Wabup Tebar 3.000 Bibit Ikan Lubuk Larangan di Koto Baru


Senin, 14 November 2016 - 23:39:17 WIB
Wabup Tebar 3.000 Bibit Ikan Lubuk Larangan di Koto Baru MENDORONG pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin melepas 3.000 bibit ikan ke lubuk larangan di Korong Lansanak Jorong Bukit Kili Nagari Koto baru, Minggu (13/11). (WANDI MALIN)

KOTO BARU, HALUAN — Pembangunan nagari tak selalu dilakukan dalam bentuk pem­bangunan fisik saja, namun pembangunan masyarakat me­la­lui berbagai program pem­ber­dayaan, tak kalah pentingnya bagi peningkatan ekonomi ma­syarakat.

Program pemberdayaan ini terlihat dari pelepasan sebanyak 3 ribu bibit ikan nila oleh Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin bersama anggota DPRD Kabu­paten Solok Nosa Ekananda di kawasan Sungai Lansanak Jo­rong Bukit Kili, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Minggu (13/11).

Pelepasan bibit ikan ini merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah dan Nagari Koto Baru mem­budi­dayakan ikan di tengah-tengah masyarakat. Bibit ikan yang ditabur itu bersumber dari Dana Nagari Koto Baru khusus­nya untuk Sungai Larangan.

Di Kabupaten Solok ada namanya sungai atau lubuk ikan larangan. Artinya masyarakat dilarang mengambil ikan sam­pai besar dan bisa diambil bersama-sama jika sudah wak­tu­nya dipanen, karena me­nurut­nya, benih ikan yang dilepas nantinya akan dijaga bersama-sama terutama masyarakat sekitarnya

 Jika sudah layak panen maka akan dipanen dan dana­nya nanti bisa digunakan untuk masyarakat dan pembangunan masjid yang ada.

Lantaran itu, Yulfadri me­ng­­harapkan masyarakat bisa menjaga benih ikan tersebut sehingga memberikan manfaat sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitarnya. Karena penaburan ikan itu untuk melestarikan usaha dalam pengembangan usaha yang ada melalui pemanfaatan sungai yang ada.

Pemerintah Kabupaten So­lok akan terus meningkatkan budi daya ikan yang ada. Salah satunya adalah dengan mem­perbanyak ikan larangan di semua daerah Kabupaten Solok.

“Dengan dilepaskannya ri­bu­an bibit ikan tersebut semoga dapat menambah penghasilan masyarakat setempat nantinya,” jelasnya.

Selain itu, Yulfadri Nurdin melarang warga menangkap ikan di perairan umum dengan menggunakan seterum supaya tidak merusak ekosistem alam tersebut.

“Nantinya akan disusul de­ng­an peraturan bupati (Perbup) terkait dengan ikan di sungai itu larangan setrum dan meng­gunakan racun putas,” tegasnya.

Selain untuk menjaga eko­sis­tem ikan perairan umum, larangan menangkap ikan de­ng­an setrum dan racun itu juga untuk mempertahankan ikan-ikan kecil tetap hidup, menging­at penangkapan dengan cara tersebut mengakibatkan ke­ru­sakan lingkungan. 

Rencana pembuatan regulasi tersebut, kata dia, akan segera dikoordinasikan dengan satuan kerja perangkatdaerah (SKPD) terkait sebab nantinya penga­turan akan diikuti dengan pe­nam­bahan populasi ikan dengan melepas liarkan beragam benih ikan.

Dengan perbup larangan seterum ikan tersebut, diharap­kan bibit ikan yang disebar di perairan umum, seperti sungai, dapat berkembang biak dan tumbuh besar.

“Biar nanti kalau sudah besar silakan dipanen dengan dipancing. Jadi masyarakat, khususnya anak-anak muda yang tidak punya pekerjaan, ada kegiatan positif memancing gratis. Jangan sampai justru minum minuman keras,” kata wabup. (h/ndi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM