacana penyelematan danau sudah ada sejak beberapa tahun silam. Sejak 2009 sudah be­ra­gam seminar, maupun training dan sejenisnya dilakukan. Tetapi output kegiatan itu belum ada secara nnyata memberikan dampak terhadap penyelamatan danau.

Menurut popi, salah satu fakta yang terungkap dalam kegiatan Word Lake Kon­fe­rence adalah ternyata dana yang disediakan untuk penyelamatan danau itu cukup banyak hingga ratusan miliar. Tetapi instansi pusat terkait, mengalami ke­bingu­nan dengan penggunaan dana teraebut, pasalnya peme­rintah daerah yang ber­sang­kutan tidak memiliki program yang jelas dalam penyelamatan danau. “Pemerintah provinsi belum memiliki agenda serta keseriusan dalam penyelamatan danau. Selain itu regulasi peng­gunaan dana yang ketat dirasa juga menjadi salah satu kendala yang membuat pemerintah provinsi maupun daerah enggan mengupayakan dana tesebut,” jelasnya.

Popy menambahkan,  oleh sebab itu pada kesempatan tersebut juga dibahas bagaimana penting adanya badan otoritas pengelolaan danau dimana pelaksanaannya bisa dilakukan oleh pihak independen. Se­hingga dana termanfaatkan serta penanganan masalah danau menjadi lebih fokus. “ Sebagai orang Maninjau tentunya saya sangat prihatin dengan kondisi Danau Maninjau Sekarang. Tetapi Kita harus tetap optimis pada masa mendatang,” ungkap Popi. (h/yat)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM