PEMUDA TEWAS BERSIMBAH DARAH

Duel Satu Lawan Satu Berujung Maut


Senin, 14 November 2016 - 00:47:17 WIB

Korban ditemukan bersimbah darah di jalan. Tubuhnya penuh luka sabetan senjata tajam. Sebelum ditemukan tewas sekitar pukul 11.45 WIB, Minggu (13/11) siang, korban yang bernama Anton Poloik (38) diketahui berkelahi satu lawan satu dengan seorang lelaki yang namanya sudah dikantongi polisi.

PADANG, HALUAN – WA (35) memekik histeris. Lutut­nya gemetaran menahan ce­mas melihat dua lelaki ber­gumul di hadapannya. Per­kelahian tak seimbang. Satu orang memegang pisau. Hi­tung­an detik, pisau dihujam. Teriak kesakitan mem­ba­ha­na. Darah segar menetes. WS me­nutup mata saking takutnya.

“Tolong, panggil polisi. Panggil polisi,” teriak WA. Warga Jalan Sarang Gagak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang itu tak kuasa melihat Anton Poloik, orang yang dikenalnya penuh darah akibat sabetan senjata tajam.

Perkelahian yang terjadi di dalam rumah terus terjadi. “Saya melihat Anton sudah berdarah-darah dan berusaha kabur. Namun, pelaku terus mengejar dengan pisau di tangan. Anton berlari ke jalan, pelaku mengejar d­e­ng­an motor Scoopy,” ungkap WA yang kini jadi saksi kunci pihak kepolisian.

Dijelaskan WA, dia me­lihat langsung perkelahian yang berawal pada pukul 10.00 WIB. Anton tertusuk berkali-kali. “Sudah saya coba untuk memisahkan keduanya. Namun pelaku terlihat kalap dan terus me­nusuk Anton. Lalu, saya berinisiatif melapor lang­sung ke polisi,” ungkap WA yang syok melihat kejadian itu.

Tak berapa lama ber­se­lang, menyebut Anton tum­bang di jalan dan tewas. Jasadnya ditutupi dengan kertas koran. Sementara, pelaku kabur. Polisi yang men­dapatkan kabar tersebut langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa jenazah Anton yang dikenal bekerja di Pasar Raya Padang ke Rumah Sakit (RS) Bha­yang­kara Polda Sumbar untuk men­jalani visum.

Kapolsek Kuranji, Kom­pol John Priyono menga­takan, pihaknya men­dapat­kan in­for­masi bahwa korban di­duga sempat cekcok deng­an temannya sebelum ter­jadi­nya aksi penusukan. “Di­duga kuat pelaku adalah rekan korban sendiri. Saat ini kami masih bergerak untuk mencari keberadaan pelaku,” papar John.

Sementara itu, Karumkit RS Bhayangkara Polda Sum­bar, Kompol dr Tasrif kepada sejumlah awak media me­nga­takan bahwa pihaknya me­ne­mu­kan sejumlah luka yang cukup parah di bagian dada, rahang, dan sekitar leher kor­ban. “Pemeriksaan visum baru bisa dilakukan jika sudah keluar surat resmi dari ke­po­li­sian dalam hal ini Polresta Padang,” terang Tasrif.

Anton alias Poloik sen­diri diketahui sudah tidak tinggal di rumah istrinya di kawasan Sarang Gagak se­lama satu bulan terakhir. Hal tersebut dilontarkan oleh orang tua korban, Alinarnis di RS Bhayangkara Polda Sumbar. “Kami sama sekali tidak memiliki firasat buruk terhadap dirinya. Namun memang benar dia sedang memiliki masalah dengan istrinya dan menginap di rumah kami selama satu bulan belakangan ini lah lebih kurang,” tuturnya.

Alinarnis mengklaim bahwa anaknya tidak per­nah memiliki masalah de­ng­an orang lain. Bahkan ungkap­nya, satu hari se­be­lum ke­ja­dian, korban masih sempat berkomunikasi de­ngan ke­luarganya. “Ini be­nar-benar mengejutkan dan saya ber­harap pihak ke­polisian da­pat memburu pelaku se­ce­pat­nya untuk diproses se­ca­ra hukum,” paparnya. (h/mg-adl)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM